
Ega segera mengangkat tubuh istrinya ke kursi roda untuk dibawa ke ruang persalinan. Ingin rasanya ia membopong istrinya ke tempat persalinan namun tenaganya tidak sekuat dulu hingga ia tidak mau ambil resiko yang akan melukai tiga nyawa sekaligus.
Di ruang persalinan Asha melakukan pemeriksaan ternyata sudah mulai pembukaan terakhir. Asha tidak terlalu merasakan sakit hanya beberapa kali ia mengejan terdengar suara tangis bayi mungil. Ya bayi laki-laki yang begitu menggemaskan dengan selang beberapa menit terdengar kembali suara tangis bayi perempuan yang sangat cantik.
Seolah terbayarkan begitu saja ketika mendengar suara tangisan pertama dan melihat wajah bayi mungil tersebut Ega segera menggendongnya. Ia segera menghadap kiblat untuk mengadzani putra tampannya dengan suara lirih merdu dan lembut sesuai yang dilakukan Rasulullah sesuai HR. Tirmidzi.
رَوَى أَبُو رَافِعٍ : رَأَيْتُ النَّبِيَّ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ
Artinya: "Abu Rafi meriwayatkan: Aku melihat Rasulullah SAW mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah."
Selesai mengadzani putra dan putrinya ia segera membacakan surat Al-fatih, Al-imran ayat 36, surat Al-Ikhlas dan surat Al-Qadr. Dengan membacakan surat-surat itu ia berharap kelak juga pastinya akan menjadikan anak menjadi anak yang tumbuh dengan baik, sehat dan taat pada agama. Surat-surat yang ia baca termasuk istimewa dalam agama Islam maka dari itu baik untuk diucapkan pada sang anak yang baru lahir.
Kemudian ia membaca doa Allâhummaj'alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan yang memiliki arti: Ya Allah, jadikanlah bayi ini orang yang bertakwa kepada Allah, menjadi orang yang baik dan cerdas. Tumbuhkanlah dia dalam agama Islam dengan pertumbuhan yang baik.
Asha dan kedua putra putrinya telah dipindahkan ke ruang rawat inap. Ega tidak henti-hentinya mengucapkan syukur atas kebahagiaan yang ia miliki saat ini. Ia merasa sangat beruntung masih diberi kesempatan kedua untuk menikmati indahnya dunia berkumpul bersama kelurga kecilnya ditambah kehadiran bayi kembar yang sangat menggemaskan.
Ega menggecup kening istrinya yang istirahat tertidur pulas setelah melakukan perjuangan yang cukup menguras tenaga pikiran juga fisik antara memperjuangkan tiga nyawa sekaligus.
"Terimakasih sayang, engkau telah memberikan aku putra putri yang sangat tampan dan cantik semoga kelak mereka jadi anak yang sholeh sholeha," lirih Ega.
"Aamiin, Mas."
__ADS_1
"Maaf sayang, aku membangunkan kamu," lirih Ega.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap salam Aira dan Raka yang baru saja tiba.
"Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bunda, papa. Masuk pah, lihat anak kami! Dua-duanya sepertiku," ucap Ega yang pamer anaknya.
"Benar bunda, itu tidak adil masa aku yang mengandung sembilan bulan dan melahirkan tidak ada sedikit saja wajahku," cabik Asha.
Aira dan Raka terkekeh.
Aira segera menggendong bayi perempuan sedangkan Raka menggedong bayi laki-laki untuk duduk disofa. Aira segera mendekatkan kedua cucunya sambil berdoa sembari menggendongnya.
"A'udzu bikalimatilLahi at-tammatimin kulli syaithanin wa hammatin wamin kulli 'ainin lammatin."
Raka juga membaca doa yang bisa dibacakan itu adalah Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakarta al-wahiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu, yang memiliki arti Keberkahan bagimu atas apa yang telah dikaruniakan kepadamu, Kau bersyukur kepada Sang Pemberi, telah tiba dari Nya dan semoga dilimpahi rezeki atas KebaikanNya.
"Nak, kamu beri nama siapa anak kembar kalian?" tanya Raka.
"Adelia Faranisa Aznii dan Adelio Orlando Arsenio, menurut kamu gimana sayang?" ucap Ega.
"Artinya apa?"
__ADS_1
"Adelia Faranisa Aznii adalah perempuan yang selalu gembira, cantik dan mulia. Sedangkan Adelio Orlando Arsenio adalah laki-laki seperti pangeran mulia yang gagah berani, terkenal kepenjuru negeri."
****
Dua tahun kemudian hidup Asha dan Ega telah kembali seperti semula mereka hidup bahagia bersama anak-anak mereka. Ega pun sudah kembali pulih dari sakit batu ginjal setelah menjalani terapi hampir satu tahun lamanya. Kedua putra dan putrinya yang sangat lincah telah bisa berlari-lari kecil hingga terkadang membuat Asha kewalahan mengasuh mereka. Tapi, Asha tidak mau menggunakan jasa baby sitter ia ingin merawat kedua anaknya sendiri terkadang dibantu juga dengan Ega saat longgar waktu di kantor.
"Sayang sudah jangan lari-lari lagi," ucap Asha yang lelah mengejar Adelia.
"Mama, mama kejar Arsen," ucap putra Asha.
Asha duduk di lantai yang beralaskan karpet bulu yang telah ia siapkan di ruang keluarga bersama main putra putrinya dengan merentangkan kedua tangannya. Adelia dan Arsen berlari mendekat Asha dengan mencium Asha dengan penuh bahagia.
"Aku sayang mama," ucap bocah kembar itu secara bersamaan.
"Sayang mama saja, tidak sayang papa ini," sahut Ega yang baru saja pulang kerja.
Ega segera ikut bergabung dengan duduk disamping Asha dengan mengambil alih Adelia agar duduk dipangkuannya.
Mereka saling mencurahkan kebahagian dan saling berpelukan berharap nikmat kebahagian selalu berpihak pada mereka.
Tamat..
__ADS_1
Maaf tamatnya tidak memuaskan.. sebenarnya tamat untuk kisah Ega dan Asha awalnya aku buat sad ending kerna kalian tidak mau Ega mati aku ganti begini..🙏🙏🙏