Wedding Agreement

Wedding Agreement
4 season 2


__ADS_3

Arsen telah kembali ke New York untuk melanjutkan hari-harinya mengurus perusahaan yang ia dirikan lima tahun lalu. Ya perusahaan desainer dengan menciptakan berbagai gaun hingga pakai rumahan yang berkelas. Sampai di bandara ia siang hari, langsung menuju kantor dengan pakaian santainya.


Ia memakai kacamata hitam, celana pendek, dengan kaos oblong, tidak lupa masker yang menempel pada wajahnya hingga tidak ada yang mengetahui ia adalah seorang ceo. Berjalan menuju lift yang berada di ujung lorong resepsionis tanpa sengaja tubuh kekarnya ditabrak oleh ob dari belakang yang sedang membersihkan lantai membuat ia hampir terjungkal kedepan.


Arsen mengembuskan nafas kasar, sambil mengimbangi tubuhnya agar tidak terjatuh. Sedangkan Adiba mencoba mengulurkan tangannya untuk membantu Arsen.


"Lain kali kalau kerja hati-hati," hardik William dengan wajah datarnya.


"Maaf aku tidak sengaja," ucap wanita berhijab. Kenapa aku merasa suaranya tidak asing seperti familiar, ah tidak mungkin jika dia disini. Dia kan ada di Indonesia pikirnya menatap punggung laki-laki yang semakin jauh dari pandangan matanya.


.


.


.


Arsen duduk di sofa melepas masker juga kacamatanya yang ia kenakan. Kenapa kamu dulu tega meninggalkan aku, padahal kamu janji untuk setia berjuang bersama tapi kamu memilih untuk pergi dengan laki-laki lain batin Arsen mengingat jelas pengkhianatan kekasihnya tujuh tahun lalu dimana mereka lulus sekolah menengah atas.

__ADS_1


Adiba kau wanita yang telah membuat aku menderita selama ini, aku tidak akan memaafkan kalian berdua umpat serapah Arsen dengan mengepalkan tangannya.


Tok ... Tok ...


"Permisi tuan, ini dokumen yang harus ada tanda tangani," ucap sekertaris Arsen.


"Letakkan disitu!" perintah Arsen. "Oya, tolong suruh ob membersihkan ruanganku," ucap Arsen.


"Baik tuan. Tuan sebentar lagi kita ada rapat pemegang saham apa tidak sebaiknya tuan menganti pakaian anda," saran Yuda.


Setelah kepergian sekretarisnya, ia melepas kaos oblong miliknya belum sempat ia memakai kemejanya seeorang masuk tanpa permisi.


"Bisa ngak kamu masuk permisi dulu?! Keluar?!" hardik Arsen.


"Cepat keluar!" perintah Arsen dengan berteriak kencang. "Tutup pintunya!" tegasnya lagi.


Wanita cantik berhijab itu menghentakan kakinya keluar ruangan dengan kesal. Jauh-jauh dari lantai dasar menuju lantai dua puluh dengan membawa alat tempur di kedua tangannya tapi harus mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

__ADS_1


"Dasar bos, sudah mengotori mata perawanku tapi menyalahkan aku," umpatnya dengan menyandarkan tubuhnya dinding.


Arsen ke ruang rapat dengan kesal, beruntung belum ada orang orang yang datang hanya ada sekretarisnya.


"Siapa ob yang kamu suruh membersihkan ruangku? Apa dia tidak tahu sopan santun?" hardik Arsen.


Yuda gelagapan tidak bisa menjawab pertanyaan sang bos, ia hanya menghubungi bagian pimpinan ob untuk memerintahkan tanpa bertanya siapa namanya.


"Aku tanya kamu, kenapa diam?" hardik Arsen dengan memberikan tatapan membunuh pada Yuda.


"Maaf tuan, aku juga tidak tahu. Memang ada masalah apa, aku akan mencari tahu siapa yang membersihkan ruangan anda. Apa ada sesuatu atau barang tuan hilang, apa perlu aku melihat cctv?" cecar Yuda berbagai pertanyaan.


Arsen melambaikan tangan untuk melupakan saja.


"Gimana tuan?" tanya Yuda khawatir.


"Sudah lupakan! Semua orang telah datang, mari kita buka rapat kita hari ini," ucap Arsen.

__ADS_1


Yuda mengangguk ia memulai membuka rapat.


Bersambung


__ADS_2