Wedding Agreement

Wedding Agreement
8 Season 2


__ADS_3

Arsen yang mengendari mobilnya menuju apartemen miliknya, tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada seorang wanita yang tidak asing baginya. Dari kejauhan ia memperhatikan seksama mencari cela untuk menyelamatkannya.


Melihat dua lelaki yang semakin menjadi ia segera turun dari mobil mengejar mereka untuk menolong Adiba. Walaupun dihatinya sangat membencinya tapi ia tidak bisa mengelak jika dirinya masih dengan perasaan yang sama sangat mencintai wanita yang hadir di hatinya sembilan tahun lalu, cinta pertamanya.


Arsen segera memukul kedua laki-laki yang mencengkeram Adiba secara bergantian hingga tidak berdaya. Ia menarik tangan Adiba untuk berlari menuju mobilnya yang sedikit jauh dari lokasi mereka.


Dengan nafas terengah-engah ia menghentikan langkah kakinya sambil membungkukkan tubuhnya mengimbangi detak jantungnya yang memompa lebih cepat.


"Lain kali kamu harus hati-hati, kalau tidak ada orang yang menolong kamu pasti kamu sudah jadi bahan makan mereka malam ini," tutur Arsen. Arsen melepas genggam tangannya, ingin sekali rasanya mengengam tangan Adiba lebih lama ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri jika ia benar-benar tidak bisa melupakan dia.

__ADS_1


Adiba mendengar suara familiar mencoba mengarahkan padangan matanya dengan jelas karena minimnya lampu yang menerangi jalanan.


"Terimakasih kamu masih mau menolongku, peduli denganku," ucap Adiba.


"Masuklah, aku antar kamu pulang! Sudah larut malam, tidak biak malam-malam wanita pulang sendirian," kata Arsen membukakan pintu mobilnya.


"Lio, ada yang ingin ku jelaskan padamu jika kamu ada waktu senggang," ucap Adiba yang segera menyelesaikan kesalah pahaman yang sudah bertahun-tahun ia pendam.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan, yang ku dengar, ku lihat jelas-jelas kamu berselingkuh dengan Akmal. Kalau kamu mau menjelaskan kenapa tidak dari dulu-dulu kemana aja kamu," tegas Arsen. "Rumah kamu sebelah mana?" tanya Arsen.

__ADS_1


"Itu kontrakkanku, nomer empat warna pink. Kamu salah, Lio. Aku sudah mencoba menghubungi kamu untuk menjelaskan masalah yang sebenarnya tapi justru kamu menghindar dan pergi tanpa kabar. Aku juga sering ke rumah kamu tapi tante Asha bilang jika kamu ngak ada di rumah kamu pergi tanpa ingin di ganggu. Aku juga sadar kita beda sosial, aku hanya anak pns sedangkan kamu anak sultan, mungkin kisah cinta kita hanya untuk kenangan buatku. Sebelum itu aku ingin meluruskan jika aku dengan Akmal tidak pernah ada hubungan apa-apa," ucap Adiba.


Maling apa ada yang ngaku umpat Arsen mematikan mesin mobilnya tepat di depan kontrak Adiba.


"Lio, yang aku bicarakan dengan Akmal adalah penyakitku bukan hubungan ku dengan dia. Maaf aku dulu tidak pernah jujur dengan apa yang aku derita karena aku ngak ingin terlihat lemah di depan kamu, Akmal tahu aku sakit itu juga satu bulan sebelum kamu mengetahui kejadian saat itu," jelas Adiba.


Alah mungkin ini trik kamu untuk mengelak jika kamu selingkuh batin Arsen. Aku ini bukanlah laki-laki bodoh yang bisa di tipu begitu saja batin Arsen.


"Oh gitu, aku ini kekasihmu kita pacaran sekian tahun tapi kamu justru memberi tahu Akmal dari pada aku? Aku ini kamu anggap apa? Harusnya kamu bicara terus terang denganku dari pada orang lain," tegas Arsen.

__ADS_1


__ADS_2