
Arsen meraih tangan Adiba, "Orangtuaku, telah menyetujui dengan siapapun aku menikah. Merekalah yang memintaku untuk mencari kamu, mengejar cintaku. Mencari kebahagianku."
"Sudah malam aku mau shalat isya dulu, apa kamu mau jadi imamku?"
Arsen mengangguk. Ia segera mengekori Adiba menuju kamar untuk mengambil air wudhu. Ia menunggu kekasihnya berwudhu, ia menyiapkan dua saja'dah untuk mereka shalat berjamaah.
Arsen shalat menjadi imam, beruntung selama beberapa bulan ini ia telah bertaubat. Dulu setelah kesalahpahaman, ia meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Bahkan ia juga masuk ke dalam gelapnya dunia malam, mabuk-mabukan, mencoba barang-barang haram tapi lambat laun ia sadar itu hanya merugikan dirinya sendiri hingga ia bertaubat kembali menjadi Arsen yang dulu.
Setelah menaikan ibadah shalat isya, ia membaca doa bersama. Ia tidak lupa mengulurkan tangannya untuk Adiba berharap wanitanya itu mau mencium telapak tangannya. Tak disangka, Adiba melakukan apa yang ia kode.
Ia mengusap kepala yang terbungkus mekuneh warna putih itu. Di dalam hatinya ia berdoa semoga ia diberi kelancaran untuk menghalalkannya.
"Kamu istirahat duluan, aku masih ingin berdoa," perintah Adiba dengan tersenyum.
Setelah melihat Arsen keluar dari dalam kamarnya, ia segera membuka kedua tangannya memohon pada Sang Pencipta.
__ADS_1
Ya Allah, terimakasih Engkau sudah menjadikan dia dan mempertemukanku dengannya. Terima kasih untuk saat-saat indah yang sudah kami nikmati bersama. Terima kasih setiap pertemuan yang sudah kami lalui bersama setiap saat-saat yang lalu. Namun aku datang bersujud pada-Mu,
sucikan hatiku ya Allah, agar bisa melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidupku. Ya Allah, apabila aku bukan jadi pemiliknya
janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya, janganlah biarkan aku melabuhkan hatiku di hatinya. Kikislah pesonanya dari setiap pelusuk mataku, dan usirlah dia dari relung hatiku. Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini, dengan beri dari dan pada-Mu yang tulus dan murni. Tolonglah saya agar bisa mengasihinya cuma sebagai seorang sahabat. Abadi apabila Engkau ciptakan dia untukku, ya Allah,
satukan hati kami. Aamin aamiin Yarobbalamiin.
Ditempat lain, Arsen sedang berbaring diatas ranjangnya. Ia juga berdoa didalam hatinya memohon untuk tetap dipersatukan pada Adiba apapun yang terjadi nanti. Ia berdoa dengan memejamkan matanya.
Ya Allah
Namun apabila bukan jodohku, jodohkanlah.
Bila dia tidak berjodoh denganku, karenanya jadikanlah kami berjodoh.
__ADS_1
Bila dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku.
Bila dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku.
Dan pada saat dia sudah tidak mempunyai jodoh, jodohkanlah kami kembali.
Bila dia jodoh orang lain, putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku.
Bila dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali si dia dengan ku.
Arsen setelah berdoa, tidak dapat memejamkan matanya. Ia bergegas keluar kamar untuk menemui sang pujaan hati berharap Adiba juga tidak bisa tidur seperti dirinya.
Ia membuka handle pintu kamar Adiba dengan hati-hati, melihat lampu masih menyala ia yakin wanitanya sama seperti dirinya.
__ADS_1
Ia berjalan dengan semangat menuju sofa tempat Adiba berbaring yang terlihat punggungnya saja.
Bersambung..