Wedding Agreement

Wedding Agreement
140. Kelinci


__ADS_3

Asha yang baru saja selesai menunaikan salat berjamaah melipat mukenahnya. Ia segera menuju balkon yang ada di kamarnya, duduk sambil mengupas buah apel. Ega juga ikut duduk di sebelah Asha, lalu merebut potongan buah apel yang ada di tangan istrinya.


"Mas Ega asal nyomot aja," manyun Asha.


Ega tersenyum lalu memberikan sisa potongan apel bekas gigitnya ke arah mulut Asha.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita turun berkumpul bersama papa dan bunda," saran Ega.


"Bunda dan papa sekarang tidak ada di rumah, mereka lagi menghadiri pesta pernikahan anak cucu sahabatnya kata bunda tadi. Pasti mereka pulang mau magrib, mas jenuh dikamar?"


Ega menggeleng.


"Gimana kalau kita ke taman belakang sekalian kasih makan kelinciku," ajak Asha.


"Memang kamu pelihara kelinci?"

__ADS_1


Asha tertawa lalu menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Dulu iya, tapi sejak aku kuliah yang rawat bi Inah kalau ngak bunda sekarang kelincinya jadi banyak. Kalau sudah besar gendut di buat sate kelinci," ketus Asha. "Mas tidak pernah makan sate kelinci, dagingnya itu mantap betul apa lagi kalau dibuat rica-rica dijamin selera makan kamu bertambah dua porsi," tutur Asha.


Ega memang tidak pernah makan daging kelinci tapi ia tahu jika kelinci halal sesuai hadist yang pernah ia pelajari yang berbunyi:


عَنْأَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَنْفَجْنَا أَرْنَبًا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغَبُوا فَأَدْرَكْتُهَا فَأَخَذْتُهَا فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا وَبَعَثَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَرِكِهَا أَوْ فَخِذَيْهَا - فَقَبِلَهُ قُلْتُ وَأَكَلَ مِنْهُ


Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa beliau berkata: ‘Kami pernah disibukkan menangkap kelinci di lembah Marru adz-Dzahran. Banyak orang berusaha menangkapnya hingga mereka keletihan. Kemudian aku berhasil menangkapnya lalu aku bawa pada Abu Thalhah dan ia menyembelihnya lalu dikirim daging paha depan atau dua paha belakang pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau lalu menerimanya’. Aku (Anas) berkata: ‘Dan Rasulullah mengonsumsi dari daging tersebut’.” (HR Bukhari)


Kehalalan daging kelinci ini juga disampaikan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ dengan berlandaskan ketentuan bahwa kelinci termasuk sebagai hewan yang baik (untuk dikonsumsi) menurut pandangan orang arab, berikut referensi tersebut:


Halal mengonsumsi kelinci, berdasarkan Firman Allah “Dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka” (QS. Al-A’raf: 157). Kelinci merupakan sebagian dari hal yang baik (thayyibat)” (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab, Juz 9, Hal. 10) Walhasil, mengonsumsi kelinci bukanlah hal yang perlu dipersoalkan sebab kelinci termasuk sebagian hewan yang halal untuk dikonsumsi, tinggal bagaimana daging kelinci disembelih secara syar’i agar hewan tersebut bukan malah menjadi bangkai yang haram untuk dikonsumsi. Wallahu a’lam.


"Beneran itu? Siapa yang masak? Siapa juga yang menyembelih?" tanya Asha menyelidik.

__ADS_1


"Pak Karim suaminya bu Iyem, mereka yang mengelolanya.Tenang Mas, mereka menyembelih dengan tata cara islam agar makanan itu tetap halal. Bunda selalu mengajari semua orang yang ada di rumah ini agar taat agama. Bunda juga selalu mengingatkan jika sudah mendengar adzan berkumandang tinggalkan pekerjaan apapun itu untuk bergegas berwudu untuk salat berjamaah di mushola samping rumah. Apa lagi kalau magrib itu mushola pasti penuh," jelas Asha.


Aku tidak menyangka jika keluarga Wijaya tenyata orang yang taat beragama. Mungkin dulu mereka kecolongan atas sikap Asha yang membangkang batin Ega.


Asha dan Ega berjalan menuju kandang kelinci peliharaannya.


Asha segera mengambil wortel segar untuk diberikan pada beberapa kelinci yang keluar masuk rumahnya. Ya Asha memang meminta sang papa untuk membuatkan rumah-rumah kecil untuk hewan kesayangnya.


Ega memperhatikan istrinya membelai rambut kepala kelinci kesayangannya dengan lembut segera ikut berjongkok menyodorkan wortel miliknya ke arah mulut kelinci yang mengerumuni istrinya.


"Sayang, kenapa kamu suka pelihara kelinci? Biasa wanita lebih suka memelihara kucing?" tanya Ega.


"Kalau kucing itu sudah biasa, yang suka kucing mbak Bila. Aku awalnya tidak suka tapi sejak pernah membaca artikel sebuah studi terkini yang dilakukan oleh sebuah tim spesialis di University of Missouri, yang dipimpin oleh Professor Rebecca Johnson mengutarakan bahwa kehadiran kelinci bisa memberikan ketenangan bagi perempuan. Lebih lanjut, para peneliti mengobservasi penurunan level hormon stres bernama kortisol dalam tubuh perempuan setelah membelai rambut kelinci yang lebat selama beberapa menit."


"Memelihara kelinci, menurut dr Johnson, termasuk dalam proses merawatnya, memfasilitasi si empunya untuk membangun hubungan sosial, mengajarkan perempuan untuk mengerti dirinya sendiri dan orang lain, serta bagaimana berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, mungkin ini terjadi karena perawatan kelinci cukup sulit dan butuh perawatan yang intensif, sehingga butuh masukan dan informasi dari banyak orang. Perempuan yang memelihara kelinci pun diteliti memiliki kontrol emosi dan sikap yang lebih baik. Kelinci pun sering digunakan sebagai bagian dari terapi untuk membantu penyembuhan sakit serius pada anak-anak dan remaja, seperti autisme, depresi, serta kurang percaya diri," jelas Asha.

__ADS_1


"Apa ada hewan peliharaan lagi disini?"


"Ada, di belakang ada ikan koin, lele yang di ternakkan sama pak Men. Di sana juga ada tanaman sayur organik yang ditanam langsung oleh bunda, taman bongsai, juga ada. Mas mau lihat, ayo aku ajak keliling!" Asha menggandeng tangan suaminya keluar kandang kelinci.


__ADS_2