Wedding Agreement

Wedding Agreement
18 Season 2


__ADS_3

"Apa kamu akan tetap menerimaku kalau aku sudah tidak lagi virgin?" selidik Adiba. " Aku bukan wanita baik-baik," ucapnya lagi.


Arsen memeluk Adiba, "Aku akan tetap menerima kamu apanya, bagiku hidup menua bersamamu itu lebih dari cukup. Mari kita mulai dari awal lagi."


Arsen melepas pelukannya, ia mengusap pipi Adiba yang dibasahi oleh air mata, "Jangan menangis lagi! Aku tidak akan membiarkan air matamu mengotori wajah cantik kamu, sayang. Aku berjanji akan merubah sikapku."


"Shut." Adiba meletakan jari telunjuknya dibibir Arsen agar tidak mengumbar janji, ia tidak ingin Arsen semakin berdosa karena janjinya.


"Ada apa, apa kamu tidak percaya dengan ucapanku?"


Aku sangat percaya. Aku yakin kamu berubah arogan karena salahku dimasa lalu, aku tahu kamu memiliki sifat lembut, penyayang seperti papa kamu. Bahkan kamu dulu tidak pernah meninggalkan kewajiban lima waktu kamu.


"Aku percaya. Tetapi, jangan terlalu mengungkap janji. Takutnya kamu ingkar," lirih Adiba.


"Berarti kamu mau kembali denganku?" tanya Arsen dengan hati yang sangat bahagia berharap ini bukan mimpi.

__ADS_1


Adiba menjawab dengan isyarat mengangguk, jika ia mau mencoba kembali untuk bersama dengan cinta pertamanya.


Arsen meraih tangan Adiba memberikan cium yang bertubi-tubi dengan perasaan yang berbunga-bunga bagaikan kupu yang beterbangan mengelilingi bunga yang bermekaran.


"Terimakasih sayang," ucap Arsen.


.


.


.


"Lio, biarkan aku kembali dikontrakanku," pinta Adiba yang ngak ingin mereka berbuat dosa karena tinggal satu atap tanpa ada orang ketiga diantara mereka.


Arsen menyesap kopi terakhirnya sebelum meletakkan cangkirnya di atas meja dan menjawab ucapan Adiba.

__ADS_1


"Tidak, kamu akan tetap tinggal disini. Disana tidak aman untuk kamu, aku juga tidak ingin para preman itu mengusik wanitaku," tegas Arsen dengan wajah datarnya yang tidak bisa diganggu gugat atas ucapannya.


Adiba berdecak kesal, ia tidak ingin terjadi sesuatu antara ia dan Arsen. Walaupun mereka saling cinta pasti sehati-hatinya mereka untuk tidak berzina pasti sesekali ada setan yang berbisik untuk menjerumuskan mereka kedalam lubang api neraka.


Arsen melihat wajah ditengkuk wanitanya menaik turunkan alisnya berpikir apa sikapnya sudah keterlaluan hingga membuat Adiba kesal.


"Ba, apa aku salah memperhatikan kamu? Kenapa kamu seperti tidak suka begini? Katakan apa yang membuat menganjal dihatimu agar aku tahu apa yang kamu inginkan, agar kita tidak larut dalam kesalahpahaman," lirih Arsen.


"Aku hanya takut kita berbuat dosa. Kita hanya berdua, kamu laki-laki normal," ujar Adiba. "Bagaimana jika orangtua kamu tahu, kalau kamu tinggal bersama wanita tanpa ikatan yang halal. Apa papa Ega tidak murka," paparnya lagi. Ia sangat berharap jika Arsen mengizinkannya untuk kembali ke kontrakannya.


Arsen tersenyum menyeringai.


Apa kata-katamu salah, itu senyum-senyum ngak jelas atau penampilanku ada yang aneh. Pikirnya dengan melihat penampilannya dari atas sampai bawah.


"Sen, apa yang kamu tertawakan?!" pekik Adiba dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Kamu bicara begitu bilang aja kalau kamu ingin segera menikah denganku,'kan?" goda Arsen. "Jika iya, katakan saja ngak perlu malu. Lagian bentar lagi umur kamu kepala tiga, itu sudah sangat matang untuk berumah tangga," imbuhnya lagi.


__ADS_2