Wedding Agreement

Wedding Agreement
135.eps 135


__ADS_3

Usia kandungan Asha telah memasuki 12 minggu. Ega mengadakan acara syukuran besar-besar di kantornya setelah acara syukuran di perusahaannya ia mengadakan kembali esok harinya tasyakuran untuk kaum dhuafa dan anak yatim. Ia bersyukur atas kenikmatan yang di berikan sang pencipta kepada keluarga kecilnya, ia berharap dalam proses kehamilan istrinya untuk pertama kali ini selalu diberikan kemudahan, kelancaran dan kesehatan keduanya hingga proses persalinan.


Asha merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu dengan menyandarkan kepalanya di ujung pembatas sofa sambil membaca buku panduan hamil yang dibelikan suaminya.


"Rasanya sangat membosankan harus di rumah tanpa ada teman atau kegiatan lainnya," lirih Asha meletakkan bukunya sembarang.


Asha mengambil ponselnya memutar dan mendengarkan lagu klasik yang katanya bagus untuk perkembangan otak bagi janin seperti yang pernah dikatakan oleh dokter Dokter spesialis obgin dan konsultan fetomaternal yang menetap di Surabaya, Dr dr Hermanto Tri Joewono, SpOG(K) beserta rekan-rekannya, pernah membuat sebuah penelitian tentang pengaruh pemberian stimulasi musik klasik terhadap janin. Menurut dokter yang pernah menulis beberapa buku tentang kecerdasan janin ini, mendengarkan suara atau musik merupakan stimulasi auditorik (pendengaran) yang terbukti paling dapat diterima oleh janin. Stimulasi ini bisa diberikan pada janin di atas usia kehamilan 20 minggu, ketika tumbuh kembang indra pendengaran janin sudah sempurna.


Ia yang mendengarkan musik klasik itu lama kelamaan tertidur pulas di sofa.


Ega yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya melihat sang istri tertidur pulas segera membopongnya naik ke atas menuju kamarnya.


Ega meletakkan tubuh istrinya pelan di atas ranjang lalu menyelimutinya. Mengusap perut sang istri dengan menciumnya.


"Selamat malam anak kesayangan papa dan mama. Jangan merepotkan mama ya anak pintar! Papa ingin segera melihat kamu bernafas di luar menghirup udara segar, melihat indahnya dunia. Semoga kamu kelak jadi anak kebanggaan kami, dan menjadi anak yang taat agama, selamat malam mimpi indah sayang," bisik Ega di dekat perut Asha.

__ADS_1


Ega menatap istrinya merapikan anak rambut Asha yang menutupi wajahnya, "Sayang kamu makin cantik, aku semakin cinta denganmu."


Ega membaringkan tubuhnya disebelah istrinya lalu masuk ke dalam selimut yang sama dengan posisi miring kemudian melingkarkan tangannya di pinggang istrinya untuk ikut memejamkan matanya.


Ega setiap hari selalu bangun lebih awal sejak Asha hamil, ia selalu siap siaga untuk menjaga sang serta memastikan jika istri dan calon anaknya dalam keadaan aman, sehat dan pastinya jika sang istri sedang membutuhkan atau ingin sesuatu.


"Sayang, bangun yuk! Kita salat berjamaah dulu, nanti lanjut tidur lagi," ajak Ega.


Asha duduk dengan menyandarkan punggungnya ditepi ranjang dengan mengucek kedua matanya untuk memulihkan kesadaran dirinya.


"Masih pagi, jam lima kurang lima belas menit. Kita salat habis itu kamu lanjut tidur lagi. Nanti waktunya sarapan mas bangunkan."


"Mas ini hari apa?"


Ega mengangkat kedua alisnya.

__ADS_1


Memang hari apa, sepertinya di bulan Januari tidak ada hari istimewa.


"Hari minggu, tanggal 23 ada apa?" Ega bertanya menyelidik.


Asha melingkarkan tangannya dilengan suaminya dengan manja.


Aku bilang ngak ya ke Mas Ega pasti dia ngak mengizinkan aku. Gimana ini pikir Asha.


Pasti ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan batin Ega menatap istrinya.


"Mas," ucap manja Asha.


"Apa?"


Nadanya saja seperti itu batin Asha ingin mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2