Wedding Agreement

Wedding Agreement
44 Season 2


__ADS_3

Melihat Adiba yang tak kunjung menjawab, ia tahu apa itu jawab Adiba. Pasti dia belum siap bertemu dengan kedua orangtuanya. Ia sudah menebak apa lagi sikap sang papa seperti tak merestui hubungannya dengan ikhlas hingga membuat ia was-was ketakutan. Ia tak ingin pernikahan yang selama ini ia impikan menikah dengan wanita pujaan gagal.


"Sen," lirih Adiba dengan mendongakkan wajahnya.


"Iya, ada apa?" tanya Arsen bersikap setenang mungkin menunggu alasan Adiba. "Katakan saja! Aku akan menerima keputusan kamu, aku juga akan memberikan penjelasan pada orangtuaku kalau kamu belum siap untuk bertemu mereka," cerocos Arsen dengan panjang lebar.


Adiba diam mengangga menatap Arsen, ia tak menyangka jika Arsen bisa menyimpulkan begitu saja tentang dirinya. Padahal ia bukan tipe wanita yang pecundang yang tak berani menghadapi kenyataan pada dasarnya ini hanya masalah kecil yang akan ia jalani. Sudah banyak cobaan besar yang ia jalani didalam hidupnya bahkan hampir kehilangan nyawa yang hanya satu itupun ia juga pernah.


"Sen, kenapa kamu bicara begitu? Kamu meremehkan,'ku?! Aku bukan wanita lemah seperti yang kamu pikirkan," dengus Adiba dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Bu--bukan itu maksudku," gagap Arsen yang merasa tak enak dengan ucapnya barusan.

__ADS_1


"Kalau bukan itu lantas apa? Kamu meragukan keberanianku?"


Arsen menggeleng.


"Kapan mereka ingin bertemu denganku?" tanya Adiba. Ia siap-siap harus muali belajar beradaptasi untuk sering-sering bertemu dengan keluarga calon suaminya yang kelak juga akan menjadi bagian dari hidupnya. Ia berjanji akan menyayangi keluarga suaminya seperti ia menyayangi keluarganya sendiri bahkan jika diizinkan ia ingin menganggap mereka seperti orangtuanya agar ia bisa memeluknya mengantikan orangtuanya yang telah tiada. Jika Mama dan Papa Arsen tidak menyukainya ia telah menyiapkan mental untuk berjuang meluluhkan hati mereka agar menyukai dan menerima ia sebagai bagian hidup mereka.


"Nanti malam, saat makan malam mereka ingin menyambut kamu sebagai calon menantunya. Bagaiman apa kamu beneran siap?"


"Kapan pun itu aku siap, demi cinta kita. Sepertiku kamu takut kalau aku bertemu mereka memang kenapa? Apa mereka ingin membunuhku," gurau Adiba.


Arsen tertawa.

__ADS_1


"Tidak akan ku biarkan mereka menyentuhmu sedikit saja apa lagi menyakiti kamu. Aku akan menjaga kamu sampai ku tutup usia," tegas Arsen.


Adiba juga ikut tertawa, "Aku hanya bercanda, jelas tak mungkin mereka membunuhku. Aku tahu keluarga kamu orang yang taat agama, tidak mungkin mendzolimi anak yatim piatu seperti ku."


"Sayang, sebenarnya ada satu hal yang aku takutkan jika kalian bertemu," ucap Arsen dengan ragu-ragu tapi ia harus menyampaikan pada Adiba apa yang menganjal di hatinya agar wanitanya menyiapkan mental dan tak menyerah begitu saja jika kedua orangtuanya menghinanya.


Apa yang ditakutkan Arsen? Apa sebenarnya mereka belum memberikan restu, apa aku menjadi orang yang bersalah telah merusak kebahagian anak dan orangtuanya. Tapi aku sangat mencintai Arsen, aku tak ingin kehilang dia untuk kedua kalinya. Ya Allah berikan aku petunjuk yang terbaik untuk kita semua.


Bersambung..


Jangan lupa beri komentar kalian ya.. Aku sayang kalian sahabat halu..😍😍😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2