
Aira menuntut putrinya untuk duduk di kursi panjang, Aira memeluk Asha dengan mengusap lengan bahunya untuk memberikan ketenangan.
"Nak, Allah sayang pada suamimu hingga Allah memberikan cobaan ini padanya. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT pernah berfirman yang artinya ; Jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku turunkan ujian (kesulitan dan kesempitan) kepadanya. Hal itu agar ia memohon kepadaKu (agar ujian dapat diangkat darinya melalui doa-doa yang dipanjatkan). Bunda yakin suamimu orang yang sangat kuat, pasti ia akan mampu melewati semua musibah ini," jelas Aira tidak bicara secara langsung.
Asha menatap bundanya, mencerna nasihatnya hingga ia paham akan maksud sang bunda.
"Bunda, jadi benar yang mengalami kecelakaan itu Mas Ega?"
Aira mengangguk, lalu ia memeluk putrinya bibirnya tak mampu menjelaskan.
"Bunda ini tidak benarkan? Mas Ega baik-baik sajakan bunda," lirih Asha melepaskan pelukan sang bunda sambil mengguncangkan kedua bahu Aira.
Nathan yang melihat adiknya mencoba menghiburnya agar sabar dan kuat menghadapi musibah yang terjadi pada keluarganya. Belum sempat ia bicara Asha telah terjatuh pingsang di pangkuan sang bunda.
"Asha bangun kamu, Nak," teriak histeris Aira.
__ADS_1
Nathan langsung membopong adiknya ke ruang ugd untuk penanganan Asha. Ia tidak mau terjadi sesuatu pada adik juga calon keponakkannya.
"Maaf tuan sebaiknya kalian menunggu di luar biar kami melakukan pemeriksaan pada nyonya Asha," ucap salah satu dokter yang mengenal baik Asha juga Ega.
Aira, Raka dan Nathan semakin cemas kini dua orang yang sangat mereka sayangi berbaring tak berdaya.
"Pah, aku ingin melihat putriku," ucap Aira dengan bulir air matanya membasahi kedua pipinya melihat sang putri tak berdaya di ruang ugd yang tak sadarkan diri.
Setengah jam telah berlalu kini dokter yang menangani Asha keluar.
"Alhamdulillah, nyonya Asha baik-baik saja kandungannya juga tidak terjadi masalah hanya sedikit saran tolong jangan berikan beban pikiran yang terlalu berat untuknya. Aku takut jika ia mengalami depresi rentan akan kelahiran prematur," jelas Dokter.
"Baik dok, apa kami boleh melihat putriku," tutur Raka.
"Nyonya Asha sedang tidur, kami sengaja memberi obat tidur melalui infus agar dia beristirahat sambil menunggu tuan Ega selesai operasi. Kalian tenang saja, obat yang aku berikan aman untuk kandungannya," ucap Dokter. "Kalau begitu aku permisi mau melanjutkan memeriksa pasian lainnya.
__ADS_1
Di dalam ruang rawat inap VIP Aira duduk termenung sambil berzikir mendoakan kedua anaknya. Sedangkan Raka dan Nathan masih siap siaga di icu menunggu proses operasi Ega yang belum selesai juga entah apa yang sebenarnya terjadi mereka tidak tahu pasti karena dokter belum kunjung keluar.
"Pah, kenapa lama sekali sich," umpat Nathan.
Raka hanya mengangkat kedua bahunya ia juga tidak tahu karena ia bukan dokter.
"Pah gimana jika nyawa Ega tidak bisa diselamatkan?" tanya Nathan khawatir.
"Hus, kamu jangan asal bicara! Sebaiknya kita banyak-banyak berdoa aku yakin Ega akan selamat dia anak yang baik," ucap Raka berpikir positif padahal ia juga tidak tahu tentang garis takdir Allah sampai kapan kita bernafas.
Salah satu dokter yang menangani Ega keluar dengan wajah pucat biru, dengan bulir keringat yang membasahi wajahnya. Sedangkan Nathan yang melihat salah satu dokter yang keluar berlari mendekat untuk memastikan keadaan adik iparnya.
Bersambung..
Mau tamat sekarang dengan sad ending atau tamat nanti happy ending tapi jika minta happy ending sabar ya, soalnya lagi sibuk di dunia nyata..
__ADS_1