Wedding Agreement

Wedding Agreement
27 Season 2


__ADS_3

Di ruang kerja, Yuda masih berusaha mengingatnya. Terlintas sekilas bayangan dibenaknya ketika berada di ruangan sang bos mendengar keributan ob


"Itukan OB, yang dulu kenapa ada disini?! Terus kenapa bos memanggil 'Dek'. Apa yang sebenarnya terjadi, kemarin-kemarin bos sangat membencinya sekarang tinggal bersama. Aku harus menginterogasinya. Pikir Yuda di dalam hatinya.


"Kenapa kamu menatap bosmu seperti itu? Dimana etika kamu," hardik Arsen yang bisa membaca pikiran asistennya yang akan bertanya siapa Adiba.


"Bos itu siapa? Kok cantik banget, kembaran si bos tapi kok beda ngak ada miripnya atau itu simpanan si Bos. Oh, apa itu OB yang menyamar di perusahan," cecar Yuda dengan berbagai pertanyaan.


Arsen menatap bawahnya, lalu mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke meja. Ia tidak suka dengan pertanyaan Yuda yang terlalu ikut campur urusan pribadinya itu.


"Apa perlu aku menjawab pertanyaan kamu?" hardik Arsen dengan sorot mata membunuh.

__ADS_1


Yuda menaikkan alisnya, kemudian ia segera membicarakan pekerjaan agar tidak kena amukan si bos yang dapat berakibat fatal kehilangan bonus bulanan.


"Bos, ini jadwal yang sudah aku perbarui kemarin. Ini meeting yang bos cancel selama cuti dua hari ini aku masukan hari ini dari pukul sembilan mungkin sampai jam delapan malam," jelas Yuda.


"Apa?!" terkejut Arsen yang mengetahui jadwalnya begitu padat hari ini padahal ia masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan tunangannya untuk membahas rencana pernikahan. Dan masih banyak lagi yang ingin ia lakukan berdua dengan kekasihnya termasuk kencan.


"Kenapa kamu tidak membicarakan denganku dulu," tegas Arsen lagi yang tidak suka dengan cara kerja asistennya itu yang tidak memikirkan ia ada waktu tidak.


"Bos ini aku bicara dengan kamu, biasanya kamu juga just have fun dengan apa jadwal yang aku buat. Ini semua penting tidak ada yang engak, emang bos mau kita bangkrut. Bos sudah menunda pertemuan penting-penting lo," tegur Yuda.


"Baiklah, aku akan langsung ke hotel pukul delapan. Kamu ke kantor urus semua pekerjaan disana setelah itu kamu menyusulku," perintah Arsen.

__ADS_1


"Bos, aku nebeng. Aku tunggu ya tadi aku ngak bawa mobil, mobilku lagi masuk bengkel."


"Tidak ada tebeng-menebeng, kamu pergi sana naik taxi. Aku masih lama," usir Arsen.


Sialan! umpat Yuda di dalam hatinya. Niatnya datang kesini untuk meminta gratisan berangkat ke kantor dan numpang sarapan pagi sia-sia.


"Bos, tumben pelit," lirih Yuda memelas.


Arsen melototkan matanya, "Pelit itu urusanku. Kamu itu dibelas kasihani tapi ngak sadar diri. Makin lama makin lunjak tahu." Ia sebenarnya ngak tega bicara dengan kasar pada Yuda apa lagi dia adalah rekan kerja serta sudah ia anggap sebagai sahabat dan lebih dari saudara. Ia memberi kunci mobil untuk Yuda agar berangkat lebih dulu. "Pakailah mobilku."


"Bos makasih ya," ucap Yuda menyambar kuncinya dengan cepat. "Bos selamat bersenang-senang ya, jangan lupa nanti bonus buatku. Untuk tutup mulut," ucap Yuda dengan berlari meninggalkan ruang kerja sang bos.

__ADS_1


"Dasar anak buah kurang ajar," ucap Arsen dengan melempar dokumen mengenai punggung Yuda.


Bersambung.. Maaf sedikit ya..


__ADS_2