
Arsen yang tidak ingin berdebat dengan keluarganya atau memperkeruh suasana ia memilih untuk berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk pergi. Berlama-lama disini hanya akan membuat pikirannya tidak karuan dan berpikir negatif kepada keluarganya sendiri entah itu benar atau tidak ia juga tak tahu.
Ia berpura-pura melihat ponselnya.
"Mah, Pah, Arsen pergi bentar ya. Yuda mengirim pesan kalau ada data yang harus ditanda tangani dengan segera untuk proyek baruku," kelakar Arsen agar bisa pergi untuk menghindar dari suasana yang membuatnya tak nyaman.
"Nak, dua hari lagi acara pernikahan kamu apa tidak sebaiknya cuti dan menyerahkan semua pekerjaan ke asisten kamu. Mama ngak ingin saat hari bahagia kamu justru sakit akibat kerja kerasmu saat ini," tegur Asha.
Arsen tersenyum. Ia bukan laki-laki lemah, mungkin jika ia terjatuh sakit sudah dari dulu. Buktinya ia kerja dari pagi hingga lembur setiap hari tanpa mengenal hari libur ia tetap fit.
"Mah, Arsen bukan anak kecil. Arsen ini memiliki anti body yang kuat tidak perlu dicemaskan lagi," jawab Arsen. "Kalian istirahatlah! Oya, Adelia mumpung berada disini sebaiknya kamu ajak-ajak anak dan suami kamu jalan-jalan liburan disini. Kunci mobil ada di laci dekat televisi kamu tinggal pilih," ucap Arsen pergi dengan melambaikan tangannya.
__ADS_1
Setelah kepergian Arsen tinggal Asha dan Ega yang masih berada di tempatnya. Adelia memilih melaksanakan saran dari kembarannya untuk jalan-jalan melihat indahnya kota New York.
"Mah, apa pujianku tadi menyinggung perasaan putra kita. Sejak aku bicara kalau Adiba wanita sempurna tidak diragukan lagi dia menjadi bagaimana ekspresi wajahnya, papa khawatir dia akan salah paham lagi pada papa," keluh Ega.
"Papa sich asal bicara saja, kalau dia marah lagi gimana?" ucap Asha dengan melototkan kedua matanya memarahi suaminya yang tidak seperti biasanya.
"Papa ngak salah bicara, papa bicara apa adanya itu memang fakta kalau Adiba itu sempurna, Mah. Dia itu memang menantu idaman setiap orangtua dia sholeha, imam yang kuat. Wanita pintar, tidak lagi diragukan," jelas Ega bicara faktanya
"Pah, apabila ada seorang calon menantu perempuan yang lebih pintar dari calon laki-lakinya, baik dalam segi agama maupun ilmu duniawi, bagaimana pandangan Islam mengenai hal tersebut?" tanya Asha yang menyadari jika putranya dibawa Adiba jika mengenai kepandaian hanya saja Adiba anak yatim piatu yang tidak memiliki apa-apa.
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar," ucap Ega.
__ADS_1
"Dari penggalan surat an-Nisaaβ ayat 34 di atas terdapat kata qawwam (pemimpin). Salah satu arti qawwam adalah murobbi, sebagai pendidik. Namanya pendidik harus lebih cerdas. Bagaimana kalau calon menantu perempuan malah lebih pintar dalam urusan agama dan segala macam? Dalam hal ini Ustadz Budi Ashari menyampaikan, pertama istighfar yang banyak. Istighfar sebagai bentuk salah orang tua laki-laki. Bagaimana mereka menyiapkan anak laki-laki dengan kualitas seperti itu. Kasihan si anak perempuan itu. Kasihan keluarga perempuan ini. Mereka menyiapkan perempuan yang luar biasa, sedangkan keluarga laki-laki menyiapkan laki-laki yang kualitasnya seperti ini. Pertama, istighfar dulu yang banyak. Dalam malam-malam, beristighfar, βYa Allah mohon ampun. Ini kami salah mendidik anak. Menjadi laki-laki cuma seperti ini. Tidak pantas menjadi qawwam," ucap Ega masih menjabarkan pertanyaan istrinya sesuai yang ia ketahui.
Asha terdiam mendengar ucapan suaminya itu.
"Yang kedua, bersyukur. Kenapa bersyukur? Masya Allah, lelaki seperti ini mendaptkan perempuan yang luar biasa."
"Yang ketiga, tidak ada pilihan lain, laki-laki tersebut harus menyediakan waktunya untuk belajar ilmu (agama). Harus. Tidak ada alasan dia sibuk, karirnya sedang tinggi, bisnisnya sedang besar. Tidak ada ceritanya itu. Karena yang akan mereka lahirkan adalah generasi penerus. Tidak ada pilihan, dia harus belajar ilmu. Sediakan waktu. Kalau perlu, itu dijadikan syarat di awal. Aku yakin Adiba akan membuat perubahan besar untuk putra kita menjadi lebih baik lagi," ucap Ega.
"Kalau seperti itu kenapa papa seperti tidak menyetujui Arsen menikah dengan Adiba?" tanya Asha menyelidik.
Bersambung..
__ADS_1
teman-teman yang punya aplikasi si kuning tolong sub novel baru perfect hot Single Mother ya ππππ