Wedding Agreement

Wedding Agreement
128.eps 128


__ADS_3

"Hai bro," sapa Rizki yang baru saja lihat Rian datang.


"Mana cewek elo?" ledek Ega.


"Cewek mana? Gue ngak punya cewek, elo aja kasih gue kerjaan banyak benget mana ada waktu buat cari cewek," sahut Rian.


"Mas, kamu harus kasih cuti Rian dua minggu biar dia bisa cari pasangan. Kasihan dia, dia perlu pendamping hidup," tutur Asha.


"Gue kasih elo cuti dua minggu, agar elo bisa punya cewek biar ngak jadi jomblo tua."


"Elo kasih cuti tapi elo potong gaji gue, sama aja bohong," ketus Rian.


"Gaji elo tetap gue bayar penuh. Santai aja sama gue, kalau elo bisa deketin Diana gue kasih elo bonus," bisik Ega.


"Ogah, cewek pembawa sial. Dia bukan typeku, gue ngak selera sama cewek ceroboh."


"La, kamu sudah kasih tahu Diana kalau kita makan siang disini?" tanya Asha.


"Iya sudah aku kasih tahu, tadi dia bilang sudah ada di perkiran."


Diana yang berlari dengan nafas ngos-ngosan segera duduk di samping Naila.


"Maaf, aku terlambat," ucap Diana.

__ADS_1


"Kamu lari-lari kenapa seperti di kejar setan saja?" tanya Naila.


"Aku lari takut telat."


Naila melihat bibir sahabatnya sedikit bengkak segera berbisik.


"Din, itu yang membuat bibir kamu bengkak Rian ya," tebak


Diana mencubit lengan sahabatnya yang asal bicara.


"Sakit, Din. Itu emang benar bibir kamu habis di cium sama Rian kan? Bibir kamu hilang juga berantakkan," bisiknya lagi.


"Yang habis ciuman mesum itu ya kamu. Lihat leher kamu penuh tanda merah bisa-bisanya kamu menuduhku," tegas Diana.


"Siapa tahu sebelum kesini kamu bertemu dengan dia?"


"Kalian sebenarnya apa sich yang dibicarakan? Pakai bisik-bisik segala?" Asha bertanya dengan menatap kedua sahabatnya secara bergantian.


"Itu bibir Diana bengkak pasti habis di cium pacarnya," sahut Naila.


"Ini bengkak gara-gara kejedot dinding tadi, yang habis ciuman sebenarnya Naila. Lihat itu lehernya penuh tanda merah seperti digigit drakula," tawa Diana.


Rizki yang mendengar ucapan Diana seketika tersedak. Naila segera memberikan air putih bekas yang ia minum.

__ADS_1


"Drakulanya Rizki," sahut Ega.


Asha melirik suaminya memberi tatapan ancaman agar diam, karena yang dilakukan Rizki sama sepertinya yang memberikan tanda kepemilikan yang begitu banyak.


Ternyata semua laki-laki sama kalau sudah berhadapan dengan pasangannya atau lawan jenisnya pasti mesum pengen nyosor saja bawaannya batin Asha.


"Sudah jangan debat sebaiknya cepat makan kita, perutku sudah lapar. Siapapun yang ciuman biarkah dosa tanggung sendiri," sahut Asha menengahi mereka.


"Bro, sudah pada datang ya!" Kevin langsung duduk di sebelah Diana karena hanya ada satu tempat yang tersisa.


"Lama banget elo, kemana aja? Elo habis jatuh ya?" Ega bertanya karena melihat ujung bibir sahabatnya sedikit berdarah.


"Ngak emang kenapa?"


"Kok bibir elo berdarah."


Kevin mengusap bibirnya dengan ibu jarinya, "Ini karena cewekku terlalu liar jadi begini."


Dia bilang aku liar, cowok mesum sedunia. Jelas-jelas dia yang memaksa aku batin Diana.


"Oya, kenalin ini Naila pacar Rizki, dan yang cantik ini pasti kamu tahu kan dia siapa, Asha istriku. Yang di sebelah kanan kamu itu Diana sahabat istriku juga sahabat pacar Rizki," terang Ega.


"Aku kevin, cantik. Senang berkenalan dengan kamu, semoga kita berjodoh," ucap Kevin dengan berjabat tangan dengan Diana.

__ADS_1


Bersambung...


Mau tahu kisah cinta Diana ini sekilas ceritanya..kepoin di ig: duwi sukema


__ADS_2