
Melihat tas merk hermes pengeluaran terbaru ia mengulas senyum di kedua sudut bibirnya. Ia tidak menyangka jika calon suaminya tahu apa yang beberapa hari ini ia inginkan. Padahal ia rela mengurangi jatah jajannya untuk menabung demi memiliki koleksi tas terbaru itu.
"Riz, kamu kok bisa membelikan aku tas seperti ini? Apa kamu juga sering membeli kan barang mewah pada wanitamu?"
"Tidak ini pertama kalinya aku beli langsung untuk wanita. Dulu mantan-mantanku beli sendiri, cuma habis itu aku ganti uang mereka yang buat belanja," jelasnya.
"Jadi aku spesial dong?" canda Naila.
Rizki mendekat, membelai wajah Naila dengan lembut.
"Ya, kamu sangat spesial bagiku. Kau adalah calon ibu untuk anakku, belajarlah mencintaiku menerima kekuranganku," mohon Rizki.
Tanpa kamu minta aku juga sudah jatuh cinta pada pandang pertama. Siapa sich yang ngak akan jatuh cinta padamu, laki-laki yang sempurna tapi aku malu mengakuinya. Aku harus sedikit jual mahal agar kamu menghargai aku.
"Memang kamu sudah mencintaiku."
"Sudah sejak dulu, sejak diam-diam mengamati kamu," terang Rizki yang duduk menatap Naila memainkan ujung kukunya. "Oya, kamu mau kan makan siang bersama?"
"Iya bawel, aku mau. Aku ganti baju dulu, kamu tunggu disini!"
__ADS_1
Rizki menarik tangan Naila hingga ia terjatuh di pangkuannya.
Hembusan nafas mereka saling bertemu, kini detak jantung Naila memompa dengan begitu cepat tidak dapat lagi berbohong. Ia merasakan gugup dan salah tingkah.
"Maaf," ucap Rizki.
Naila segera bangkit dan berlari menuju kamarnya.
"Sungguh menggemaskan," lirihnya.
***
"Sayang sebaiknya kamu pesan terlebih dahulu untuk sahabat kamu, agar makan siangnya kita tidak perlu menunggu lama," perintah Ega.
"Tapi selera makan kita berbeda, Mas. Nanti yang kita pesan mereka tidak suka."
"Pesanlah yang biasanya mereka sukai dengan berbagai menu. Kita mengadakan pesta kecil untuk kita," lirih Ega.
"Pesta kecil! Buat apa? Seingatku ulang tahun kamu masih jauh, hari anniversery kita juga masih dua bulan lagi," ketus Asha dengan melihat daftar menu.
__ADS_1
"Sayang, pesta kecil ini untuk acara tasyakuran kita yang selalu diberikan kebahagian selama ini dan semoga kita kedepannya menjadi orang yang lebih baik yang selalu mendekatkan pada sang Pencipta karena kamu tahu tanpa kehendak Allah kita tidak mungkin seperti ini. Kita tidak pernah kekurangan, memilik harta yang melimpah, kedudukan yang terhormat, di keliling orang yang sangat sayang dan perduli dengan kita maka kita harus sering-sering mengucap syukur pastinya jangan lupa bershodaqoh," jelas Ega dengan senyumnya.
Asha segera memesan makan sesuai selera sahabatnya sedangkan Ega memesan untuk sahabatnya juga. Tidak perlu waktu lama hidangan sudah tersedia di atas meja berbagai menu.
"Hai, baby. Kamu sudah dari tadi ya," sapa Naila dengan memeluk Asha lalu seperti biasa mereka bercipaka-cipiki.
Dengan sahabatnya saja panggilnya baby, sama aku panggil nama harusnya juga baby, sayang atau setidaknya mas lah batin Rizki.
"Tidak kami juga baru setengah jam, mana Diana? Kamu sudah hubungi dia kan?" tanya Asha.
"Sudah aku whatsapp tadi katanya bisa, dia menunda keberangkatannya menjadi besok sore. Wah, kamu menyiapkan menu sebanyak ini memang siapa saja yang kamu ajak makan siang?" tanya Diana.
"Ngak banyak sich cuma kamu sama Diana juga teman Mas Ega doang kita berenam."
"Ngak berenam sayang, tapi tujuh orang. Temanku ada tiga nanti," sahut Ega.
Bersambung..
Ijin promosi ya gaes.
__ADS_1