
"Aku Keira, kamu siapa? Terimakasih ya kamu sudah bersedia aku peluk, semoga kita bisa jadi teman."
"Bisa dong, Mbak. Aku Asha, berapa usia kandungan Mbak ini," ucap Asha dengan mengusap perut buncit wanita di depannya ia membayangkan kapan ia bisa hamil seperti itu.
"Masih enam bulan, kamu sudah lama menikah ya. Kamu cantik banget, semoga anakku nanti cantik seperti kamu ya," ucap Keira.
****
Di tempat lain Diana sedang membawa satu gelas jus untuk segera bergabung bersama Naila dan Asha yang sedang sibuk bercengkrama.
Saat mereka berjalan menuju kursi, dimana ada sahabatnya tanpa sengaja seseorang menabraknya.
Bruk
"Maaf aku tidak sengaja," ucap Rian dengan mengambil sapu tangan untuk membersihkan gaun wanita yang ia tabrak.
"Sudah biar aku bersih sendiri," ucap Diana menundukkan wajahnya tanpa melihat laki-laki di depannya.
Diana segera mendogakan wajahnya tanpa sengaja kepalanya membentur dagu orang yang di tabraknya hingga mereka saling bertatap muka.
"Kamu!" ucap mereka bersamaan.
"Maaf ya, baju kamu jadi kotor," kata Rian melepas jasnya lalu memakaikan pada tubuh Diana.
Diana tersenyum.
"Siapa nama kamu?" tanya Rian dengan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Aku Diana, kamu sendiri siapa? Makasih ya kamu sudah banyak sekali menolongku."
__ADS_1
"Itu sudah biasa, masa ada wanita cantik kesusahan aku mengabaikannya," tawa Rian.
Biasa! Dia bilang! Jadi dia tidak ada ketertarikan padaku batin Diana.
"Gitu ya, kalau gitu aku permisi."
"Mau kemana? Boleh gabung?!" tanya Rian.
"Kesana, mau bergabung bersama Naila dan Asha. Kalau mau ikut, ayo!" jawab Diana.
Diana segera duduk di samping Asha tanpa bicara atau menyapa.
"Kamu dari mana? Dari tadi aku cariin ngak ada, jangan-jangan kamu lagi ...," ucap Asha sengaja menggantung perkataannya.
"Jangan sembarang ngomong, aku lagi ambil minum tadi haus. Oya, Nil. Itu pacar baru kamu ya," tanya Diana mengalihkan pembicaraan.
"Ambil minum! Gelas kamu saja kosong," ketus Asha. "Itu jas siapa yang kamu pakai jangan-jangan gebetan kamu ya?" tanya Asha menerka-nerka.
"Oh ini, ini jas milik Rian. Tadi tak sengaja dia menumpahkan jus ke gaunku hingga kotor lalu dia meminjamkan padaku," jelas Diana dengan memperlihatkan gaunnya.
"Wah seperti ada yang mulai jatuh cinta ya, berarti tidak ada lagi yang jones, jopratu, kita bisa liburan bareng bersama pasangan kita," tawa Naila.
"Jopratu?! Istilah apa itu? Aku kok baru dengar?"
"Jomblo perawan tua," ucap Naila.
Seketika Asha dan Diana tertawa mendengar ucapan sahabatnya karena mungkin bahasa temannya itu bahasa keren anak muda tapi menurutnya ia tidak pernah mendengar kata seperti itu.
"Diam!" bentak Naila. "Apa yang kalian tertawakan?! Tidak lucu, itu bahasa adek aku yang selalu bilang ke aku, makanya aku ganti ledek ke kamu," tegas Naila.
__ADS_1
"Adik kamu yang masih berumur sepuluh tau itu? Anak kecil ada-ada aja, dulu aku pas tinggal di perumahan juga ada anak bilang kalau ngak kepo ngak tahu informasi," sahut Asha.
***
Ega, Rian dan Rizki melihat sahabatnya bersama wanita cantik segera menghampiri untuk meledeknya.
"Punya pacar ngak mau ngenalin ke kita sepertinya lupa dengan persahabatan kita ya," ledek Ega.
"Betul kamu, Ga. Tapi kenapa wajahnya ngak asing sepertinya siapa ya ..." Rizki mulai menerka-nerka untuk meningat jelas wanita feminim yang ada di depannya.
Ega dan Rian pun mulai berpikir keras hingga mereka memperlihatkan lipatan demi lipatan pada dahinya.
"Mita," ucap Ega, Rian, Rizki secara bersamaan. "Kamu kok jadi berubah?" tanya mereka secara bersamaan.
Mita adalah cucu angkat dari gank mafia sabuk hitam dimana Ega dulu jadi ketuanya.
"Berubah gimana?! Menurutku dia masih sama seperti Mita yang ku kenal dulu tapi kini ia lebih kelihatan dewasa dan lebih cantik pastinya," puji Kamal.
"Kamu Mal, aku tahu dari dulu kamu menyukainya tapi dia menyukai kamu tidak," kata Ega keceplosan.
"Kamu berubah jadi ondel-ondel begini karena siapa?" ledek Rizki yang memang suka bercanda.
"Ondel-ondel?!" tegas Kamal tidak terima wanita yang ia cintai dihina. "Lihat dia! Buka mata kamu? Dia itu cantik tahu, kamu saja yang buta ngak bisa bedakan wanita cantik dan tidak," kesal Kamal.
"Iya aku cuma bercanda tadi," ucap Rizki.
Ega yang melihat suasana sahabatnya saling menatap dan melototkan wajahnya segera menenggahi agar tidak timbul percekcokan.
"Susah dech kalian ini sudah pada dewasa. Kamu itu, Mal, tidak tahu kalau Rizki memang suka godain Mita," jelas Ega. "Kamu juga Riz, kalau bercanda jangan keterlaluan. Mit, kalau boleh berpendapat aku suka lihat kamu jadi wanita cantik seperti ini dari pada kamu jadi anak pank," ucapnya lagi.
__ADS_1
Ega memujiku, apa berarti dia juga menyukaiku harusnya dari dulu aku berubah. Dia bilang seperti itu menandakan memberikan sinyal untukku, aku harus mengejar dia, mendapatkan cintanya batin Mita.
Bersambung.