Wedding Agreement

Wedding Agreement
155. Eps 155


__ADS_3

Di ruang operasi kini lampu masih menyala hampir lima jam lamanya belum ada tanda operasi selesai. Di depan pintu ruang operasi semua orang berdiri dengan cemas menunggu bagimana kondisi Ega.


"Bun, gimana jika Asha tahu jika suaminya mengalami kecelakan? Pasti dia shok, dia sedang hamil besar sebentar lagi meliharkan. Papa tidak tahu bagaimana kondisinya nanti," lirih Raka memengangi bahu istrinya.


"Pah, bunda juga tidak tahu harus berbuat apa. Kita berdoa saja untuk keselamatan menantu kita, semoga Allah masih memberi umur panjang Ega, dan diberikan kesembuhan. Semoga dia kuat menghadapi masa kritisnya saat ini. Kita berdoa pa, semoga operasinya berjalan lancar," tangis Aira.


"Jangan menangis bun, kita harus kuat. Ini cobaan untuk kita.


Nathan yang baru saja pulang dari dinas di luar kota mendapat kabar dari orangtuanya jika adik iparnya mengalami kecelakaan dan banyak kehilangan darah ia segera menyusul ke rumah sakit.


"Pah, gimana keadaan Ega? Lalu Asha dimana?" tanya Nathan dengan nafas naik turun tidak beraturan akibat berlarian menelusuri sepanjang koridor rumah sakit.

__ADS_1


"Adikmu di rumah, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kami tidak memberi tahu dia," lirih Raka.


"Lalu siapa yang memberi kabar buruk ini, pah, bun?" tanya Nathan selidik.


"Abah Jafar yang memberi tahu kami, asisten Rian sekaligus sahabatnya yang menghubungi abah. Kita juga tidak tahu bagaimana kronologi kejadian kecelakan Ega hingga membuat mobil miliknya sebagian hancur dan terbakar," jelas Raka.


"Sepertinya kecelakaan Ega ada yang merencanakan om, tante. Mobil Ega dua hari lalu baru di serviskan bersamaan dengan mobilku, saat kami mengambil mobil ada seseorang laki-laki muda mungkin usianya lebih muda lima tahun dari kami sedang debat dengan Ega. Aku juga tidak tahu siapa dia. Ega juga tidak memiliki musuh sebelumnya, rekan bisnis dengan relasinya sepertinya aman-aman saja tidak ada yang perlu di curigai hanya laki-laki itu saja," sahut Rizki panjang lebar.


"Om, tante tenang saja, kami akan segera mengurus dalang dari kecelakan Ega. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk segera menyelidiki hingga tersangka tertangkap. Selain polisi, anak buah Ega juga akan mengurus mandiri siapa yang telah berbuat keji, tega ke Ega," sela Rian.


"Dimana kalian saat Ega mengalami kecelakaan?" tanya Nathan.

__ADS_1


Entah mengapa Nathan mencurigai kedua sahabat adik iparnya, ia takut jika dalang semua ini adalah sahabatnya. Kita tidak tahu bagaimana isi hati seseorang sesungguhnya, mungkin mereka iri dengan apa yang Ega punya saat ini.


"Aku sedang dibelakang mobil Ega sedikit jauh, sedangkan Rian berada di kantor pusat. Pagi tadi kita rencananya akan mengadakan survai di restoran untuk acara jumpa pers yang di sewa oleh beberapa artis," jawab Rizki.


Sudah ku duga, pasti ini rencana busukmu. Jika kalian searah kenapa tidak mengunakan satu mobil pikir Nathan.


"Apa ada korban lain selain Ega?"


"Tidak ada, Ega mengalami kecelakan mandiri. Kalau begitu aku permisi untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi," pamit Rizki.


"Kamu hati-hati ya, Nak. Jangan sampai kejadian Ega terjadi pada kamu juga," ucap Aira sambil menepuk bahu Rizki yang mencium tangannya.

__ADS_1


__ADS_2