Wedding Agreement

Wedding Agreement
127. eps 127


__ADS_3

Diana yang baru saja sampai di restoran Albram segera mematikan mesin mobilnya setelah memakirkannya. Saat ia membuka pintu mobilnya tanpa sengaja mengenai orang yang sedang berjalan di samping mobilnya.


"Maaf aku ngak sengaja," lirih Diana.


"Kamu! Kenapa setiap ketemu kamu hidupku selalu sial," umpat Rian.


Astaga apa ini namanya jodoh. Setiap aku kesulitan atau dalam masalah selalu bersama dia pikir Diana dengan tatapan kosong karena membayangkan wajah tampan Rian yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Hai, cepat minggir!" bentak Rian.


"Maaf, aku ngak sengaja."


Rian tidak menjawab ucapan Diana, ia lebih memilih berjalan melewatinya begitu saja hingga bagian bahu Diana sedikit tertabrak badan kekarnya.


"Awua!" pekik Diana menahan sakit. "Sialan kenapa aku bisa jatuh cinta pada cowok dingin seperti dia, sebaiknya aku harus buang-buang jauh perasaan cinta ini," umpat Diana dengan merapikan bajunya masuk ke dalam.


Diana segera menuju tempat yang telah di kirimkan oleh sahabatnya, ketika ia berjalan tanpa sengaja melihat orang yang ia kenal.

__ADS_1


"Seperti Mas Kevin," lirih Diana yang berjalan di belakangnya.


Diana yang berjalan sambil mengingat wajah orang yang baru saja ia lihat tanpa sengaja jidatnya menabrak punggung kekar yang di depannya.


"Awu, kenapa hari ini aku begitu sial, jidatku pasti benjol," umpat Diana menggosok dahinya.


"Maaf aku ngak sengaja," lirih Diana yang entah berapa kali ia meminta maaf pada beberapa orang karena sifat cerobohnya.


Kevin segera memasukkan ponselnya, kemudian ia membalikkan badannya.


"Kamu!"


"Mas, kamu kok disini?"


"Iya aku di undang makan siang bersama sahabatku. Kamu sendiri mau makan siang bersama siapa? Gimana jika kamu ikut denganku?" ajak Kevin.


"Maaf, Mas. Aku juga sudah ada janji makan bersama dengan sahabatku mereka sudah menungguku, kalau begitu aku permisi, Mas."

__ADS_1


Kevin yang melihat Diana pergi segera menarik tangan Diana menuju ruang vip yang tidak jauh dari sana.


Diana mencoba melepas cengkeraman tangan Kevin yang sangat menyakiti pergelangan tangannya.


"Mas kamu mau apa? Lepaskan tanganku sakit ini!"


Kevin mendorong tubuh Diana ke dinding dengan mengunci tubuhnya.


"Diana kamu perlu tahu aku pergi ke ujung dunia untuk mencoba melupakanmu tapi usahaku sia-sia. Rasa cintaku tetap untukmu," ucap Kevin sendu.


"Tapi Mas, kita berbeda. Aku ngak mungkin bisa bersama kamu, aku ngak cinta sama kamu. Lagi pula kamu keturunan orang kaya aku hanya orang miskin papamu pasti menentang hubungan kita nantinya, sudah kamu pantas dapat yang terbaik," tolak Diana yang memang tidak ada perasaan apapun untuk Kevin saat itu ataupun sekarang karena ia menyukai Rian.


Kevin mendapatkan penolakan dari Diana ia tanpa menunggu persetujuan langsung mendaratkan ciuman pada bibir ranum Diana dengan paksa.


Diana mengigit bibir bawah Kevin hingga ciuman itu berakhir. Diana segera mendorong tubuh Kevin lalu berlari.


Kevin mengusap ujung bibirnya yang berdarah lalu tersenyum puas.

__ADS_1


"Aku akan mengejarmu, kucing liarku," lirih Kevin.


__ADS_2