Wedding Agreement

Wedding Agreement
111. Belajarlah agresif


__ADS_3

Ega yang sengaja mengguping di balik pintu merasa tidak tega melihat sang istri bersedih, ia merasa sangat bersalah sudah bersikap keterlaluan.


Ega segera membuka pintu kembali untuk melihat keadaan sang istri, melihatnya duduk di lantai dengan memengangi kedua lututnya dengan mata sembab merasa dadanya juga sesak.


Ega segera memeluk sang istri dari belakang, "Maafkan aku ya, sudah jangan menangis lagi."


"Mas Ega, kamu sudah tidak marah lagi denganku?" tanya Asha dengan mendongakan wajahnya ke atas menatap manik bola mata sang suami untuk mencari kejujuran darinya.


Ega menggelengkan kepala lalu mengusap air mata istrinya yang membasahi kedua pipinya.


"Mas kamu benaran sudah memaafkan aku, hatimu apa masih terluka karena ku," tanya Asha di sela-sela tangisnya.


Ega segera merangkul sang istri membimbingnya untuk berdiri lalu menuntut untuk duduk di sofa. Ega meletakan kepala sang istri di dadanya, sambil menggenggam jari-jemari Asha agar lebih tenang.


Harusnya tadi aku tidak mengerjain dia kalau tahu kecil hati seperti ini batin Ega.


"Mas gimana caranya agar hatimu itu sembuh dan kamu tidak akan mengungkit masa lalu kita dulu," tanya Asha hati-hati.


"Kamu mau tahu caranya gimana sayang?"


"Iya."


"Kamu janji akan melakukan demi Mas?" tanya Ega.


"Iya, aku janji jika itu bisa membuat menghapus luka di hati kamu."


"Berikanlah kepuasan padaku malam ini, lalu buatkan aku baby kecil yang mirip denganmu, Sayang." Ega berbisik mesum di telinga sang istri penuh kemenangan.


"Mas mesum dech! Aku kan serius tapi jawabnya malah bercanda seperti itu. Mas kan tahu aku ngak bisa agresif," keluh Asha.

__ADS_1


"Belajarlah demi suamimu ini!" tegas Ega menyeranggi penuh kemenangan.


Agresif! Rasanya seperti wanita murahan aku tapi tidak ah, agresif sama suami sendiri tidak masalah lagi pula juga sudah halal batin Asha mulai menghilangkan pikiran negatif dalam benaknya.


"Memang tidak masalah ya Mas, tidak dosa ya Mas?"


"Kenapa dosa?" tanya Ega menautkan alisnya.


"Karena minta begituan duluan," tanya Asha malu-malu.


"Sayang, kamu tahu tidak jika seorang wanita tidur meninggalkan tempat tidur suaminya (yaitu tidak menemani suaminya) maka malaikat melaknatnya hingga pagi hari. (HR Muslim no 1436). Dan sebaliknya para suami juga punya tanggung jawab yang besar dalam mengurus istri dan memenuhi kebutuhannya," jelas Ega


Ega kini mulai menjelaskan panjang lebar kepada istrinya menurut yang ia tahu.


مَا مِنْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً، فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ، إِلَّا لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ


Nasihat dari Sayyidina Muhammad al-Baqir kepada kaum wanita yang berbunyi: “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”


Sementara itu, dilansir dari laman Pustaka Ilmu Sunii Salafiyah, disebutkan seorang istri yang meminta hajat atau berjima lebih dulu kepada suaminya, maka akan mendapat fadhilah atau kemuliaan sebagaimana di kitab Adabun Nisa’ karya Abdul Malik bin Habib (Abu Marwan) Al-Qurthubi:


Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka: (1) Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka; (2) memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh; (3) dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan; (4) diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di Surga.


Dan siapa saja seorang istri yang masuk bersama suaminya dalam satu selimut, maka malaikat dari bawah 'Arsy memanggilnya, "Mulailah duluan olehmu perbuatan itu (merangsang suami): (1) Maka Allah akan mengampuni untukmu dari dosamu yang telah lalu dan yang akan datang; (2) Dan Allah akan mencatat untuknya pahala seorang yang memerdekan seratus budak; (3) Dan mencatat untuknya dari setiap sehelai rambut dengan satu kebaikan.


"Baiklah aku akan belajar jadi istri yang terbaik juga bisa membuat kamu merasakan terpuaskan malam ini dan seterusnya," senyum Asha.


"Sungguh itu! Aku akan menunggu hal itu sayang."


"Tunggulah, Mas! Aku akan mempersiapkan dengan sempurna," bisik Asha dengan manja di telinga sang suami.

__ADS_1


Asha segera pergi menuju lemari mengambil sebuah baju hadiah dari sahabatnya yang menurutnya tidak penting itu namun kenyataannya kini sangat membantu dirinya.


Ia segera mengambil lingerie yang menurutnya baju yang kurang bahan itu untuk ia kenakan malam ini menggoda sang suami, ia segera membawa ke dalam kamar mandi, setelah setengah jam kini ia sudah siap dengan sempurna.


Asha keluar dengan mengenakan bath robes atau jubah mandi lalu duduk di samping suaminya yang rebahan di atas kasur.


"Mas bersiaplah! Aku akan menunggu kamu, disini!" bisik Asha setelah mengecup sekilas bibir Ega.


Setelah kepergian suaminya kini ia melepas jubah mandinya lalu menutupi dengan selimut tebal miliknya yang bermotif doraemon karakter kartun kesukaannya.


Ega yang baru saja keluar dari kamar mandi, hanya memakai bath sheet atau handuk dibagian tubuh bawahnya membuat Asha terkagum dengan tubuh kekar suaminya yang terlihat berotot, dengan kulit putih mulus yang sempurna tanpa cacat.


Ega melihat sang istri memperhatikannya tanpa berkedip, ia menghampirinya lalu mencubit hidung mancung Asha, "Melihat apa? Kamu kagum ya dengan tubuh keker suamimu ini?" ucap Ega dengan percaya diri tanpa meninggalkan gaya mesumnya.


Asha hanya melotot mendengar perkataan sang suami memang ia sangat mengagumi tubuh kekar Ega tapi ia malu jika harus mengakuinya, tanpa menunggu lama kini ia menarik bath sheet yang menempel pada tubuh suaminya hingga kini tidak ada sehelai benang yang menutupinya.


Sedangkan Ega segera mendaratkan bibirnya dibibir mungil istrinya hingga nafas mereka saling menyatu hingga beberapa menit.


Ega yang sudah tidak dapat menahan benda pusakanya ia segera membisikan ditelinga Asha, "Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyaran thayyiban," lalu mencium keningnya hingga turun ke bibir menelusuri leher jejang Asha.


Kini mulailah penyantuhan tubuh dua manusia dengan suara decitan ranjang yang memenuhi ruangan mewah itu, hingga mereka melakukan beberapa kali.


Kini Ega telah mencapai pelepasan hingga lima kali, ia berbisik ditelingga sang istri, "Alhamdulillahi dzdzii khalaqa minal maa ibasyaraa," lalu ia mencium kening sang istri. "Makasih sayang," ucap Ega kembali lalu menyelimuti tubuh sang istri yang telah terkulai lemas di atas ranjang size itu.


Semoga kita selalu diberi kebahagiaan selamanya sampai akhir hayat hingga maut memisahkan kita batin Asha.


Semoga kau selalu setia menemaniku apa pun yang terjadi kelak semoga kau tetap mendukungku, walaupun roda akan berputar semoga kau selalu disampingku batin Ega.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2