Wedding Agreement

Wedding Agreement
5 season 2


__ADS_3

Arsen yang masih memilih untuk lembur di kantor, ia duduk di kursi putar kebesarannya menatap foto di dalam dompetnya. Foto yang masih mengenakan seragam abu-abu putih, dengan duduk berdua bersamanya dengan buku di tangan mereka. Sungguh pemandangan yang romatis semasa itu.


Adiba, kenapa kau tega mengkhianatiku padahal kamu janji denganku untuk menua bersama denganku sampai maut memisahkan kita batin Arsen dengan mengusap wanita cantik dengan rambut tergerai indah sebahu.


Delapan tahun lalu, dimana ia baru membaca pengumuman kelulusan sekolah menengah atas di aula SMK Harapan Jaya dengan nilai terbaik. Ia ingin memberi kabar bahagia oleh kekasihnya yaitu Adiba Athalia. Ia berlari menuju kelas, saat ia berada di depan kelas langkahnya terhenti ketika melihat sang kekasih duduk mesra dengan laki-laki lain. Laki-laki yang juga sahabatnya, ia melebarkan daun telinganya untuk mendengarkan jelas ucapan mereka.


"Ba, apa kamu benar-benar mencintai Adelio? Ba, aku ngak mau kita sembunyi-sembunyi seperti ini. Kita sudah lulus ayo katakan pada dia yang sebenarnya," ucap Akmal.


Adiba mengambil nafas berkali-kali untuk mengatur detak jantungnya agar tetap kuat. Merasa sudah rileks ia meraih tangan Akmal.


"Jika sudah waktunya kita katakan pada dia, apa yang sebenarnya terjadi. Aku secepatnya akan bicara jujur dengannya," lirih Adiba.

__ADS_1


Adelio yang merekam jelas kejadian di depan matanya dengan ponselnya, segera mengirim rekaman pada kekasihnya untuk mengakhir hubungan mereka tanpa meminta penjelasan apapun. Baginya bukti itu sudah cukup untuk pengkhianatan cintanya terlebih lagi selingkuh dengan sahabatnya sendiri.


Sejak saat itu, ia membuang jauh ponselnya. Setelah satu minggu kejadian dimana ia memergoki kekasihnya ia memilih melanjutkan kuliah di New York tanpa berpamitan kepada Adiba ataupun pada Akmal


*****


Arsen yang melihat arloji di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul sembilan malam ia memilih untuk pulang menuju apartemennya.


Saat ia keluar dari lift melihat wanita berhijab yang wajahnya mirip dengan mantan kekasihnya. Ia segera berlari mengejarnya namun usahanya sia-sia ia kehilangan jejak. Ia kembali lagi naik ke lantai dua puluh menuju ke ruangannya untuk melihat cctv memastikan jika pandangan matanya belum buram.


Ia segera melihat satu persatu, cctv yang ada namun tidak ada wajah-wajah yang ia cari. Ia memilih meninggalkan ruangnya. Ia mengusap wajahnya gusar.

__ADS_1


"Mungkin karena aku terlalu memikirkan pengkhianat dirinya," ucap Arsen.


Satu jam kemudian ia telah tiba di kamar, ia segera membuang jasnya sembarang memilih untuk merebahkan dirinya di atas kasur miliknya. Beberapa menit kemudian panggilan masuk dari sang mama.


"Hallo, assalamualaikum. Mam, kok malam-malam belum tidur," sapa Arsen.


"Waalaikumsalam, sayang kamu lupa disini itu pagi. Ini mama dan papa kamu habis sarapan, kamu sudah shalat, nak? Ingat walaupun kamu jauh dari kami jangan pernah kamu meninggalkan kewajiban kamu sebagai orang muslim. Gimana penerbangan kemarin?" nasihat Asha.


"Arsen selalu ingat mah. Penerbangan kemarin alhamdulilah lancar tidak ada halangan apa pun, Arsen pamit dulu ya. Disini sudah malam, Arsen mau tidur mah."


"Baik nak, oya apa kamu masih memikirkan mantan kekasihmu, Adiba?" tanya Asha ragu-ragu takut jika putranya murka.

__ADS_1


Bersambung..


Akan aku buat season 2 disini ya cerita Arsen tidak di judul lain, soalnya hanya 30 bab saja..


__ADS_2