
Dekorasi mawar putih dan merah muda dengan perpaduan warna senada dan indah menyatu pada nuansa putih yang suci. Nampak pengantin wanita terbalut anggun dengan gaun putih panjang menjuntai menambah kesan siluet ramping elegannya. Di hadapannya, berdiri mempelai pria dengan senyuman hangat yang merekah mengenggam lembut tangan mungil wanita yang akan menjadi istrinya itu.
“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Adiba Athalia binti Khamid alal mahri cincin emas lima gram hallan."
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq," jawab Arsen.
"Gimana para saksi?" tanya penghulu.
"Sah," jawab mereka serentak.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir," ucap penghulu.
Akhirnya, aku menikah dengannya. Batin Arsen tersenyum ke arah mamanya yang juga tengah tersenyum bangga pada putra sulungnya.
Adelio Orlando Arsenal anak pengusaha sukses yang kini menjadi CEO ternama diperusahaan yang ia dirikan sendiri. Hari ini ia menikahi seorang wanita biasa yang cantik jelita, yang hidup sebatang kara. Tetapi Arsen tidak pernah memandang kasta sebagai alasan untuk merendahkannya. Baginya cinta sudah cukup untuk menjadi pondasi dalam menjalani rumah tangga.
“Semuanya senyum yang lebar ya.” Aba-aba fotografer sebelum tak sabar memotret momen bahagia pasangan pengantin dan keluarganya yang nampak sempurna.
Arsen dan Adiba sibuk menyalami para tamu undangan, yang sebagian besar hanya sahabat dan keluarga terdekat yang datang ke acara pernikahan mereka.
__ADS_1
"Selamat menempuh hidup baru, semoga kakakku ini selalu diberikan rasa bahagia yang tidak akan pernah habis, semoga saja Allah akan senantiasa menuntun dirimu bersama istri dan keluarga kecilmu pada cinta yang Allah ridhoi. Aku si berharap jika dalam hitungan tahun ke depan akan diberikan keponakan yang lucu dan shalih shalihah sama seperti ayah serta ibunya. Aku yakin kelak keponakanku akan jadi insan yang mampu membahagiakan kedua orang tuanya menuju surga di atas sana," ucap Adelia dengan memeluk erat Arsen dan berganti memeluk Adiba.
"Titip dia ya, kalau dia nakal bilang ke aku, biar aku jadikan rempeyek nanti," bisik Adelia tapi masih dapat didengar oleh Arsen.
"Rempeyek emang aku ini tepung," ketus Arsen. "Sudah cepat turun sana, gantian yang lain," usir Arsen kepada kembarannya agar tidak bikin heboh.
"Hallo, bro," sapa William. "Aku tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk dirimu, teman terbaik sekaligus sahabat. Setelah sekian lama kita bersama akhirnya dirimu menemukan pelabuhan yang terakhir. Aku hanya mampu berdoa semua hal baik akan selalu menyertai dirimu. Aku selalu berharap semoga dengan hadirnya jalinan pernikahan ini akan menjadi cinta yang abadi di antara kalian berdua terasa lebih kuat dan mampu bertahan meski terpaan suka maupun duka dalam kehidupan rumah tangga silih berganti, Amin," ucap William memberikan ucapan pada sahabatnya juga kerabatnya itu.
"Sudah Wil, aku juga mau kasih dia kata-kata puitis kayak kamu," tegur Haikal yang berdiri dibelakang William.
__ADS_1
William menoleh, "Emang kamu bisa bikin kata-kata puitis? Nebak cewek aja selalu ditolak."
"Bisa dong, hari gini makin canggih. Kita ngak bisa mikir tapi ponsel bisa,'kan?" jelas Haikal.