
Tiga hari kemudian, kasus perencanaan pembunuhan Ega telah terungkap kini Dion telah di tangani oleh pihak yang berwajib dan sudah terbukti sebagai tersangka.
Asha sedikit lega jika dalang yang membuat suaminya tidak berdaya sampai saat ini belum menunjukan perubahan akan membuka mata.
Dokter kini sudah pasrah dengan kondisi pemilik rumah sakit yang sebenarnya bisa dikatakan sudah Circling the drain yaitu istilah yang digunakan oleh dokter untuk menggambarkan pasien yang berada di ambang kematian dan tidak bisa bertahan lagi jika alat bantu medis yang menempel di seluruh tubuh Ega di lepas. Kini dokter hanya bisa menyarakan banyak-banyak berdoa hanya keajaiban dari sang pencipta.
Saat dokter membahas tentang kondisi Ega dengan orangtuanya, tanpa sengaja ia yang baru kembali periksa kandung mendengar jelas apa yang dikatakan dokter kini tubuhnya lemas seketika, ia perlahan jatuh ke lantai dengan menyandarkan kepalanya di pintu yang masih tertutup. Deraian air matanya membasahi seluruh wajahnya, sesak, kecewa, kesal, takut kehilangan menjadi satu tidak bisa lagi ia ungkapkan dengan kata-kata lagi. Ia hanya bisa membenturkan kepalanya ke pintu untuk menghilangkan perasaannya ingin rasanya ia ikut pergi bersama suaminya tapi ia tidak boleh egois masih ada calon anak yang masih membutuhkannya. Kini kepalanya mulai pusing, penglihatannya mulai kabur dan akhirnya ia pingsan.
***
Asha terbaring di ranjang dekat dengan ranjang pasien Ega. Raka dan Aira sengaja menjadikan satu mereka agar memudahkan putrinya melihat suaminya juga memudahkan mereka dalam pengawasannya.
__ADS_1
"Nak, kamu sudah bangun! Apa kamu ingin sesuatu?" tanya Aira mendekati putrinya yang baru bangun karena dokter sengaja memberi obat tidur yang aman di konsumsi wanita hamil agar Asha dapat istirahat dengan cukup.
"Tidak, Bun." Jawab Asha sambil menggelengkan kepala. "Bun, tolong jangan lepas alat medis mas Ega. Aku yakin jika Mas Ega akan segera sadar. Ia sudah janji denganku jika dia akan menemaniku melahirkan, Bun, Pah. Aku tidak mau kehilangan mas Ega, aku tidak ingin anakku lahir tanpa di temani papanya," ucap Asha sambil terisak dalam tangisnya.
Aira memeluk putrinya mencoba memberikan ketenangan dan kekuatan agar sabar menghadapi cobaan ini.
"Bun, menurut kalian jika aku mendonasikan sebagian saham rumah sakit untuk kaun duhafa dan anak yatim atas nama mas Ega gimana?" tanya Asha.
Saat ia pingsan ia teringat akan cerita Ega saat beberapa hari sebelum ia mengalami kecelakaan. Yaitu Ega menegaskan bahwa sedekah bisa memperpanjang umur. Dia mengisahkan perbincangan Nabi Ibrahim as dengan malaikat Maut, Nabi Ibrahim ditemui oleh Malaikat Maut dan bertanya siapakah gerangan anak muda yang baru saja menemuimu, Nabi Ibrahim menjawab, bahwa anak muda itu besok akan melangsungkan pernikahan. Malaikat pencabut nyawa mengatakan, bahwa anak muda itu akan saya cabut nyawanya malam ini sehingga besok pagi tidak akan terjadi pernikahan.
Ega juag menegaskan bahwa sedekah tidak harus dengan materi dengan senyum pun dan membahagiakan orang lain itu juga sedekah. Beberapa riwayat mengisahkan tentang pentingnya bersedekah. Diantaranya ada seseroang yang terkena penyakit kanker, lalu disarankan bersedekah dengan ikhlas dan Alhamdulillah dengan izin Allah sembuh dari sakitnya. Kedua adalah silaturahmi. Barang siapa ingin dipanjangkan umur dan ditambahkan rezkinya maka hendaklah silaturrahmi.
__ADS_1
Lanjut dikatakan, Allah sangat membenci orang yang memutuskan silaturrahmi . Beliau mengisahkan ada umat yang semasa hidupnya hanya beribadah. Lalu ketemu dengan Nabi Musa As. dan meminta Nabi menanyakan kepada Allah, “ Ya Nabi, sekiranya engkau ketemu Allah, tolong ditanyakan saya nantinya ketika meninggal berada di tingkat berapa dalam syurga. Lalu nabi Musa as. menyampaikan kepada Allah dan jawabnya bahwa ahli ibadah tersebut tempatnya bukan di syurga tapi di neraka jahannam. Betapa kagetnya hamba ahli ibadah ini, ternyata jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan khayalannya selama ini, yang hanya mengerjakan ibadah ’hablu minallah dan melupakaa hablum minannasnya.
Akhir cerita, ketika Nabi Musa as. diminta kembali menghadap kepada Allah mengapa dia ditempatkan di neraka, dalam perjalanana Nabi Musa menemui Allah, hamba ahli ibadah ini berdoa kepada Allah, ya Allah sekiranya Engkau memang mentakdirkan saya masuk neraka, maka jadikan badanku ini sebesar neraka sehingga tidak ada lagi orang yang masuk neraka. Ketika Nabi Musa tiba di depan Allah dan akan menanyakan kembali alasan kenapa hamba ahli ibadah ini masuk neraka jahannam, Allah SWT mengatakan bahwa sebelum engkau bertanya, saya katakan bahwa hamba ahli ibadah itu masuk syurga, Nabi Musa as. masih bingung, lalu Allah menjawab, dia masuk syurga karena memikirkan kepentingan orang lain, tidak semata untuk kepentingannya tapi juga kepentingan untuk orang lain. Maka dia termasuk penghuni syurga. Jadi, mari kita semua menjadi orang tergolong yang diampuni dosa dan menempati tempat terbaik disisi Allah yaitu syurga di hari kemudian dengan senantiasa bersedekah dan menjaga silaturrahmi.
Asha pun menceritakan kembali yang suaminya katakan pada bundanya walaupun sebenarnya sang bunda pasti tahu akan cerita itu.
"Itu ide bagus, biar papa kamu bicara dengan Rian dan Rizki agar mengurus semuanya," jawab Aira.
"Kalau bisa hari ini juga, Bun. Aku ngak ingin menunda-nunda niat baikku. Aku berharap dengan begini nanti ada keajaiban untuk mas Ega. Walaupun nanti Allah berkehendak lain aku akan menerimanya dengan lapang dada karena ini sudah jalan takdir yang sudah di tetapkan oleh Allah. Pasti semua umat akan mengalami dan menghadapi kematian kita hanya saja masih antri," jelas Asha yang sudah mulai lapang dada pasrah.
"Kita sudah berusaha, kita serahkan pada Allah ya, Nak. Allah tahu yang terbaik buat kalian," ucap Aira.
__ADS_1
"Terimakasih ya, Bun. Maafkan Aira merepotkan bunda dan papa."
"Ini sudah jadi kewajiban kami Nak," sahut Raka.