Wedding Agreement

Wedding Agreement
41 Season 2


__ADS_3

Dua hari menjelang ijab kabul, keluarga besar Ega telah tiba di rumah Arsen. Arsen sengaja hanya memberi tahu keluarganya tentang rumahnya bukan apartemen yang ia tempati dengan Adiba. Ia tidak ingin orangtuanya tahu kalau mereka tinggal berdua sebelum menikah pasti akan murka papa Ega.


Arsen duduk di ruang keluarga bersama dengan Asha, Ega, Shihab, juga Adelia yang berbadan dua itu.


"Lio, dimana calon istrimu tinggal sekarang?" tanya Adelia. "Maaf atas masa lalu yang membuat kamu menjadi menderita karena aku," pintanya memohon maaf kepada kembarannya.


Arsen tersenyum. Ia duduk disebelah Adelia.


"Sudahlah, aku sudah melupakan itu semua. Sekarang mari kita tatap masa depan untuk bahagia, saling menyayangi sesama keluarga. Aku sekarang bisa bertemu dengan dia kembali itu sudah cukup mengobati luka dimasa lalu. Aku harap kamu bisa menghargai Adiba seperti kamu menghargai aku. Tolong jangan pernah kamu membencinya," ucap Arsen.


"Tidak ada yang membenci wanita sebaik Adiba, kami senang kamu menikah dengannya. Mama berharap kamu mendapatkan kebahagia kamu yang selama ini tertunda. Oya kapan kamu mempertemukan mama dengan Adiba, mama ngak sabar ingin bertemu dengannya. Mama merindukan dia," ucap Asha.

__ADS_1


Arsen mengedikkan kedua bahunya tidak tahu kapan ia mempertemukan calon istrinya pada keluarganya. Ia takut jika keputusan orang tuanya berubah ketika melihat Adiba. Ia tidak ingin pernikahnya kali ini gagal apapun yang terjadi nanti.


Semoga yang kalian ucapakan adalah benar nyatanya. Tidak ada rasa benci diantara kalian. Jika Aku harus memilih diantara kalian itu sangatlah sulit, bagiku kalian orang yang aku sayang selama aku lahir sampai aku menutup mata. Tidak akan mungkin aku berhenti menyayangi kalian apapun yang terjadi, tetapi Adiba juga orang yang sangat aku sayangi tidak mungkin aku meninggalkannya demi kalian.


"Sen," lirih Asha dengan menggoyangkan lengan Arsen untuk membuyarkan lamunan putranya. Ia khawatir melihat Arsen dengan tatapan kosong ke depan sedangkan ia sedang mengajaknya bicara.


"Ada apa, Mah?" jawab Arsen merasa lengannya terguncang. "Mama bicara apa?" tanya Arsen kembali ketika ia tidak mendengar jelas ucapan sang mama.


"Benar yang dikatakan Adelia, Sen. Papa ngak ingin kamu menyelesaikan masalah kamu sendirian sedangkan kamu punya kita. Papa akan berusaha untuk membantu kamu," ucap Ega memberikan nasihat pada putra pertamanya.


Arsen tersenyum, menandakan jika dirinya baik-baik saja tidak dalam masalah.

__ADS_1


"Sayang," lirih Asha.


"Mah, Pah. Aku tidak ada masalah, hanya saja sudah tidak sabar untuk menghalalkan bidadari yang akan menjadi pendamping hidupku kelak. Semoga kalian bisa membimbing Adiba menjadi lebih baik lagi," pinta Arsen.


"Buat apa dibimbing? Dia itu sudah sempurna," jawab Ega.


Apa maksud papa? Dia memuji atau menyidirnya. Seperti mengunakan majas ironi saja, lebih baik papa memakai majas sinisme atau sarkasme.


"Maksud papa gimana?" sanggah Arsen.


"Maksud papa itu Adiba wanita yang sholeha, dia juga pintar tidak ada kekurangan pada dirinya. Mama dulu mengenal dia dengan baik," sahut Asha.

__ADS_1


Mengenal baik?! Sejak kapan mama mengenal Adiba, sedang Adelio bukan teman Adiba aku pun juga tidak pernah membawa Adiba pulang ke rumah. Batin Arsen bertanya-tanya di dalam hatinya yang mulai curiga dengan sikap keluargamu.


__ADS_2