Wedding Agreement

Wedding Agreement
130.eps 130


__ADS_3

Ega tidak panik melihat istrinya pingsan karena merupakan kondisi yang cukup sering ditemukan dalam keseharian. Penyebabnya sangat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, pingsan juga bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang lebih buruk, misalnya penurunan kesadaran akibat stroke. Karena itu, jangan sepelekan pingsan dan ketahuilah cara pertolongan pertama yang tepat pada orang pingsan.


 


Ketika pingsan, orang mengalami kehilangan kesadaran secara sementara yang berkaitan dengan penurunan aliran darah ke otak. Saat aliran darah ke otak menurun, maka kebutuhan otak atas oksigen dan nutrien (gula darah) tidak akan tercukupi sehingga otak kehilangan kemampuannya untuk berfungsi secara normal. Pada akhirnya, terjadilah pingsan.


Ega segera melakukan pertolongan pertama ia memposisikan Asha dalam keadaan berbaring. Ega segera meninggikan area kaki dengan sangga area kaki dengan bantal sehingga letak kaki menjadi lebih tinggi daripada kepala. Hal ini akan memperbanyak aliran darah menuju otak. Dengan posisikan kaki lebih tinggi kira-kira 30 cm bila memungkinkan. Ia melonggarkan pakaian Asha, agar memudahkan sirkulasi. Tidak lama Asha mulai sadarkan diri.


"Sayang, kamu sudah sadar?"


"Aku kenapa, Mas?"


"Kamu pingsan? Apa yang kamu rasakan sekarang? Ega bertanya karena ia takut jika pingsan istrinya bukanlah pingsan biasa yang ditandai dengan bibir dan wajah penderita membiru, detak jantung sangat lemah, ada keluhan nyeri dada sebelumnya, napas terlihat sesak, sulit dibangunkan, tampak kebingungan, gelisah, tidak menyadari kondisi sekitar.


"Ngak ada Mas, aku tadi mungkin hanya dehidrasi saja."

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit ya, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kamu. Kamu masih kuat berjalan tidak? Jika masih terasa pusing dan lemas biar Mas menggendongmu."


"Kuatlah mas, kita tidak perlu ke rumah sakit kita pulang saja aku pasti setelah di buat tidur akan pulih lagi," tolak Asha.


"Sayang tidak ada penolakan, kita sekalian periksa kehamilan kamu," tegas Ega.


Hamil katanya! Sejak kapan aku hamil aneh Mas Ega ini.


Ega yang melihat istrinya masih diam mematung segera mengambil tas Asha kemudian membopongnya menuju mobil yang terparkir di lantai dasar.


"Jangan banyak gerak kasihan anakku yang ada di dalam rahimmu!" tegas Ega yang tidak ada bantahan.


"Kalau ngak mau menurunkanku, aku akan memberontak!" ancam Asha ia malu jika harus menjadi pemandangan oleh semua karyawannya yang masih jam kerja itu. Ia tidak mau di bilang istri manja yang pamer kemesraan.


Ega segera menurunkan istrinya lalu ia merangkul pundak Asha saat berjalan ia takut jika sang istri pingsan kembali.

__ADS_1


"Mas kamu kok bilang aku hamil memang kamu tahu? Kita juga belum periksa aku juga tidak ada rasa-rasa atau tanda-tanda hamil," ketus Asha.


"Aku ini juga dokter sayang, walaupun buka dokter kandungan tapi sedikit-sedikit aku paham. Makanya untuk memastikannya aku mengajak kamu periksa ke dokter obgyn agar tahu pastinya. Lagi pula kamu juga sudah lama tidak datang bulan," pungkas Ega.


Ya memang benar mungkin sudah dua minggu ia telat datang bulan tapi ini bukan pertama ia telat makanya ia tidak pernah memeriksanya sejak dua kali ia kecewa karena hasil yang negatif.


"Mas, aku takut jika ternyata hasilnya negatif seperti yang lalu-lalu," lirih Asha sendu.


"Sayang, kalau ini Mas yakin jika kamu benar-benar hamil. Sudah kamu tenang saja."


Sampai di depan gedung perusahaan Albram, Ega segera membukakan pintu mobil untuk sang istri, ia juga membantunya duduk senyaman mungkin dengan memasangkan sabuk pengamannya.


Ega segera mengitari mobilnya lalu duduk di kursi pengemudi. Ega mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak ingin membuat guncangan pada perut sang istri yang masih rentan dengan keguguran. Ia sangat yakin seratus persen jika istrinya kini telah mengandung buah cinta mereka.


Sampai di depan rumah sakit miliknya, Ega dengan bersemangat untuk masuk ke dalam menuju ruangan pemeriksaan obgyn. Berbeda dengan Asha yang berjalan gontai tak bersemangat ia takut jika hasilnya negatif tidak sesuai yang di harapkan suaminya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2