Wedding Agreement

Wedding Agreement
125. eps 125


__ADS_3

Rizki mendaratkan bibirnya di leher jenjang Naila dengan memberikan beberapa tanda disana hingga akhirnya bibirnya berlabuh di bibir Naila yang saling bertautan.


Saat Rizki mulai menggelus pelan pahanya, dengan cekatan ia segera memukul tangan nakal yang berkeliaran tanpa meminta izin itu.


"Hai, tangan kamu itu di kondisikan!" tegas Naila.


Naila segea mendorong tubuh Rizki agar sedikit menjauh darinya.


"Sayang cuma main-main sebentar, cuma pegang aja."


"Mian-main emang aku mainan kamu apa? Pegang sana botol, nunggu halal dulu. Kamu itu di kasih dikit mintanya banyak, ngak sabaran minta saja sama cewek kamu itu. Gini-gini aku punya harga diri, ini tidak akan ku berikan pada sembarangan orang hanya untuk suamiku nanti," tegas Naila berlalu pergi menuju kamar mandi dengan membawa baju gantinya.


"Aku inikan suami kamu," teriak Rizki yang menatap punggung Naila masuk ke dalam kamar mandi.


Aku suka gaya wanita seperti dia batin Rizki dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.


Rizki yang menunggu Naila berganti baju itu memilih menyesap batang rokoknya di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


Mendapatkan pesan whatsapp dari sahabatnya ia segera membalas tawaran makan siang bersama itu.


Naila meletakan dua gelas jus jeruk di atas meja lalu duduk berhadapan dengan Rizki yang sibuk dengan gadgetnya.

__ADS_1


"La, acara kamu hari ini kemana?"


"Tidak ada acara, memang kenapa?" jawab Naila. "Ralat, aku ada acara rebahan di kamar tidak mau di ganggu," ucapnya lagi.


"Aku akan mengajak kamu makan siang."


"Aku males keluar, kamu makan saja sendiri."


"Sayang, kamu tega ya. Ega sama Asha, masak aku harus makan sendiri, ngak asyik ayolah!" rengek Rizki seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.


Pasti ini yang di maksud Asha tentang ajakan suaminya untuk makan bersama batin Naila.


Naila pura-pura diam.


"Apa ini? Kamu menyogokku ya?"


Rizki tersenyum menunjukan deretan gigi putihnya.


"Aku ngak mau, aku kan bukan cewek matre seperti mantan-mantan kamu. Nanti kamu memberiku hadiah lalu meminta imbalankan?" tanya Naila menyelidik.


"Imbalan apa? Sudah terima saja, aku ini calon suami kamu. Aku ikhlas memberimu ini. Aku tidak akan meminta apa-apa dari kamu hanya satu yang ku minta, jadilah istriku walaupun kamu tidak ada cinta di hatimu. Aku yakin jika dengan pepatah jawa tresno jalaran soko kulino," jelas Rizki.

__ADS_1


Sebenarnya ia mau menerima kado pemberian Rizki tapi ia terlalu gengsi akhirnya ia bersandiwara.


"Bukalah!" perintah Rizki.


"Aku terima pemberian kamu karena kamu yang maksa ya."


"Iya, cepat buka! Setelah itu ganti baju kamu kita makan siang bersama sahabatmu juga sahabatku."


Naila segera mengambil sebuah kotak yang berukuran besar itu dari paper bag berwarna coklat. Ia mengeluarkannya lalu meletakan di meja.



Melihat tas merk hermes pengeluaran terbaru ia mengulas senyum di kedua sudut bibirnya. Ia tidak menyangka jika calon suaminya tahu apa yang beberapa hari ini ia inginkan. Padahal ia rela mengurangi jatah jajannya untuk menabung demi memiliki koleksi tas terbaru itu.


"Riz, kamu kok bisa membelikan aku tas seperti ini? Apa kamu juga sering membeli kan barang mewah pada wanitamu?"


"Tidak ini pertama kalinya aku beli langsung untuk wanita. Dulu mantan-mantanku beli sendiri, cuma habis itu aku ganti uang mereka yang buat belanja," jelasnya.


"Jadi aku spesial dong?" canda Naila.


Bersambung

__ADS_1


Maaf aq buat part pendek karna ada byk hal yang tidk bisa dijlskan.


__ADS_2