
Satu hari setelah Ega sadar, tubuhnya kini mulai terlihat segar kembali. Ia masih berada di rumah sakit sesuai permintaan istrinya. Sebenarnya ia ingin pulang saja tapi Asha memaksa maka ia tidak ingin membuat istrinya kecewa dipikir-pikir itu juga ide bagus. Dengan ia tinggal di rumah sakit jika sewaktu-waktu istrinya mulai mengalami kontraksi maka dengan cepat mendapatkan penanganannya.
"Mas, aku ingin bicara dengan kamu," lirih Asha dengan meletakkan kepalanya di pangkuan suaminya.
"Apa sayang, katakan saja!"
"Mas aku ingin melahirkan di rumah saja dengan metode water birth, menurut mas gimana? Katanya melahirkan dengan metode water birth adalah metode melahirkan yang dapat membantu mempersingkat durasi waktu persalinan. Biasanya, penggunaan obat bius atau anestesi epidural di tulang belakang juga tidak terlalu dibutuhkan. Bukan itu saja, air membantu menurunkan tekanan darah ibu, sehingga memengaruhi kecemasan ibu saat melahirkan yang semakin berkurang. Selain itu, air juga dapat menurunkan kadar hormon yang berhubungan dengan stres. Dengan begitu, tubuh ibu akan memproduksi hormon endorfin yang dapat membantu mengurangi rasa sakit. Melahirkan di dalam air juga dapat mengurangi risiko robeknya vagina ibu. Ini karena air bertindak untuk membuat lapisan perineum pada ****** menjadi lebih elastis. Sementara untuk bayi sendiri, persalinan di dalam air menciptakan lingkungan yang mirip dengan air ketuban. Alhasil, bayi pun akan merasa lebih nyaman saat lahir melalui metode water birth," jelas Asha panjang lebar.
__ADS_1
"Tidak, kamu tetap melahirkan di rumah sakit," tegas Ega yang tidak mau ambil resiko karena metode water birth masih jarang sekali dilalukan di Indonesia.
"Tapi mas," rengek Asha.
"Sayang meski begitu, bukan berarti melahirkan di dalam air ini bebas dari rasa sakit. Faktanya, rasa sakit saat melahirkan water birth akan tetap ada. Kamu juga harus memikirkan resikonya seperti melahirkan di dalam air memiliki beberapa risiko untuk bayi. Bayi yang mengalami stres saat proses melahirkan di dalam air atau water birth berlangsung bisa sulit bernapas dengan lancar. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius pada pernapasan bayi, seperti aspirasi mekonium. Aspirasi mekonium terjadi ketika bayi menghirup mekonium (tinja pertama bayi) yang ada pada cairan ketuban saat proses persalinan."
"Adapun beberapa risiko melahirkan di dalam air atau water birth bagi bayi seperti tali pusat bayi rusak saat diangkat ke permukaan air. Bayi mengalami kejang dan bayi susah bernapas. Suhu tubuh bayi menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Meski terbilang jarang, bayi yang lahir di dalam air berisiko mengalami infeksi maupun penyakit tertentu.
__ADS_1
Ambil contohnya penyakit Legionnaires karena menghirup tetesan air yang mengandung bakteri Legionella. Penyakit Legionnaires pada bayi dari ibu yang melahirkan di dalam air bisa berkembang menjadi parah atau bahkan fatal. Bukan tidak mungkin, bayi berisiko mengalami demam, batuk, radang paru-paru, dan lain sebagainya," jelas Ega.
"Mas perutku kok merasakan sakit, ini kok seperti merembes air apa mas," pekik Asha menahan sakit.
Ega menyentil kening istrinya pelan, "Kamu itu kuliah di kedokteran tapi tidak tahu."
Mas Ega ini kejam banget aku sudah menahan sakit masih bisa-bisanya menyentil jidatku batin Asha dengan mengepalkan tangannya untuk menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
Bersambung..
Tinggal 5 bab lagi ending ya..