Wedding Agreement

Wedding Agreement
32 Season 2


__ADS_3

Arsen membuka pintu kamar Adiba, melihatnya sudah terlelap tidur, ia menutupnya pelan-pelan agar tidak membuat ia terbangun. Ia menuju ruang kerjanya, ia segera menghubungi mamanya untuk meminta restu agar niat baiknya untuk meminang Adiba disegerakan dan diberikan kemudahan dan kelancaran.


Arsen yang mencari nomer kontak sang mama, tiba-tiba panggilan masuk dari beliau.


"Kebetulan mama telepon," lirih Arsen dengan menggesernya dengan segera. "Hallo, assalamualaikum," sapa Arsen.


"Waalaikumsalam, sudah tidur kamu, Nak?'


"Belum, Mah. Mama lagi apa? Sudah sarapan?" tanya Arsen. Tempat mereka memiliki selesai waktu 10 jam.


"Sudah, Sayang gimana keadaan kamu. Nak, apa kamu sudah mendapatkan teman hidup kamu? Mama selalu berdoa agar kamu segera menemukan wanita yang kamu cintai," lirih Asha.


"Arsen sangat bahagia, juga dalam keadaan sehat. Masalah teman hidup, mama jangan khawatir. Aku sudah menemukannya, bahkan sudah melamarnya. Kini aku ingin segera menghalalkannya," jelas Arsen pada mamanya.

__ADS_1


Alhamdulillah, doa setiap sujud mama terkabulkan. Semoga itu wanita yang bisa membuat kamu bahagia dan bangkit lagi, Nak.


"Siapa wanita beruntung itu? Dia asli orang mana? Apa orang New York, lantas agamanya apa? Mama harap calon istri kamu seiman dengan kita," Asha menghujani pertanyaan pada putranya.


Semoga mama merestui hubunganku dengan Adiba, kalaupun nanti mama tidak setuju aku akan tetap menikahinya. Ini adalah kebahagianku, aku yang menjalaninya, jadi aku jugalah yang berhak menentukan siapa yang pantas dan tidak pantas menjadi pasangan hidupku. Aku tidak mau menyesal atau kehilang untuk kedua kalinya batin Arsen.


"Akulah yang beruntung bukan dia yang beruntung mendapatkan aku," tegas Arsen. "Aku berharap mama merestui pernikahanku nanti, calon istriku bukan wanita hebat, juga bukan menantu idaman tapi bagiku dialah yang paling sempurna. Mungkin mama kecewa, atas pilihanku. Yang pasti dia seiman dengan kita," jelas Arsen.


Semoga kamu ngak salah pilih, Nak.


"Terimakasih, Mah. Tapi, bagaimana dengan papa. Apa beliau merestui hubunganku dengan wanita pilihanku yang tidak sederajat dengan kita. Bahkan martabatnya sangat jauh dari kita tapi kalau soal iman aku yakin dia wanita yang sholeha makanya aku memilih dia," jelas Arsen.


Asha tersenyum, ia memberikan ponselnya pada suaminya agar bicara.

__ADS_1


Ega menerimanya, ia juga mendengar semua ucapan putranya karena istrinya segala loudspeaker panggilan teleponnya.


"Nak, memang papamu ini orang yang pilih-pilih apalagi untuk calon-calon menantu. Papa hanya memilih orang yang beriman, sholeh sholeha yang berpendidikan pasti juga berakhlak baik," sahut Ega.


"Papa," lirih Arsen yang terkejut mendengar suara sang papa.


Kalau itu sudah ada di Adiba tapi kalau kekayaan Adiba tidak memilikinya batin Arsen.


"Nak, kalau calon kamu sudah seperti kreteria papa di atas halalkan dengan segera agar tidak ada zina diantara kamu dan dia. Kalian sudah dewasa banyak setan yang akan selalu menggoda kalian," nasihat Ega pada putra mertuanya.


"Hem, tapi dia miskin, dia anak yatim piatu, apa papa akan merestui kami. Tapi Arsen bisa menjamin dia wanita sholeha, wanita yang baik karena aku mengenalnya sangat lama," tanya Arsen kembali lagi untuk memastikannya.


Apa itu Adiba?! Pikir Ega mendengar ucapan putranya yang telah mengenal lama.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2