Wedding Agreement

Wedding Agreement
117.Poligami


__ADS_3

Sesuai permintaan suaminya, Asha selesai praktik di rumah sakit segera melajukan mobil lamborghini baru milik suaminya membelah padatnya jalanan menuju perusahaan Albram.


Di persimpangan jalan Asha berhenti sejenak di kedai buah untuk membeli buah segar untuk suaminya yang akan nikmat di makan siang hari di cuaca yang sangat panas. Setelah membeli buah, melihat gerobak penjual gado-gado ia segera membeli dua bungkus untuk makan siang mereka.


Asha meletakan dua bungkus disamping pengemudinya, kemudian melanjutkan perjalanan menuju perusahaan Albram. Sampai di sana ia disambut ramah oleh para karyawan yang memang sudah mengetahui siapa ia.


"Siang, Nona muda! Biar aku bawakan," ucap satpam.


"Tidak perlu biar aku bawa sendiri saja, terimakasih niat baiknya. Selamat bekerja, Pak." Tolak Asha lembut dengan tersenyum ramah.


"Siang, Mas. Aku bawakan buah kesukaan kamu," ucap Asha telah sampai di depan pintu ruangan suaminya, ia segera masuk begitu saja karena pikirnya di dalam sana tidak ada siapa-siapa, ternyata dugaannya salah.


"Maaf, Mas. Aku tidak tahu kalau kamu sedang ada banyak tamu," ucap Asha melangkahkan kakinya untuk pergi.


"Kamu mau kemana? Masuklah, Sayang!" perintah Ega.


"Tapi, Mas. Kamu kan lagi sibuk, biar aku tunggu di luar dulu. Kamu lanjut saja," tolak Asha.

__ADS_1


"Kesinilah! Ini teman-temanku juga karyawanku, kamu tidak perlu sungkan suatu saat jika terjadi sesuatu denganku kamu juga akan berurusan dan bekerjasama dengan mereka untuk mengelola perusahaan kita," terang Ega.


"Mas Ega, ini itu bukan bidangku. Aku ini tidak paham apa-apa, lagi pula Mas akan selalu mengurus perusahaan," jawab Asha.


Kenapa bicara Mas Ega hari ini aneh sekali seperti ingin meninggalkan aku saja. Semoga Engkau lindungi suamiku, Ya Allah batin Asha.


"Belajarlah! Agar kamu tahu juga dunia bisnis," tegur Ega. "Kenalkan ini istriku, Asha. Sebagian perusahaan ini, saham milik dia. Kalian boleh pergi, rapat sampai sini dulu," ucap Ega pada tiga karyawan bagian departemen berbeda-beda.


Setelah kepergian karyawan suaminya, Asha segera duduk dipangkuan suaminya dengan mengusap butiran keringat yang membasahi keningnya dengan sapu tangan miliknya.


"Mas jangan pernah meninggalkan aku ya, aku sangat mencintai kamu," lirih Asha kini memberikan ciuman bertubi-tubi pada kedua pipi Ega.


"Aku tadi beli gado-gado Mas, kalau kita makan itu saja Mas mau ngak?" tawar Asha.


"Mau sayang, asal kamu yang menyuapi apa pun itu pasti aku makan."


Dua jam kemudian Ega segera kembali melakukan pekerjaannya fokus pada layar laptopnya sedangkan Asha duduk disebelah suaminya dengan menyuapi buah apel.

__ADS_1


"Kalau seperti ini kerjaku makin bersemangat, rasanya tidak ada rasa lelah sama sekali, Sayang. Besok lagi ya, seperti ini."


"Iya, Mas. Kalau gitu aku jadi sekertaris kamu saja gimana?"


"Sekertaris pribadi, yang tugasnya hanya melayaniku," tawa Ega. "Sayang kamu ingin konsep rumah seperti apa? Tidak mungkin jika kita tinggal di apartemen terus menerus, sebentar lagi kita akan memiliki anggota baru dalam kehidupan kita," jelas Ega.


"Anggota baru?! Siapa itu Mas?"


Ega mengusap perut datar istrinya yang entah itu sudah ada calon rahim ataupun belum ada tapi ia sangat berharap jika sang istri segera mengandung benihnya.


Apa Mas Ega sangat berharap jika aku segera hamil tapi aku sudah berusaha. Ya Allah semoga Engkau segera mendengar doa kami dan menggabulkannya pikir Asha.


"Di dalam sini anggota baru kita, calon anak-anak kita. Aku yakin jika Allah sebentar lagi memberi kita hadiah istimewa yaitu kepercayaan untuk mengurus anak-anak kita."


"Mas, aku takut membuat kamu kecewa. Mas tahu sendiri sampai sekarang belum ada tanda-tanda aku hamil. Gimana jika kita konsultasi ke dokter kandungan? Aku mohon nanti jika ada sesuatu yang terjadi dengan rahimku jangan pernah meninggalkan aku atau pun kamu mencari wanita lain untuk kamu madu, berbagi itu rasanya sakit Mas. Jangan sampai kamu poligami."


"Hus, jangan bicara aneh! Aku hanya ingin punya satu istri selama hidupku yaitu kamu. Walaupun kita tidak bisa memiliki keturunan masih banyak cara untuk berusaha, contohnya dari segi medis seperti : Induksi ovulasi, Bayi tabung, GIFT (Gamete intrafallopian transfer). ZIFT (Zygote intrafallopian transfer). ICSI (Intracytoplasmic sperm injection)."

__ADS_1


Terang Ega agar istrinya tidak berpikir macam-macam apa lagi berpikir ia akan poligami hanya karena mereka belum bisa memiliki keturunan. Ega juga menjelaskan jika Allah juga akan memudahkan para umatnya jika mereka selalu berusaha dan bertaqwa seperti nabi Zakaria yang berdoa agar lekas mendapatkan keturunan itu terdapat pada Alquran Surat Maryam ayat satu hingga ayat enam. Bunyinya seperti berikut: Kaaf Haa Yaa 'Ain Shaad. Dzikru rahmati rabbika 'abdahu zakariyyaa. Idz naadaa rabbahu nidaa-an khafiyyaan. Qaala rabbi innii wahana al’azhmu minnii waisyta'ala alrra/susyayban walam akun bidu’aa-ika rabbi syaqiyyaan. Wa-innii khiftu almawaaliya min waraa-ii wakaanati imra-atii'aaqiran fahab lii min ladunka waliyyaan. Yaritsunii wayaritsu min aali ya’quuba waij’alhu rabbi radhiyyaan.


Artinya: Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad. Penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria. Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata "Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. Dan Sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, Maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan Jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.


__ADS_2