Wedding Agreement

Wedding Agreement
122. eps 122


__ADS_3

Asha melihat kedua sahabatnya sudah terlelap dalam mimpinya yang berada di kamar tamu, ia berjalan berjijit mengendap-endap keluar kamar.


Sampai di kamar ia mengambil ponselnya mengaktifkannya untuk melihat notifikasi masuk.


Ada lima pesan wa dari suaminya, satu sebuah foto.


Suamiku


Cemburu ya?


Suamiku


Kenapa dimatikan? Marah ya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Suamiku


Ini ceweknya cantikkan


Suamiku



Suamiku


Hanya dia wanita cantik versiku😘😘


Asha senyum-senyum sendiri membaca pesan whatsapp suaminya, ia segera membalasnya.


Istriku


Dimana kamu Mas?


Hampir lima menit pesan whatsappnya hanya centang biru tanpa ada balasan dari suaminya.


"Asyik banget kamu ngopi, Mas. Sama siapa sich sebenarnya sampai mengabaikan aku," ucap Asha dengan membolak-balikkan ponselnya berharap suaminya segera membalas pesan yang ia kirim.


Istriku


Mas sebenarnya kamu dimana? Sibuk banget ya sampai lupa, apa seasyik itu ngopinya? Enakan buatannya siapa?


Sama pesan yang ia kirim hanya dibaca tanpa ada balasan.


Istriku


Mas?! Kalau hanya kamu baca ngak kamu balas jangan harap bisa tidur denganku!


Asha yang merasa kesal dengan sikap suaminya segera mengirim pesan ancaman padanya. Tidak butuh waktu lama pesan pun terbalaskan dengan sebuah foto suaminya.


Suamiku


Lah



Lagi sibuk baca puisi buat kamu nanti


Asha dengan lihai mengetik kata demi kata lalu mengirim pada Ega.


Istriku


Puisi apa? Sudah kalau masih ingin dapat jatah pulang!

__ADS_1


Suamiku


Malam ini aku tidak akan pulang, bersenang-senanglah bersama teman-teman kamu. Tidurlah juga sama mereka ini malam terakhir kamu bisa tidur bersama Diana juga Naila setelah ini aku tidak akan mengizinkan kamu lagi.


Istriku


Aku ngak bisa tidur kalau ngak peluk kamu😭😭😭


Suamiku


My love, please smile before you sleep and smile again when you wake up. Imagine that I’m next to you. I send my hug from here. I love you. Honey, I imagine your beautiful face now, your soft voice, and your sweet smile. See the stars on the sky. They wink at you. Have a nice dream. I can’t wait to see you tomorrow, my sunshine. Have a good rest. Good night.


Istriku


😘😘😘 Matahari terbit dan terbenam setiap hari. Tidak ada yang tahu kapan dunia akan berhenti. Tapi, cintaku tidak akan berhenti. Aku akan selalu mencintaimu. Tidur yang nyenyak. Selamat malam, cintaku! Sampai bertemu besok.


Dia sebenarnya sama siapa sich batin Asha yang masih belum bisa tidur.


Istriku


Mas kamu sama siapa?


Suamiku


Aku sama Rizki, Rian juga Kevin. Cepatlah tidur! Aku tidak akan macam-macam. Aku malam ini akan menginap di apartemen Rizki.


Istriku


Beneran ngak bohong?


Suamiku


Ini Rian



***


Di cafe Rizki yang lihat Ega main ponsel saja segera menyikut lengan sahabatnya itu.


"Elo ngak kita kumpul tapi sibuk sama ponselmu!" tegur Rizki.


"Maaf, istriku ngak bisa tidur. Dia nanyain gue dimana. Elo tahu kan gue ngak pernah keluar kalau malam, keluar juga ama dia."


"Oh, Naila jadi nginap di apartemen elo?"


"Jadi, mereka sudah pada tidur. Eh bro, itu Rian suka ngak sich sama Diana? Aku takutnya ngenalin ke Kevin eh ternyata Rian suka sama Diana," bisik Ega pada Rizki.


"Kelihatannya ngak, tapi kita kan ngak tahu isi hati orang. Biarkan saja, siapa yang dulu dia yang dapat."


"Bro, kamu menginap dimana malam ini?" tanya Rizki pada Kevin.


Yang bersangkutan di tanya segera menoleh.


"Gue."


"Iya, masa Rian," ketus Rizki.


"Di apartemen elo, mau dimana lagi. Dulu Ega belum nikah gue numpang dia, sekarang dia sudah punya bini ngak enak sama dia nanti gue jadi obat nyamuk," jawab Kevin.


"Gue malam ini juga numpang di apartemen elo, biar kita bisa rame-rame seru-seruan," sahut Ega.

__ADS_1


"Apa-apa ini, kenapa kalian pada numpang gue. Apartemen gue bukan panti asuhan. Elo numpang sekalian ngak Ian?" tanya Rizki.


"Mereka iya, gue juga lah. Sekali-kali makan gratis numpang teman," jawab Rian.


****


Pagi hari di apartemen Asha sibuk membuatkan sarapan buat sahabatnya.


"Pagi cantik," sapa Naila dengan masih menguap beberapa kali.


"Eh sudah bangun, gimana nyenyak tidurnya? Mana Diana?" tanya Asha dengan menata nasi goreng di atas meja makan.


Naila duduk di meja makan dengan memperhatikan sahabatnya yang berbeda tidak lagi seperti dulu.


"Sha, ini semua yang masak kamu?"


Asha menjawab dengan senyuman.


"Setiap hari kamu yang melakukan ini?"


"Tidak juga," jawab Asha.


"Lalu siapa yang melakukannya?"


"Mas Ega."


Naila mendengar nama suami sahabatnya segera clingukan mencari sang tuan rumah.


"Suami kamu mana?"


Harus aku jawab apa ke Naila. Kalau aku jawab dia bermalam di rumah Rizki pasti ia mengira kami bertengkar batin Asha.


"Sha kamu bertengkar ya sama suami kamu gara-gara kita menginap disini?" tanya Naila.


Naila berdiri lalu memeluk sahabatnya itu karena merasa bersalah.


"Tidak, Mas Ega sudah berangkat lebih awal hari ini karena ada meeting pagi ini. Mas Ega itu orangnya pengertian tidak akan marah hanya gara-gara kalian. Justru dia bilang kalau ada waktu akan mengajak kalian makan bersama agar bisa lebih akrab dengan kalian," bohong Asha.


Maaf aku berbohong dikit, ini bohong juga buat kebaikan pikir Asha.


"Gimana jika nanti," saran Naila. "Biar Diana ikut juga, siapa tahu suami kamu ajak temannya biar ngak kasihan Diana itu," jelas Naila.


Yang dibicarakan keluar dari kamar langsung melontarkan pertanyaan.


"Kasihan kenapa? Aku itu tidak perlu kalian dikasihani. Sudah aku nanti malam juga mau siap-siap, besok sore aku sudah berangkat," sahut Diana.


"Secepat itukah? Apa tidak bisa di undur beberapa hari lagi," tanya Asha.


Diana menggeleng.


"Aku dengar kontrak kerja kamu masih tanggal 1 bulan depan. Ini masih tanggal 20, Din. Kamu mau ngapain disana?" tanya Naila.


"Aku mau cari kontrakan, setidaknya aku bisa tahu daerah sana sebelum kerja. Aku disana itu sendiri, kamu tahu kalau aku ini susah beradaptasi," lirih Diana.


"Kenapa juga harus di Kediri kenapa ngak di Malang aja? Sha, masukin Diana di rumah sakit kamu dong," mohon Naila. "Biar kita tetap bersama-sama," jelasnya lagi.


"Iya nanti aku bilang sama Mas Ega, kamu tahukan aku sendiri aja minta izin praktek disana ngak boleh sama Mas Ega."


"Kok ngak boleh apa alasannya. Kamu kan juga lulusan dokter terbaik, nilai ipk kamu tinggi, bahkan kamu peringkat lima besar dengan nilai terbaik," cerocos Naila.


Asha diam ia juga tidak tahu alasan suaminya itu.

__ADS_1


"Percuma dong dia memberi rumah sakit itu padamu tapi kamunya ngak boleh terjun langsung," sahut Diana.


__ADS_2