Wedding Agreement

Wedding Agreement
159 Eps 159


__ADS_3

Nathan yang duduk di taman rumah sakit segera memberi kabar buruk yang menimpa keluarga Asha pada Nabila ia yakin jika adik iparnya bisa membantu mencari dalang kasus percobaan pembunuhan pada Ega.


Setelah melakukan video call pada Nabila, ia bergegfas kembali melihat keadaan Asha. Walaupun ia adik beda ibu, Nathan sangat menyayangi Asha dengan tulus.


"Bun, mana Asha?" tanya Nathan yang melihat Aira duduk di sofa sendirian. "Papa juga kemana?"


"Adikmu lagi melihat suaminya, sedangkan papa sedang salat magrib di mushola dekat kantin. Nak, sebaiknya kamu cepat salat magrib dulu sana! Setelah ini kita makan malam, kamu dari tadi bunda perhatikan juga melewatkan makam siang. Bunda tidak ingin kamu juga sakit, kamu harus jaga kesehatan, Nak. Bunda akan mengingatkan Asha untuk salat dulu," ujar Aira panjang lebar.


Nathan mengangguk lalu pergi keluar.

__ADS_1


"Nak, kamu salat dulu sana!" tutur Aira dengan mengusap pundak Asha dari belakang.


Asha menoleh, menatap Aira lalu mengangis kembali sambil memeluk sang bunda. Hatinya merasa hancur melihat suaminya yang berbaring tak berdaya dengan alat medis monitor disamping kanannya untuk menampilkan grafis tentang kinerja organ tubuh seperti detak jantung, kadar oksigen di dalam darah, atau tekanan darah. Ventilator yang ada di mulutnya untuk membantunya bernafas. Serta selang makanan digunakan untuk memasukkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama perawatan, jika pasien dalam keadaan kritis dan tidak bisa makan sendiri. Infus ditangannya yang berfungsi untuk memasukkan cairan, nutrisi, serta obat-obatan melalui pembuluh darah vena. Kateter


yang dimasukkan lewat lubang kencing untuk membuang urine dari dalam tubuh pasien. Serta Defibrilator untuk siap siaga saat keadaan darutat diperlukan untuk memulihkan detak jantung normal jika tiba-tiba detak jantung berhenti. Alat ini bekerja dengan cara mengirimkan kejutan listrik ke jantung agar jantung bisa bekerja lagi.


"Nak, jangan sedih terus begini! Kalau kamu terus terpuruk tidak semangat bagaimana suamimu bisa berjuang hidup. Lebih baik hapus air mata kamu bacakan doa atau ayat-ayat yang sering dibaca suamimu. Dia sebenarnya mendengar kamu saat kamu ajak bicara, ambillah air wudhu keburu habis waktu salat magribnya jika kamu mendekatkan diri pada Allah, bunda yakin kamu akan kuat menghadapi cobaan ini," turut Aira.


****

__ADS_1


Satu minggu sudah Ega koma tanpa menunjukan tanda-tanda akan sadar. Aira, Raka juga selalu siap siaga di samping Asha untuk memberikan kekuatan, dukungan agar tetap sabar dan selalu menghiburnya agar tidak sampai stres.


"Bunda, papa sebaiknya kalian pulanglah dulu istirahat! Biar aku sendiri yang menjaga mas Ega. Di luar juga ada beberapa bodyguard jadi kalian tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja kok," jelas Asha.


Walaupun putrinya mencoba mengusirnya beberapa kali Aira dan Raka tetap tidak akan pergi walaupun berbagai alasan yang diucapkan Asha.


"Nak, buat apa kita pulang. Di rumah kita juga kesepian, lebih baik kami disini menemani kamu juga menantuku agar cepat sadar biar bisa menemani kamu melahirkan," jelas Aira.


"Papa akan memarahi Ega nanti kalau dia membuka mata. Makanya papa disini," hardik Raka.

__ADS_1


__ADS_2