
Di saat Rizki mulai menjauhkan tubuhnya, Naila menarik tangan Rizki hingga wajah mereka saling bertemu. Kini detak jantung Rizki mulai memompa dengan cepat, tak seperti biasanya padahal ia sering bergonta-ganti wanita tapi baru kali ini ia merasakan detak jantungnya tak beraturan.
"Aku percaya padamu, tapi tolong jangan kau permainkan perasaanku. Jujur aku sangat mencintai kamu, sejak pertemuan pertama kita aku langsung merasa jatuh hati padamu mungkin kamu mengira aku wanita murah tapi itu kenyataannya. Aku berharap jika kamu juga mencintaiku," jelas Naila menelusuri wajah Rizki dengan ibu jarinya.
"Ayo ikut aku!"
Rizki segera menarik tangan Naila berjalan menuju atas panggung, sedangkan Naila hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki sang kekasih. Ia tidak tahu apa yang akan di lakukan Rizki di atas sana padahal disini sangat ramai dengan para tamu penting.
Rizki segera memberi kode host dengan menaikkan alisnya. Host pun yang sebelumnya sudah ia beri tahu kini mulai sedikit mengalihkan topik hiburan.
"Rasanya kita bosan ya mendengar suara artis terus yang telah kita sewa bagaimana jika kita beri kesempatan untuk salah satu para tamu untuk menghibur kita agar lebih seru," ucap host. "Bagaimana kalian setuju?" tanya lagi.
Semua tamu bersorak menjawab, "Setuju."
"Jika setuju, siapa yang mau pertama kali naik ke atas panggung akan kami beri hadiah," kata host.
Rizki segera mengangkat tangannya yang sedang bergenggaman erat dengan Naila untuk melambaikan pada host.
"Riz! Apa yang kamu lakukan? Kamu tahukan aku ngak bisa bernyanyi?" hardik Naila.
"Siapa yang menyuruh kamu bernyanyi? Kita cukup ke atas panggung saja.Sudah kamu tenang saja, aku tidak akan membuat kamu malu," bisik Rizki.
"Sepertinya yang akan naik ke atas panggung untuk pertama kali menghibur kita adalah laki-laki yang memakai texudo hitam dengan wanita pasangannya yang memakai gaun berwarna merah. Siapa itu ya pasangan romatis kedua kalinya setelah Tuan Ega dan Nona Asha sang pemilik hajat," ucap host.
Di atas panggung Rizki menggenggam erat tangan Naila yang terasa amat dingin yang membuktikan jika sang kekasih sedang nerves.
"Silahkan Tuan, Nona! Terimakasih sudah berkenan menghibur para tamu hari ini," ucap host memberi mikrofon pada Rizki dan Naila.
"Aku akan mempersembahkan sebuah lagu untuk kalian pandangan pertama dari Ran. Mari kita bernyanyi bersama," ajak Rizki mulai bernyanyi dengan merdu.
Thank you so much for coming out tonight
Bagas!
Sekarang kita mau meminta semuanya untuk angkat tangan
Dan tepuk tangan bersama-sama, come on!
Ey!
Ouw, lama ku memendam rasa di dada
Mengagumi indahmu, wahai jelita
Tak dapat lagi kuucap kata, ha
Bisuku diam terpesona
Ho-woo, dan andai suatu hari kau jadi milikku
Tak akan kulepas dirimu, oh kasih
Dan bila waktu mengizinkanku untuk menunggu
Dirimu, come on!
Kurasa ku t'lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
__ADS_1
Berhenti mengagumi dirinya
Oo-oo, wo-oo
Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
Oh, diriku tersipu malu
Melihat sikapmu yang lucu
Dan andai suatu hari kau jadi milikku
Tak akan kulepas dirimu, oh kasihku
Dan bila waktu mengizinkanku menunggu
Dirimu, wo-uwo-o-yeah
Kurasa ku t'lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya
Oh Tuhan, tolong diriku
Membuat dia menjadi milikku
Sayangku, kasihku, oh cintaku
She's all that I need
'Kan kujaga dirimu untuk selamanya
Tolong terima cintaku, ho-hoo (Wo, Septian)
Yeah-yeah-yeah-yeah-yeah (Give it all to Asta!)
Yeah-yeah, summertime, ain't a summertime
If I don't have you as mine, but you're always on my mind, yeah
In the magazine you showed up
Baby girl your beauty makes my mind blow up
Your personality it's calm and friendly
The kinda girl that I would love to be with me
Once I start, no I won't fall back
Here's my cellphone number, so please call back, come on!
Kurasa ku t'lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
__ADS_1
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya
Oh Tuhan, tolong diriku
'Tuk membuat dia menjadi milikku
Sayangku, kasihku, oh cintaku
Oh, dia menjadi milikku, oh-uwo
Menjadi milikku, oh baby, yeah
She's all that I need
Thank you Together Whatever Sessions, oh-yeah
Thank you Malukas, oh-yeah
Wo-ho-yeah-yeah
*****
Di apartemen Asha yang baru sampai segera melempar tubuhnya ke atas kasur tanpa melepas gaunnya karena merasa tubuhnya sangat lelah.
"Sayang, salat dulu sana!" ajak Ega.
"Bentar lagi, rasanya masih lelah lengket tubuhku."
"Sayang, sudah aku siapkan air panas mandi lah! Aku tunggu untuk salat isya berjama'ah ya," kata Ega dengan mengecup kening istrinya.
Asha segera berjalan menuju kamar mandi, saat ia sudah di dalam kini ia mulai kesulitan melepas retsleting gaun yang ia kenakan.
"Mas, Mas Ega!" teriak Asha dengan mengeluarkan kepalanya clinguan mencari sosok suaminya.
Kemana perginya Mas Ega kalau seperti ini kapan mandinya batin Asha.
"Mas, kamu dimana?" teriak Asha. "Mas bantuin aku, ini ngak bisa buka bajuku!" teriak Asha dengan cukup keras.
Ega yang sengaja pura-pura tidak mendengar perkataan Asha kini berjalan menuju kamar mandi.
"Apa sayang?"
"Mas kamu dari mana saja?" tanya Asha dengan ekspresi wajah cemberut.
Ega tidak menjawab pertanyaan Asha ia segera membuka restelingnya lalu menepuk pundak istrinya.
"Sudah selesai sayang. Apa perlu aku mandikan juga?" goda Ega.
"Aku bisa mandi sendiri. Sudah sana pergi, kalau kamu disini kapan aku selesainya, Mas!" usir Asha dengan mendorong tubuh suaminya keluar dari kamar mandi.
***
Satu jam kemudian, Asha yang berbaring di atas kasur sambil memainkan aplikasi yang ada di benda pipih yang super canggih itu ia segera membaca novel online sambil senyum-senyum sendiri.
Ega yang selesai dengan pekerjaannya menutup laptopnya kemudian segera bergabung naik ke atas ranjang untuk merebahan tubuhnya yang sangat lelah. Saat melihat istrinya menatap ponselnya dengan senyum-senyum tak jelas ia segera mengambil alih secara paksa.
"Chat sama siapa kok kelihatan senang sekali?" tanya Ega memyelidik.
"Chat sama mantan pacar? Coba dech kamu lihat apa itu yang aku lakukan ini Mas!"
__ADS_1
Ega mendengar kata penekanan 'mantan pacar' segera mengalihkan pandangan matanya ke benda pipih yang membuat istrinya itu berbunga-bunga bahagia. Seketika melihatnya ia melototkan mata tak percaya dengan apa yang di baca istrinya.
Bersambung..