Wedding Agreement

Wedding Agreement
7 Season 2


__ADS_3

Arsen mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar, ia tersenyum sinis menatap punggung wanita yang pernah mengisi ruang hatinya selama hampir tiga tahun lamanya.


"Aku akan membalas semua sakit hatiku, Adiba. Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia," hardik Arsen.


Di tempat lain, di sudut tamat kota Adiba mengeluarkan tangis yang ia pendam. Kini ia hanya bisa bercerita dengan angin malam, ia tinggal di New York sendirian masih belum memiliki kawan. Setelah kematian kedua orangtuanya karena kecelakan ia memilih melanjutkan kuliahnya yang terbengkalai saat dirinya sakit yang menjalani berbagai pengobatan.


"Kamu selalu ambil kesimpulan sendiri, Lio. Harusnya kamu mendengar penjelasan kita, kamu hanya mendengar setengah pembicaraan kita. Tapi mungkin dihatimu hanya ada kebencian untuk diriku," lirih Adiba.


Adiba memilih berjalan kaki untuk pulang ke kontrakannya, sejak ia sakit delapan tahun lalu keluarganya menjadi serba kekurangan karena biaya pengobatan untuknya yang tidak murah hingga menguras keuangan kedua orangtuanya yang hanya bekerja sebagai pns.

__ADS_1


Ia mengalami penyakit Sindrom Alport adalah penyakit langka bersifat genetik yang menyebabkan kelainan pada kolagen atau jaringan ikat.


Sindrom Alport antara lain dapat yang ditandai kelainan ginjal yang dapat berakibat kondisi gagal ginjal, gangguan pendengaran yang dapat menyebabkan ketulian, kelainan mata seperti katarak. Ia juga sering mengalami gejala buang air kecil berwarna merah (darah dalam urine) sudah timbul sejak bayi. Selain itu ia juga gejala lain yang sering timbul adalah nyeri perut, sesak nafas, dan batuk berulang.


Adiba anak tunggal, ia kini telah menjadi anak yatim piatu sejak kedua orangtuanya meninggal satu tahun lalu. Akmal yang menjadi sahabatnya dari kecil juga entah pergi kemana seperti di telan bumi tanpa kabar.


"Hai cantik, mau kemana temani abang dong," godanya dengan menarik tangannya.


Laki-laki yang sudah tidak memiliki kesadaran jelas itu mendekatkan wajahnya ke Adiba untuk mencicipi bibir manisnya namun belum sampai itu terjadi Adiba mendorong dengan sekuat tenaganya hingga laki-laki itu terjatuh ke aspal. Ia berlari sekuat tenaga sambil berteriak meminta tolong berharap ada orang yang mendengarnya.

__ADS_1


Dua laki-laki yang tidak terima jika temannya di aniaya segera mengejar adiba untuk menjadikan mangsa malam ini yang penuh hawa dingin. Salah satunya memukul Adiba hingga terjatuh, yang lainya mulai mendekatkan dirinya mengangkat dagu Adiba dengan senyum penuh kemenangan.


"Jika kamu masih ingin hidup, turuti apa kata kita. Kamu itu adalah makanan kita malam ini," tawa laki-laki itu semakin mencengkeram dagu Adiba.


"Sudah cepat seret dia kemarkas untuk menjadi pemuas kita malam ini. Rasanya sudah tidak sabar aku ingin segera mencicipi elok indah tubuhnya yang membuat tubuhku semakin panas dingin," tawanya dengan senyum mesumnya.


Adiba mencoba memberontak tapi usahanya sia-sia tenaganya tidak sebanding dengan kekuatan mereka yang mencengkeram kedua tangannya. Ia hanya bisa menahan sakit di pergelangan tangannya, sambil memanjatkan doa agar ia bisa lari dari penjahat kelamin yang akan merengut kehormatannya.


Melihat dua lelaki yang mencengkeram tangannya terhempas kedepan mencium aspal ia menoleh kebelakang, dengan tangannya ditarik oleh seseorang untuk berlari. Ia tidak melihat jelas siapa yang membawa ia berlari karena penyinaran yang redup. Ia pun tidak menghiraukan siapa itu orangnya, ia hanya berdoa dia orang yang baik telah membantu dirinya dari orang-orang jahat.

__ADS_1


__ADS_2