Wedding Agreement

Wedding Agreement
90. Sempit! Dunia luas, Sayang!


__ADS_3

Alex dan Ega yang telah selesai membahas masalah kerjasama segera bergabung dengan para wanitanya. Saat mereka melihat para istrinya berpelukan seperti sahabat yang sudah lama kenal, Alex segera membuyarkan pelukan mereka.


"Wah, sepertinya lagi seru nich, Sayang. Aku juga mau dipeluk," sapa Alex bersamaan dengan Ega.


Seketika Rara dan Asha mendengar suara suaminya itu melepas pelukan mereka lalu menoleh ke arah sumber suara.


"Ternyata para suami itu selalu berpikir mesum saja ya," ucap Asha dan Rara bersama. Mereka yang bicara sama itu pun akhirnya tertawa.


"Kok kita bersamaan ya," ujar Asha. "Aku kira yang selalu berpikir mesum itu hanya suamiku saja ternyata suami kamu juga apa tiap laki-laki selalu berpikir begitu," Asha mulai menerka-nerka.


"Mungkin iya, suamiku itu juga gitu," bisik Rara.


"Mesum sama istri itu tak masalah, asal jangan pernah mesum dengan wanita lain atau sampai berbuat hal yang mengarah ke dosa. Sudah lupakan tema kalian, sebaiknya kita cari topik lain lagi," saran Ega lalu duduk disamping Asha. "Kamu nyaman kan ngobrol sama dia?" bisik Ega di telinganya.

__ADS_1


Asha hanya tersenyum membalas ucapan suaminya.


"Kalian sepertinya sangat cocok, gimana jika lain kali kalian main ke Surabaya menginaplah di rumah kami?" tawar Alex.


"Insyaallah, jika kami main ke Surabaya pasti akan mampir ke rumah kalian. Jika kalian hari senin ada waktu, kami mengundang kalian untuk datang ke acara ulang tahun istriku serta untuk meresmikan rumah sakit dengan nama dia," ajak Ega.


"Kapan itu?! Senin ini?!" tanya Alex menyelidik.


"Ternyata, Tuan Albram juga bergelut dengan dunia medis tak menyangka aku bisa kenal dengan orang hebat seperti anda. Semoga semakin sukses Tuan," puji Alex. "Insyaallah kami akan datang, jika hari senin. Aku dengan istriku masih ingin berlibur dulu menikmati alam asri yang ada di kota Malang, maklum di Surabaya jarang sekali ada nuansa seindah disini dia lagi ngidam," kekeh Alex.


"Gimana jika kalian menginap di vila kami?" tawar Ega.


Memang Mas Ega punya vila?! Kenapa aku istrinya saja tidak pernah di ajak liburan kesana, astaga suamiku. Batin Asha.

__ADS_1


"Gimana, Sayang? Apa kamu mau menerima tawaran Tuan Albram? Jika kamu mau menikmati suasana di puncak vila Albram sangat pas buat liburan kita?" jelas Alex pada Rara.


"Gimana ya, Mas. Apa kita tidak akan merepotkan Tuan Albram serta Mbak Asha? Kita sudah bisa bekerjasama dengan perusahaan mereka saja sudah sangat suatu kehormatan bagi kita lo, aku merasa tidak enak," tolak Rara.


"Mbak Rara, terimalah tawaran suamiku. Anggap saja itu sebagai salam perkenalan kita, lagi pula Mbak Rara dengan Mbak Bila juga sahabatkan, jadi Mbak sudah aku anggap kakakku sendiri," jelas Asha sambil tersenyum simpul.


"Kakak?!" tanya Ega. "Kalian sebelumnya saling kenal?" tanyanya lagi.


"Tidak, Mas. Tadi kita banyak ngobrol ternyata Mbak Rara dan Tuan Alex ini sahabatnya Mbak Bila dan Mas Kenzo, terus mereka ini anak dari sahabat Bunda dan Papa lo, Mas. Dunia kok terasa sempit ya," jelas Asha.


"Sempit?! Dunia ini luas, Sayang!" tegas Ega.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2