
Sedangkan di dalam kamar Asha dan Aira sedang menyandarkan punggungnya dengan sedikit posisi duduk dengan posisi kaki lurus. Asha meletakan kepalanya di pundak sang bunda untuk bermanja-manja melepas rasa rindu yang tertahan selama ini.
Aira mengusap pucuk rambut putri bungsungnya ia tidak mengira jika putri keduanya akan menikah di usia muda.
"Bunda, Asha kangen banget sama Bunda. Asha ingin tidur di peluk Bunda," lirih Asha dengan mempererat lingkaran di lengan Aira.
"Memang tidur di peluk suamiku tidak enak! Apa masih nyaman di peluk Bunda?" ledek Aira.
"Ih, Bunda." Asha yang mendengar ucapan Aira tersipu malu, pasalnya kini sejak ia mencintai Ega tidak pernah bisa tidur jika kakinya tidak berada di atas kaki Ega baginya posisi tidur begitulah yang membuat ia nyaman hingga ia bangun.
"Kenapa wajah kamu berubah seperti kepiting rebus?!"
"Bunda jangan ledek Asha begitu dong, kan Asha jadi malu."
"Sayang, apa Bunda boleh tanya sesuatu?" ucap Aira ragu-ragu.
"Tentang apa, Bun?"
"Sayang, apa kamu sudah mencintai suami kamu? Apa kamu memperlakukan dia dengan baik?" cecar Aira. "Apa kamu pernah dengar dalam sebuah hadist, dijelaskan wanita tidak boleh menganiaya suaminya dengan pekerjaan yang membenaninya dan membuatnya sakit hati. Tugas seorang suami adalah menafkahi keluarga, tapi sebagai seorang istri harus dapat memahami kemampuan suaminya agar kelancaran juga menyertai keluarganya. Nabi Muhammad SAW dalam hadis disebut pernah bersabda, 'Barang siapa (istri) menganiaya suaminya dan memberi beban pekerjaan yang tidak pantas menjadi bebannya (yakni suami) dan menyakitkan hatinya, maka para malaikat juru pemberi rahmat (malaikat rahmat) dan Malaikat juru siksa (malaikat azab) melaknatinya (yakni istri). Barang siapa (istri) yang bersabar terhadap perbuatan suaminya yang menyakitkan maka Allah akan memberinya seperti pahala yang diberikan Allah pada Asiyah dan Maryam binti Imran'," jelas Aira agar anaknya tidak lagi banyak dosa.
__ADS_1
"Bunda, Asha kan sudah tahu itu. Mas Ega selalu bagi ilmu agama denganku, dia juga menjelaskan tentang ketaatan seorang istri pada suaminya disebut setara nilainya dengan jihad kaum lelaki. Hal ini dikisahkan ketika ada seorang perempuan yang datang kehadapan Nabi dan berkata, 'Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka).' Mas Ega itu sempurna," kata Asha memuji suaminya.
"Sempurna?! Jadi dia lebih segalanya dari pada Dion yang kamu bilang cinta pertama kamu itu."
"Lebih, lebih, Mas Ega suami idaman, pokoknya the best buat dia. Dia itu ternyata cinta masa kecilku."
"Cinta masa kecil! Maksud kamu Rama yang pernah menyelamatkan kamu saat diculik itu. Kok bisa gitu, gimana ceritanya?"
"Ceritanya panjang Bunda, jika Asha ceritakan tidak akan kelar dalam semalam. Mas Ega itu super hero yang di kirim Allah untukku. Aku mau ucapkan terimakasih pada Papa dan Bunda karena telah menikahkan aku dengannya."
"Sebentar, Bunda perhatikan kamu jadi bucin sekali sama suamimu. Berarti kamu sudah cinta sekali sama Ega. Alhamdulilah kalau begitu, Bunda merasa lega. Semoga kalian selalu dilimpahkan kebahagian dan semoga jodoh dunia akhirat," lirih Aira.
"Aku jadi malu," pungkas Asha dengan sedikit menutupi kedua wajahnya dengan telapak tangannya.
"Ini milik Mas Ega, aku kesal saja sama dia Bun. Dia sudah punya ini lama tapi saat setelah menikah mengajakku tinggal di perumahan sempit yang banyak orang ghibah dan banyak pelakor dimana-mana."
"Tunggu, ini milik Ega sudah lama! Bunda tidak terlalu paham, tolong sedikit jelaskan detailnya!" Aira memang berpura-pura tidak terlalu jelas agar Asha menceritakan apa yang ia ketahui tentang menantunya itu.
"Bunda beneran tidak tahu tentang latar belakang Mas Ega?"
__ADS_1
Aira hanya menggelengkan kepalanya.
"Jadi saat itu, Bunda menikahkan aku asal-asalan. Apa Bunda tidak memikirkan aku agar hidup bahagia?" Asha berpura-pura kesal karena orang tuanya menikahkannya tanpa melihat bebet bobotnya walaupun sebenarnya ia sangat bersyukur bisa memiiki suami seperti Ega.
"Maafkan kami, tapi kami saat itu berdoa semalaman agar kami bisa mendapatkan jodoh untuk kamu laki-laki yang sempurna mampu membimbing kamu ke jalan Allah. Yang bisa membuat kamu bahagia, dan saat itu Abah memperkenalkan Ega pada kami. Pada saat itu juga Bunda dan Papa merasa Ega lah yang paling tepat buat kamu agar kami tidak berbuat dosa lagi," ucap sendu Aira merasa bersalah terhadap putrinya karena egois menjodohkannya tanpa memikirkan perasaan Asha.
Aira kini mulai menetesakan air matanya, ia paham betul bagaimana perasaan Asha saat itu karena ia juga pernah merasakan hal yang sama. Asha yang melihat sang bunda menangis tanpa mengeluarkan suara itu segera menghapus air mata sang bunda yang amat ia hormati.
"Maafkan, Bunda," lirih Aira sesenggukan.
"Bunda tidak salah, aku bersyukur kalian menjodohkan aku dengan Mas Ega. Aku sekarang sangat mencintai dia, bahkan aku tidak ingin kehilangan dia. Bunda, tolong bantu aku," ujar Asha yang berharap bundanya mau membantu dirinya agar Papa Raka tidak murka saat mengetahui kebohongan suaminya.
"Bantu apa? Jika Bunda mampu pasti akan membantu kamu."
"Bunda, Mas Ega sebenarnya telah membohongi kalian. Dia sebenarnya bukan bekerja sebagai ob. Tapi Bunda janji akan membantu menjelaskan masalah ini pada Papa agar beliau tidak marah, Asha mohon. Asha tidak bisa jauh dari Mas Ega," rajuk Asha dengan menggenggam tangan sang Bunda.
"Bunda janji akan membantu kamu asal kamu bahagia."
"Sebenarnya Mas Ega adalah pengusaha muda yang sukses dia juga seorang dokter psikiater dan psikolog. Bunda pasti tahu tentang Albram? Itu semua milik Mas Ega, suamiku, menantu Bunda. Apa bunda marah?" kata Asha menatap Aira menunggu jawaban sang bunda bagaimana responnya saat mengetahui jati diri menantunya yang sebenarnya.
__ADS_1
bersambung..
Yuk beri vote jika banyak yang beri vote hri ini aku akn up lagi..