Wedding Agreement

Wedding Agreement
.


__ADS_3

HII READER :)


CUMA MAU BILANG...


.


.... ...


^^^. ^^^


...HAPPY READING ๐Ÿ“– ...


suara ituu" pikir arif.


"tunggu,,, sepertinya aku tak asing dengan suara itu....


Aera, suara itu mirip dengan suara Aera, apakah aku sedang berhalusinasi??" pikir arif.


"aku harus memastikan kalau aku tidak berhalusinasi"


Lalu arif memutuskan untuk mendekati wanita yg sedang asik menelfon itu..


Selangkah....


...Dualangkah......


^^^Tigalangkah......^^^


Arif semakin dekat dengan orang yg sibuk menelfon itu.


Tiba tiba


"maaf dengan pak arif,? Seseorang sedang menunggu anda di ruang tunggu" ucap seorang karyawan yg mengehtikan langkah arif.


LAGI LAGI GAGAL....


"yah saya? Siapa yg sedang menunggu ku?"


"seorang wanita pak, silahkan dia sudah menunggu sejak tadi" ucap karyawan mempersilahikan arif mengikutinya.


Arif pun pergi tanpa menemui wanita itu terlebih dahulu.


POV AUTHOR : kalau author di posisi si arif tadi sebelum pergi ku colek dulu si Aera biar ga mati penasaran. Wkwkkw

__ADS_1


"siapa wanita yg sedang menunggu ku? Tere? Dia bahkan tidak tau aku sedang di kota s. Siapa ya wanita itu?" gumam arif.


.......


.......


"Alice!!"


"eh iya tuan?" sahut Alice lalu menghampiri tuan abi yg sedang berdiri di pintu ruang rapat.


"kamu ngapain?" tanya tuan abi penasaran.


"oh barusan saya abis telfonan sama asisten juna" :)


"baru juga di tinggal bentar udah kangen kamu sama si juna?" :|


"ihh ga ada kangen kangenan... Cuma lagi bosen aja nungguin tuan selesai rapat jadi saya telfon asisten Jun" ujar Alice membela diri.


"sudahlah, ayo kita pergi cari restoran, saya sudah lapar"


.......


.......


"istika?"


"Mas Arif" ucap Istika langsung memeluk arif.


"apa yang kau lakukan tika? Ini di tempat umum bnyak orang yg melihat kita" ucap arif ingin melepaskan pelukan istika namun istika malah memeluknya lebih erat.


"biarkan seperti ini sebentar saja, aku sangat merindukanmu" ucap istika yg masih memeluk arif.


Semua orang yg berada di tempat itu melihat acara peluk pelukan itu termasuk tuan abi dan Alice yg sedang lewat.


"apa mereka tidak malu jadi pusat perhatian?" ujar Alice yg melihat kejadian itu.


Tuan abi yg mendengar ucapan Alice langsung menatap Alice sejenak lalu ikut menoleh ke arah pandangan Alice.


"pantas tadi dia ingin keluar lebih cepat ternyata ingin bertemu kekasihnya" ucap tuan abi..


"tuan mengenalnya ?" tanya Alice.


"tidak tapi dia salah satu orang yg berada di rapat tadi, ahh sudahlah ngapain kita melihat pertunjukan seperti itu ayo kita pergi" ajak tuan abi.

__ADS_1


.... ...


.... ...


Di mobil.


"kenapa aku tidak melihat sampai selesai yah" Alice berbicara sendri.


"untuk apa kamu melihat orang lain berpelukan"


"yahh sekedar cuci mata" asal menjawab pertanyaan tuan abi.


"bilang aja kamu iri kan ga pernah di peluk seperti wanita tadi" ledek tuan abi.


"yahh.. Selama saya hidup saya belum pernah di perlakuan seperti itu oleh kekasih ku" pikir Alice.


"HEII kau mana tau? Bukan ka kau gadis yg sedang kehilangan ingatan?"


"justru ituu,,, karena saya kehilangan ingatan jadi saya anggap masa lalu saya itu sudah hilang, saya sekarang sedang memulai hidup baru, lembaran baru, saya tidak ingin tau ataupun cari tau tenang masa lalu saya." penjelasan Alice.


"jika nanti kau tiba tiba mengingat masa lalu mu, bagaimana? " tuan abi sengaja bertnya seperti itu.


"masa lalu tetaplah masa lalu," singkat Alice.


"bagaimana jika sebelumnya kamu punya kekasih atau bahkan suami? " tanya abi.


"kalaupun saya punya pasti saat ini saya tidak akan berada di sini bersama tuan,. Atau mungkin saya tidak diinginkan makanya tidak ada yg mencari saya"


"kamu tidak berminat mencari tau?saya akan membantu kamu" tawaran abi


"sayakan sudah bilang, saya tidak ingin tau ataupun cari tau tenang masa lalu saya." bentak Alice.


Tuan abi yg mendengar ucapan Alice membuatnya kaget sekaligus sedikit lega๐Ÿ˜Œ pasalnya ia sebenarnya memang tak ingin jika Alice pergi dari kehidupannya,


" tak sia sia saya merawat kamu sampai sesehat ini" ucap tuan abi mencarikan suasana yg tadinya sedikit emosional.


"tuan jangan khawatir saya akan tetap setia bekerja dengan tuan, meskipun terkadang saya bosan hahahah" Alice membalas candaan tuan abi.


.......


.......


.......

__ADS_1


Salam hangat dari Author


__ADS_2