
Peringatan yang belum menikah dilarang baca!!!
Mereka terus berjalan menelusuri pantai, dengan bergenggaman tangan memainkan air dengan kakinya yang terus melangkah.
"Sayang apa kamu ingin berenang?" tawar Ega sambil duduk di pinggir pantai disebelah istrinya yang duduk lebih dulu karena lelah.
"Lain kali saja, aku masih menikmati sunrice dengan ombak yang masih tenang," jelas Asha karena memang masih terlalu pagi jika harus berenang di pantai.
"Sayang apa kamu sudah pakai sunblock?"
Walaupun ia menerima apa adanya istrinya ia ingin memberi perhatian penuh walaupun perhatian agar kulit sang istri tidak hitam saat terpapar langsung dengan sinar matahari mungkin ini pertanyaan yang memalukan pikirnya.
"Tidak sempat tadi," jawab Asha.
__ADS_1
"Apa ingin aku oleskan sekalian," tawar Ega dengan mesum saat ia mengambilnya dari sling bag yang ia kenakan di dadanya.
"Hem," Asha hanya menggumam dengan memejamkan matanya.
Ega seperti ketiban undian karena tidak dapat penolakan atau protesan dari sang istri. Ia langsung menuangkan lotion ke tangannya lalu mengusapkan pada bagian lengan kaki dan seluruh tubuh Asha yang terbuka.
Ia dengan sengaja mengoleskannya pada tubuh istrinya dengan sunblock menyelinginya dengan beberapa usapan pijatan erotis di beberapa titik yang membuat sang istri mulai merasakan sesuatu yang membuatnya membangkitkan gairah.
Saat ia mulai selesai mengolesi tubuh istrinya yang ia dapatkan adalah suara erangan tertahan dengan tatapan sayu dari kedua mata istrinya.
Merasa cukup memberi jeda sang istri untuk mengambil oksigen, ia segera melanjutkan aksinya dengan tangan salah satunya menopang punggung Asha agar tidak terjatuh ke tanah pasir pantai. Tangan kanannya mulai berkeliaran menyusup ke dalam kaos warna merah mencari mainannya yang membuat ia candu.
"Kamu sungguh manis sekali sayang," puji Ega. "Kamu selalu membuatku makin candu, kamu seperti nikotin yang masuk ke dalam tubuhku ralat bukan nikotin tapi kau adalah zat yang membawa aura positif masuk ke sel-sel tubuhku," jelas Ega.
__ADS_1
"Apaan sich mas? Itu pakai nikotin atau zat-zat seperti ilmu biologis aja, kamu ini cari kesempatan dalam kesempitan. Gimana jika nanti ada yang lihat kita ini akan dosa. Memancing nafsu orang untuk menirukan adegan kita," desis Asha.
"Mengambil kesempatan dalam kesempitan dari istri sendiri itu tidak masalah," gumam Ega kembali mencium Asha kini bukan hanya bibirnya yang menari-nari tapi tangannya juga semakin gencar meluncurkan sejurus aksi.
"Mas," lirih Asha mendorong tubuh suaminya dengan menarik paksa tangan Ega untuk segera keluar.
"Sayang, nanggung ini," rengek Ega seperti anak kecil yang meminta dibelikan es krim.
Kalau tahu begini mending tadi kita di vila aja tidak perlu jauh-jauh kesini hanya untuk berciuman umpat Asha.
"Mas, ini masih terlalu pagi untuk bercinta dan nanti ada yang lihat," walaupun ia sudah mengatakan pada suaminya jika ini tempat terbuka ia tetap tidak bisa menghentikan tingkah suaminya yang dari tadi masih menempel di leher jenjangnya dengan memberikan beberapa tanda kepemilikan.
"Tenang sayang, tidak bakalan ada yang melihat kita karena suamimu ini telah mengosongkan tempat ini selama eman jam kedepan. Kamu tahu dipagi hari ini lah yang terbaik untuk bercinta," jelas Ega.
__ADS_1
Ya terbaik bercinta versi Ega batin Asha.