Wedding Agreement

Wedding Agreement
161.Eps 161


__ADS_3

Kenzo dan Nathan berada di perusahaan Wijaya kini mereka sedang membahas dalang pelaku suami adiknya.


"Zo, apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang pelaku pembunuhan Ega?" tanya selidik Nathan.


Kenzo mengambil nafas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan-lahan sebelum memulai percakapan penting yang akan menguras emosi.


"Aku sudah menyuruh sahabatku untuk menyelidikinya ini sketsa wajah pelaku itu. Apa abang tahu siapa dia?" tanya Kenzo dengan memberikan selembar kertas berisi lukisan gambar wajah seseorang.


Nathan mengambil alih kertas dari tangan Kenzo mengamati dengan detail wajahnya seperti pernah tahu tapi siapa. Ia mencoba mengingat-ingat namun tetap belum bisa mengingatnya.


"Kalau Rian dan Rizki wajahnya tidak seperti ini?" ucap Nathan.


"Siapa Rian dan Rizki?"


"Mereka sahabat Ega juga bawahannya, aku mencurigai mereka karena saat kejadian mereka ada di lokasi. Mereka juga beberapa hari sebelum kejadian sempat servis mobil bersama. Tidak mungkin jika seorang bawahan dan bos ingin bertemu klien sendiri-sendiri. Setelah aku sedikit mengorek informasi dari Asha biasanya mereka selalu satu mobil kalau ngak begitu Ega bawa sopir," jelas Nathan masih mencurigai Rian dan Rizki.

__ADS_1


Apa sahabat tega menusuk dari belakang tapi sepertinya tidak mungkin batin Kenzo tidak berani berpendapat ia takut salah.


"Kalau mereka bukan dalangnya pasti mereka sibuk dengan mencari sibuk mencari tersangka pembunuhan Ega tapi mereka hanya fokus bekerja mengurus perusahaan Ega saja. Aku jadi yakin jika merekalah dibalik musibah yang menimpa Ega," ucap Nathan lagi.


"Bang, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


إياكم والظنَّ، فإنَّ الظنَّ أكذب الحديث


Artinya :Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta (HR. Bukhari-Muslim)," sahut Nabila yang baru saja masuk ke dalam ruang Nathan.


"Inilah hukum asal prasangka buruk terhadap sesama Muslim, yaitu terlarang. Karena kehormatan seorang Muslim pada asalnya terjaga dan mulia. Namun ketahuilah, ada prasangka buruk yang dibolehkan. Syaikh As Sa’di menjelaskan surat Al Hujurat ayat 12 di atas: “Allah Ta’ala melarang sebagian besar prasangka terhadap sesama Mukmin, karena ‘sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa’. Yaitu prasangka yang tidak sesuai dengan fakta dan bukti-bukti.” (Taisir Karimirrahman). Maknanya, jika suatu prasangka didasari bukti atau fakta, maka tidak termasuk ‘sebagian prasangka‘ yang dilarang.


فالواجب على المسلم أن لا يسيء الظن بأخيه المسلم إلا بدليل، فلا يجوز له أن يتشكك في أخيه و يسيء به الظن إلا إذا رأى على أمارات تدل على سوء الظن فلا حرج


Artinya : “Maka yang menjadi kewajiban seorang Muslim adalah hendaknya tidak berprasangka buruk kepada saudaranya sesama Muslim kecuali dengan bukti. Tidak boleh meragukan kebaikan saudaranya atau berprasangka buruk kepada saudaranya kecuali jika ia melihat pertanda-pertanda yang menguatkan prasangka buruk tersebut, jika demikian maka tidak mengapa.”

__ADS_1


Beliau juga mengatakan:


فالواجب على كل مسلم، رجل أو امرأة، الواجب الحذر من سوء الظن، إلا بأسباب واضحة، وإلا فالواجب ترك الظن السيئ، لا بالمرأة ولا بالزوج ولا بالأولاد، ولا بأخي الزوج ولا بأبيه، ولا بغير ذلك، الواجب حسن الظن بالله، وحسن الظن بأخيك المسلم، أو بأختك المسلمة، وألا تسيء الظن، إلا بأسباب واضحة توجب التهمة، وإلا فالأصل البراءة والسلامة


Artinya : “Maka yang menjadi kewajiban seorang Muslim, baik lelaki atau perempuan, wajib untuk menjauhi prasangka buruk. Kecuali ada sebab-sebab yang jelas (yang menunjukkan keburukan tersebut).


Jika tidak ada, maka wajib meninggalkan prasangka buruk. Tidak boleh berprasangka buruk kepada istri, kepada suami, kepada anak, kepada saudara suami, kepada ayahnya atau kepada saudara Muslim yang lain. Dan wajib berprasangka baik kepada Allah, serta kepada sesama saudara dan saudari semuslim. Kecuali jika ada sebab-sebab yang jelas yang membuktikan tuduhannya. Jika tidak ada, maka hukum asalanya adalah bara’ah (tidak ada tuntutan) dan salamah (tidak memiliki kesalahan).”


Nabila memberikan dalil pada sang kakak agar tidak sembarangan menuduh orang lalu ia menyambar selembar kertas yang di tangan Nathan melihatnya dengan tidak percaya.


"Mas kamu dapat dari mana sketsa ini?" hardik Nabila menyelidik.


"Dari Alex, kemarin sebelum kita berangkat kesini aku menyuruh anak buah Alex ke Malang. Ternyata Alex juga rekan bisnis Ega mereka juga berhubungan baik sejak terakhir tahun ini," jelas Nathan.


"Pelakunya Alex teman kamu itu?" sahut Nathan.

__ADS_1


bersambung


coba tebak siapa pelaku utamanya?..


__ADS_2