Wedding Agreement

Wedding Agreement
52 Season 2


__ADS_3

Kedua mataku terbuka dari tidur lelapku. Sinar dari timur yang menembus jedela kamarku menyilaukan kedua mataku. Warna kuning keemasan menghiasi langit di pagi ini. Angin sejuk pagi berhembus pelan membelai lembut wajahku. Menerpa helai demi helai rambutku, membuatnya tersibak dengan lembut oleh hembusannya. Gemericik air dari kamar mandi memecah keheningan pagi ini.


Adiba dengan cepat membuka selimutnya turun untuk mandi besar sebelum melakukan kewajibannya sebagai umat islam.


"Mas, masih lama ngak?" teriak Adiba yang ingin segera buang air kecil.


"Masuk sayang, ini juga baru lepas baju mau mandi. Kita mandi bersama ya," ajak Arsen dengan membuka pintu menonggolkan kepalanya.


Adiba menggeleng untuk menolaknya. Ia masih terlalu malu untuk melakukan itu walaupun sebenarnya tidak ada larangan karena mereka sudah halal dan menurut agama yang ia yakin tidak ada larang untuk mandi bersama.


Melihat penolakan istrinya, Arsen tidak marah karena ia tahu sifat malu-malu Adiba. Dengan gerakan cepat ia menarik tangan Adiba untuk masuk ke dalam mandi, hingga berada dibawa guyuran shower.


"Mas, apa yang mas lakukan?" tanya Adiba ketika bajunya basah kuyup.


"Mandi besarlah bersama kamu, kita ngak ada waktu. Setelah shalat subuh kita menuju ke rumah untuk mengantar papa dan mama ke bandara. Mereka akan kembali ke negara I," jelas Arsen dengan membantu membuka kancing piyaman yang dikenakan oleh Adiba satu persatu hingga terlepas sempurna.


"Mas, mau minta lagi ya," tanya Adiba malu-malu ketika sang suami bermain-main di area puncak bukit yang berwarna merah yang tertutup rapat oleh bra berenda.


Arsen mengecup kening Adiba, "Tidak, aku akan melakukannya nanti malam lagi. Kamu pasti lelah, itu juga pasti nyerikan."


Adiba mengangguk. Memang benar yang dikatakan oleh suaminya, miliknya masih meninggalkan nyeri.

__ADS_1


.


.


.


Arsen menggandeng tangan wanita yang ia halalkan dua puluh empat jam yang lalu masuk ke dalam rumah dengan wajah yang berseri-seri penuh dengan kebahagian.


"Assalamualaikum," ucap Arsen yang diiringi oleh Adiba.


"Waalaikumsalam, lo kalian penggantian baru kenapa pagi-pagi sudah ada disini? Harusnya kalian," ucap Asha yang tidak dilanjutkan karena menurutnya tidak sopan.


"Kami akan mengantar mama dan papa ke bandara, makanya kami segera kesini," ucap Arsen.


"Papa jangan bicara begitu. Kebahagiaan kami saat bersama kalian, biarkan kami mengantar kalian," ucap Adiba dengan mengambil alih koper yang dipegang oleh mertuanya.


"Sebelum mama dan papa kembali ke negara I, sebagai orangtua hanya dapat memberikan restu dan doa untuk setiap niat baik kalian. Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menjalani biduk rumah tangga, yaitu senantiasa berpegang pada ajaran agama, sabar, tawadu, ikhlas. Jadilah suami istri yang istiqomah, menjaga kehormatan suami istri dan rumah tanggamu. Jadilah kalian suami istri yang penyayang dan penuh kasih untuk anak-anakmu kelak. Ingatlah bahwa kehidupan ini tidak selamanya berjalan sesuai dengan apa kita harapkan. Tetapi dengan kasih sayang dan saling pengertian, maka biduk rumah tanggamu tidak akan goyah diterpa badai dan gelombang kehidupan. Hormatilah keluarga masing-masing dan sayangilah saudara-saudaranya sebagaimana kalian menghormati mama dan papa," kata Ega saat memberikan doa restu.


"Adiba, maafkan mama dan papa atas segala hal yang kurang berkenan di hatimu, baik berupa kata kata maupun perlakukan. Namun ketahuilah bahwa itu semua bagian dari besarnya kasih sayang kami kepadamu. Ya Allah, bahagiakan lah rumah tangga kalian. Karuniakanlah mereka dengan rahmat dan hidayah-Mu. Limpahkanlah rezeki-Mu yang halal. Perindahlah rumah tangga mereka dengan putra-putri sholeh dan sholehah serta sehat wal afiat," lanjut sang papa.


"Ya Allah, jadikanlah orang yang telah engkau pilihkan yang akan menjadi istri anakku nanti menjadi orang yang sholeha, yang akan mencintai dan menjaga serta saling menyempurnakan dalam ibadah. Sempurnakanlah kebahagiaan anakku ini dengan menjadikan pernikahan mereka sebagai ibadah dan bukti ketaatan kepada-Mu dan bukti cinta pada Rasul. Anugerahkan kelak kepada anak kami keturunan sehat, soleh soleha dan cerdas," kata Asha dengan memeluk Adiba.

__ADS_1


.


.


.


Malam hari Adiba dan Arsen berada diperaduan setelah seharian menghabiskan waktu berkencan mereka.


"Adiba, jangan kau tutupi wajah cantik itu dengan seujung jaripun! Aku ingin menindak wajahmu lebih dalam agar bisa selalu mengingat sebelim tidur dan kamu akan langsung hadir dalam setiap mimpiku," ucap Arsen dengan melancarkan untaian kata yang memabukkan setiap gadis yang mendengarnya pasti akan terbuai oleh rayuan mautnya.


"Mas lagi gombal ya?" selidik Adiba yang sudah tahu jelas jika Arsen sedang merayunya. "Belajar dari mana itu, pintar sekali. Jangan-jangan kamu selalu melakukan itu pada wanitamu," ketus Adiba dengan pura-pura merajuk marah.


"Tidak. Hanya satu wanita yang aku perlakukan seperti ini yaitu kamu. Lagian aku ngak bisa merayu, hanya mampu menyenandungkan namamu disetiap relung hatiku," ketus Arsen dengan mencium kening Adiba yang bersadar pada dada bidangnya.


Adiba itu pun semakin terbuai mendengarkan untaian kata demi kata yang terdengar begitu indah meluncur dari bibir laki-laki yang berada di dekatnya.


"Semoga kita selalu bersama sampai maut memisahkan kita, Mas. Aku sangat mencintai kamu, terimakasih kau telah hadir dalam hidupku menjadi pendamping hidupku. Cinta sejati itu nyata adanya, buktinya kita. Kita telah terpisahkan beberapa tahun kembali lagi," ucap Adiba semakin memeluk erat dalam dekapan suaminya.


Tamat.


Semoga ending nya bisa diterima kalian. Untuk season lanjutnya masih dipikir mungkin ada, pasti akan publis di nt juga kemungkinan bulan depan dengan judul "Madu pilihan istriku,"

__ADS_1


menahan sakit di pergelangan tangannya.


__ADS_2