Wedding Agreement

Wedding Agreement
149.eps 149


__ADS_3

Istri kedua apa benar ucapan Mas Ega barusan. Apa dia menikah lagi tanpa meminta izin padaku. Harusnya berpoligami harus izin istri pertama kenapa dia tega melakukan hal itu padaku batin Asha.


Asha masih diam mematung mencerna perkataan suaminya, sulit untuk dipercaya. Hatinya terasa remuk berkeping-keping mendapati kenyataan pahit ini. Baru beberapa hari ini ia mendapatkan sikap romatis dari suaminya kini mendapati suaminya telah mendua. Hancur itulah kondisi hatinya saat ini.


Ega yang melihat istrinya diam di tempat tanpa melangkah segera menghampirinya.


Pasti kamu berpikir macam-macam dengan ucapanku barusan sayang, mana mungkin aku berpoligami bagiku satu istri cukup batin Ega.


Asha segera menghapus dengan segera air matanya melihat Ega datang menghampirinya. Ia mencoba menutupi rasa sakit hatinya dengan seulas senyum.


"Maaf membuat mas menunggu, dimana istri kedua kamu. Rasanya senang bisa bertemu dengan maduku," ucap Asha mencoba tegar.


Madu apa dia mengira perkataanku barusan benar tapi jika benar kenapa dia tidak kelihatan sedih sama sekali.


"Tidak ada madu, adanya hanya kamu," ucap Ega.

__ADS_1


Ega menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam rumah mewah, Asha pun tidak menolak ia berjalan sejajar masuk ke dalam rumah dengan mencoba membuang semua rasa sakitnya.


"Selamat datang nyonya Ega dan Tuan Ega," sapa pelayan.


Ega tersenyum lalu menepuk tangannya dua kali memberi kode terhadap pelayan untuk memberi sambutan untuk istri tercintanya.


Sebuah sepanduk besar dari lantai atas menjulang kebawa dengan kata-kata sambutan dan ucapan selamat atas hari jadi pernikahan dirinya dengan suaminya yang pertama.


Apa maksud itu? Mana istri keduanya mas Ega batin Asha mencari istri muda suaminya.


Asha terdiam sedikit berjalan menjauh dari istrinya menuju ke arah pelayan yang sibuk menata makanan.


"Siang bu," sapa Asha. "Apa ada yang bisa aku bantu," tawar Asha dengan mengambil beberapa sendok meletakkannya diatas meja makan.


"Nyonya, jangan biar kami saja yang melakukannya. Sebaiknya nyonya tunggu saja di sana!" ucap pelayan mengambil sendok yang dipegang oleh Asha.

__ADS_1


Siapa saja sich yang mau makan siang kenapa banyak sekali menu di atas meja lalu kenapa juga ada banyak piring yang tersedia. Apa keluarga disini banyak. Ah, mungkin ada orangtua istri kedua mas Ega atau mungkin akulah yang istri keduanya. Banyak pertanyaan yang ada di pikirannya.


Asha duduk di meja makan sambil memperhatikan lima pelayan yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Mas Ega mampu membelikan rumah mewah pada istri lainnya tapi mengapa hanya mengajakku tinggal di perumahan kecil yang tidak sebanding dengan rumah ini. Apa karena dia tidak benar-benar menyukaiku tapi jika dia tidak menyukaiku kenapa dia membuatku mengandung anaknya. Memikirkannya membuat kepalaku pusing.


"Bu, dimana pemilik rumah ini?" tanya Asha.


"Ada, lagi di kamar mungkin nyonya. Apa nyonya belum pernah melihat atau kenal dengan mereka," jawab pelayan.


Kenal! Mas Ega saja baru pertama kali mengajak aku kesini bagaimana bisa kenal mereka umpat Asha. Jika benar-benar mas Ega berpoligami aku akan pergi dari kehidupannya secepat mungkin. Membawa anakku sendiri tanpa memberi tahu jika kamu papanya. Tanpa kamu aku juga mampu menghidupi anakku kesal Asha.


Bersambung..


Mau konflik ringan atau tamat saja..

__ADS_1


__ADS_2