
"Itu adalah sebuah perkerjaan sampinganku, selain aku jadi direktur di perusahaan papa. Lumayan bisa buat tambah modal beli rumah sebelum kita nikah," jelasnya.
"Sampingan?! Maksud kamu? Mengintai kami itu termasuk perkerjaan? Lalu siapa yang membayar kamu?" tanya Naila penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan Ega! Dia kan selalu jaga Asha dari dulu, bahkan dari saat ia mulai masuk sekolah menengah atas tepatnya saat ia mulai jatuh cinta pada Dion," terangnya. "Sudah jangan bahas orang lain mending kita bahas masalah kita saja," tegur Rizki.
"Kamu mau pesan apa?"
"Sama seperti kamu saja, pasti yang kamu makan aku juga bakal suka," gombal Rizki.
Dasar play boy pintar sekali bicara licin kayak super pall batin Naila.
Sepuluh menit kemudian hidangan telah sampai. Mereka menikmati menu ringan ala dinner romantis dengan diiringi lagu barat Thousand Years dari Christina Perri.
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave?
How can I love when I'm afraid to fall?
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
__ADS_1
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
"La, habis ini mampir dulu ya di rumah kakekku. Katanya dia kangen ingin ketemu sama kamu. Dia beberapa hari mogok ngak ingin makan kalau belum bicara sama kamu," tutur Rizki.
Semoga Naila mau jika mua ada kesempatan lebih lama aku berdua sama dia, perjalan dari sini ke rumah kakekkan butuh waktu satu jam batin Rizki dengan ide liciknya.
"Hem, gimana ya. Kalau bicara kan bisa video call, ini juga sudah hampir jam sembilan, belum lagi perjalanan kesana bisa-bisa papaku marah, lalu menyuruh kita langsung nikah. Aku kan masih ingin menikmati masa muda. Kalau buru-buru nikah aku takut aja masih nikah seumuraan jagung kamu lihat wanita bening ninggalin aku."
"La, kenapa sich kamu selalu saja tidak percaya dengan ketulusan cintaku. Aku itu tulus denganmu, aku cinta dan sayang sama kamu. Kamu itu berbeda dengan mantan-mantanku dulu, kau memang bukan yang pertama tapi aku yakin kamu yang akan jadi terakhir yang akan mengisi ruang hatiku dan pikiranku," jelas Rizki.
"Kita lihat saja nanti, kita jalani saja dulu seperti ini. Biarlah waktu yang menjawab isi hatiku, aku sebenarnya sangat menyukai kamu tapi aku ragu dengan perasaan kamu. Sudah lupakan saja, ayo kita pulang," ajak Naila berdiri dari tempat duduknya.
Apa telingaku sedikit bermasalah tapi rasanya masih normal, berarti aku tidak salah dengar jika dia barusan bilang menyukai aku pikir Rizki. Aku harus membujuk kakek agar segera mempercepat pernikahan kita sebelum Naila berpaling ke hati yang lain pikirnya lagi.
Naila segera berjalan mengikuti Rizki dibelakangnya menuju tempat parkir tanpa ia duga Rizki berhenti begitu saja hingga dahinya membentur punggung belakangan Rizki.
"Awu," pekik Naila. "Kenapa juga berhenti secara tiba-tiba segala, tidak tahu apa kalau tubuhnya itu keras kayak batu," umpatnya dengan menggosok jidatnya yang sakit.
"Makanya jalan disampingku, aku ini bukan bos kamu dan kamu bukan sekretarisku. Cepat berdiri disampingku!" hardik Rizki dengan menarik tangan Naila.
__ADS_1
"Memang kita bukan bos sama sekretaris," lirih Naila yang masih dapat di dengar oleh Rizki.
"Memang bukan bos atau pun bawahan dan atasan, kita ini sepasang kekasih," sahur Rizki.
****
Asha dan Ega yang baru saja selesai menonton drama china merasakan mengantuk melanda mereka segera bergegas menaiki ranjang untuk memejamkan matanya.
"Lelah ya sayang?" tanya Ega dengan posisi memiringkan tubuhnya dengan tangan yang menopang kepalanya lalu menatap sang istri yang tidur telentang itu.
"Tidak juga, cuma sedikit mengantuk. Kamu pasti yang lelah?"
"Aku tidak pernah lelah jika sudah di atas ranjang bersamamu," senyum mesum Ega dengan memberikan kode agar sang istri paham akan maksudnya.
"Mas mau ya," bisik Asha di telinga suaminya.
Ega tidak menjawab ia segera mendaratkan sebuah ciuman dibibir sang istri hingga saling membelitkan satu sama lain untuk menjadi ciuman yang panas. Merasakan sesuatu yang sudah tidak tertahankan lagi mereka segera memulai aksi penyatuannya.
*****
"Sayang, gimana rencana kita akhir pekan? Kita ke Kediri atau ke raja ampat?" tanya Ega.
"Aku bingung, aku inginnya kita ke raja ampat liburan tapi Mas tau sendiri sebentar lagi aku ujian skripsi. Menurut Mas Ega yang mana dulu enaknya."
Ega terdiam sejenak memikirkan untuk yang terbaik buat istrinya agar tetap bisa berlibur tapi tanpa menganggu ujiannya.
"Gimana jika kita ke rumah kakek saja? Kita ke raja ampat lain kali setelah kamu ujian.Tidak mungkin kita ke raja ampat hanya dua hari perjalanan cukup jauh memakan waktu yang lama. Aku janji setelah kamu selesai ujian dan lulus aku akan mengajak kamu berlibur ke luar negeri, gimana?" tawar Ega.
"Baiklah, sudah ayo berangkat!" ajak Asha.
"Sayang, kita berangkat bersama apa bawa mobil sendiri-sendiri? Jika bersama nanti biar Rian menjemput Mas di rumah sakit."
"Kok gitu, emang mobilnya ngak Mas pakai aja. Aku pulang bisa naik taxi atau nebeng Diana."
Ega mengusap pucuk rambut istrinya lalu mencium keningnya begitu dalam penuh rasa manja dan takut akan kehilangan, rasanya ia engan untuk berpisah walau sebentar saja.
"Sayang nanti selesai praktik dari rumah sakit mampirlah ke kantor temani Mas kerja ya," rengek Ega.
Tumben Mas Ega sikapnya seperti itu apa jangan-jangan dia sedang ada masalah batin Asha.
"Iya, Mas di perusahaan ada masalah ya?"
__ADS_1
Ega menggelengkan kepala.
"Kok rasanya Mas lagi banyak pikiran, berceritalah padaku! Walaupun aku tidak bisa membantu kamu secara langsung tapi aku setidaknya bisa mendengar semua keluh kesah kamu, Mas. Aku juga bisa mendoakan untuk kebaikkan kamu. Kata bunda doa istri itu mujarab," jelas Asha.