
Setelah kepulangan sahabatnya Asha menghabiskan waktunya untuk membersihkan apartemen dari menyapu, mengepel lantai, hingga mengelap semua perabotan yang ada. Hampir dua jam lamanya ia berkutat dengan peralatan rumah tangga.
Asha merasa lelah segera mendaratkan pantatnya di sofa dengan kemoceng ditangan kanannya.
"Lelah juga ya bersih-bersih sendiri," lirih Asha.
Hacin.
Huacin.
Asha bersin-bersin terkena debu.
Ega yang baru datang mendengar istrinya bersin-bersin tidak henti-henti segera melihat kondisinya.
"Sayang kamu flu?" tanya Ega.
"Mas Ega kamu kok sudah pulang ngak ke kantor?" tanya Asha menoleh ke sumber suara. "Aku ngak apa-apa hanya bersin-bersin gara-gara bersih-bersih ini mas, sudah aku mandi dulu ya. Badanku rasanya lengket semua," ucap Asha.
"Mandi bersama ya, aku juga belum. Mau mandi, tidak bawa baju ganti percuma."
"Kamu dulu sana yang mandi."
"Ayolah sayang bersamaan, habis itu kita makan siang di luar," ajak Ega.
Asha teringat dengan perkataannya tadi pagi kini ia segera merayu suaminya itu.
"Aku mau mandi bersama tapi ada syaratnya."
"Syarat apa? Apa kamu meminta ingin aku sentuh atau aku cumbu? Apa kamu minta ini," ucap Ega dengan mesum.
"Dasar suami mesum! Pikirnya hanya ada itu aja tidak ada yang lain apa?" hardik Asha.
Cup
__ADS_1
Satu kecupan mendarat di bibir Asha.
"Karena kamu jadi canduku, kamu tahu tiga malam tanpa tidur memeluk kamu itu rasanya hidupku hampa. Tenagaku sudah habis, kamu harus bertanggungjawab, Sayang. Aku sangat menginginkan tubuhmu untuk mengisi dayaku," bisik Ega dengan memeluk Asha dari belakang.
"Mas tubuhku bau."
"Tapi aku suka, Sayang."
Asha segera melepas tangan suaminya yang melingkar di perutnya. Ia membalikkan badannya hingga posisi kita saling berhadapan. Ia segera menggalungkan kedua tangannya di leher Ega.
"Mas siang ini kita makan bersama teman-temanku ya," ajak Asha.
"Kenapa harus bersama mereka?"
"Karena aku tadi telah berbohong," ucap Asha lalu menceritakan kejadian tadi pagi dari awal sampai akhir.
Ega yang mendengar penjelasan istrinya itu bersyukur maka ia tidak perlu berbicara tentang rencananya yang akan mengenalkan Kevin pada Diana.
"Iya sayang, apa sich yang engak buat kamu. Nanti sekalian aku ajak sahabatku kita makan bersama di restoran Albram gimana?"
Asha mencium bibir suaminya sekilas kemudian berlari meninggalkan suaminya yang masih diam mematung.
*****
Satu jam kemudian Asha yang sibuk dengan menyisir gaya rambutnya yang ia buat sedikit bergelombang. Ia segera mengambil foundation mengoleskan keseluruh lehernya menutupi beberapa bekas merah akibat ulah suaminya itu.
"Sudah jangan cantik-cantik!"
"Cantik gimana sich, Mas? Aku kan juga berpenampilan biasa saja, aku pakai ini gara-gara kamu," ketus Asha sibuk dengan alat make upnya.
Ega hanya tertawa.
Ternyata banyak juga aku memberikan tanda kepemilikan pada Asha. Sudah biarlah, habis aku kangen dengannya sudah lama aku ngak menyentuhnya ralat tiga hari tidak membelainya batin Ega.
__ADS_1
"Kenapa tertawa?" hardik Asha.
Sungguh menyebalkan mau keluar makan siang bersama tapi dia memberikan kissmark begitu banyak membuat malu saja batin Asha. Pasti Naila dan Diana mengejek aku habis-habisan nanti.
Bersambung
Visual tokoh
Asegaf Albramata
Ashanum Ananda Wijaya
Diana Arsyila
Rian Aliando
Naila ayusari
Rizki putra pratama
Kevin Aditiya
__ADS_1