
Tujuh tahun kemudian, Adelia dan Adelio kini tumbuh menjadi anak yang cukup pandai. Dia mudah bergaul dengan siapa saja, termasuk rekan juga teman-teman Asha dan Ega.
Adelia dan Adelio kini telah berusia sembilan tahun, ya mereka berdua memiliki garis keturunan dari gen Ega. Memiliki kecerdasan di atas rata-rata membuatnya selalu banyak di segani dalam sekolahnya. Ya di di usia sembilan mereka telah duduk di kelas lima dasar.
Sepulang dari sekolah full day, Adelia dan Adelio berlari menaiki tangga menuju kamar sang mama untuk melihat adik mungilnya yang berusia enam bulan yang bernama Sulthan Shalahudin Syihab. Yang di panggil dengan nama Sultan ya anak ketiga Asha dan Ega adalah laki-laki.
"Mama, kami pulang," teriak Adelio dan Adelia secara bersamaan.
"Jangan berteriak-teriak, sayang. Adik kalian baru saja tidur, mama repot ini belum sempat salat ashar. Sudah jaga adik kalian, mama mau salat dulu," perintah Asha. "Ehm, mama lupa, kalian cuci tangan setelah itu baru jaga adek Sulthan," ucap Asha kembali.
__ADS_1
"Beres, Ma."
.
.
.
Arsen yang hidupnya di lingkungan barat menjadi laki-laki yang sering berganti-ganti pasangan ya dia sering disebut play boy kaya yang menyalahkan kekayaannya dengan membeli beberapa wanita itulah kesan dari teman juga orang-orang disekitarnya.
__ADS_1
Sedangkan Adelia memilih kuliah di dekat kedua orangtuanya, agar bisa selalu menjaga mama dan papanya. Kini Adelia juga telah lulus kuliah dan memiliki pasangan yang sebentar lagi akan menikah. Sedangkan Sultan memiliki sifat yang sama dengan Ega, menjadi sosok yang taat agama tidak pernah neko-neko yang pergaulannya baik.
Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan Arsen di New York, Asha dan Ega percaya jika putra pertamanya pasti akan hidup dengan baik seperti yang ia ajarkan di Indonesia dulu. Ya Arsen tidak jauh berbeda jika dia kembali ke rumah setahun sekali masih sama seperti dulu tapi itu hanya tamen saja. Arsen tidak pernah lama di rumah, hanya tiga hari itupun sudah terlalu lama baginya hidup di bawa tekanan orangtuanya sangat merepotkan setelah hampir enam tahun ia hidup bebas tanpa omelan mereka.
Setiap kembali ke Indonesia Ega selalu bertanya pada putra tertuanya itu untuk segera menikah, ya umur dua puluh lima bagi Ega sudah cukup matang untuk berumah tangga tapi Arsen menolak dengan alasan masih ingin berkarir dan ingin mengembangkan bisnisnya agar go internasional.
"Bang, kapan kamu menikah? Mbak, sudah mau menikah tahun depan kenapa kamu tidak segera menikah? Apa kamu mau itu di duluin sama si mbak," tutur Asha.
"Mam, kalau menyuruhku pulang hanya bahas masalah tidak penting lebih baik aku tidak pulang saja, sudah aku mau naik ke atas," ucap Arsen.
__ADS_1