
"Sudah paham kamu?" tanya Ega melirik istrinya.
"Sudah, tapi kenapa kamu mengerti tentang ini kenapa tidak memberiku kabar saat itu Mas? Kamu tahu, itu membuatku sangat khawatir dengan keadaan kamu." Asha teringat kejadian dua minggu lalu dimana suaminya pergi tanpa memberinya kabar.
Kamu memang wanita yang sangat susah melupakan sesuatu, Sha. Tapi aku selalu berharap di hatimu sudah tidak ada Dion lagi. Aku berharap hanya ada namaku di ruang hatimu. Jika saat itu aku bilang, pasti kamu akan banyak tanya. Sedangkan saat itu belum saatnya aku jujur dan aku belum tahu pasti gimana perasaan kamu padaku batin Ega.
"Sayang, saat itu perusahaanku yang ada di luar kota dalam masalah darurat dan di ambang masalah yang besar para investor dan pemengang saham semua pada meminta penjelasan dan kepastian karena penjualan turun dratis karena ternyata ada manipulasi laporan," jelas Ega.
"Tidak kamu, Bang Nathan dan Papa jika sudah menyangkut perusahaan lupa sama pasangannya," dengus Asha.
"Sebenarnya tidak lupa sama pendamping hidupnya, karena kita memiliki kewajiban sebagai pemimpin maka aku harus bisa mengayomi semuanya kamu tahu banyak orang yang menggantungkan hidupnya untuk sekedar mencari nafkah buat anak dan istrinya. Jika aku menghiraukan itu mengutamakan kamu maka itu juga salah aku, harus imbang, Sayang. Tapi aku janji akan selalu seimbang yang utama adalah kamu," ujar Ega.
"Beneran itu, Mas."
"Hem."
"Mas, kita mau kemana? Ini kan bukan arah pulang?" tanya Asha melihat jalur arah yang berbeda.
"Siapa juga yang mau ngantar pulang. Kamu masuk kembali ke mobil ya kamu berarti ikut aku kemana saja pergi," ucap Ega dengan senyum simpulnya.
__ADS_1
Mau kemana sich sebenarnya dia kan bilang katanya mau meeting. Ini bukan arah ke kantor juga ke apartemen. Ini seperti arah ke perumahan pikirnya mengamati jalanan.
Ega segera memakirkan mobilnya didepan butik khusus pakai resmi. Lalu mematikan mesin mobilnya.
"Kita mau ngapain kesini?" tanya Asha menyelidik. Apa dia ketemu klien yang dimaksud adalah untuk bekerja dengan butiknya. Apa jika masalah kecil seperti dia harus turun tangan sendiri.
"Tidak mungkin jika aku mengajak kamu dengan pakaian seperti ini sedangkan aku akan bertemu dengan rekan bisnisku. Sudah ayo turun," perintah Ega.
Ega menunggu Asha yang berjalan ke arahnya sambil memainkan ponsel ditangannya, ia hanya berdiri menatapnya sambil melihat arloji jam mewah yang ia kenakan di pergelangan tangannya.
"Itu sebenarnya sibuk kirim pesan sama siapa sich fokus amat dengan ponselnya?" lirih Ega.
"Kamu itu terlahir dari mana, Mas sungguh tampan sekali?" Batin Asha.
Asha segera memasukkan ponselnya ke dalam tas ransel miliknya lalu berdiri disamping suaminya.
__ADS_1
"Sudah!" tanya Ega. "Kamu serius amat main ponselnya memang sedang mengirim pesan kesiapa?" tanyanya lagi.
Asha hanya menggeleng lalu melingkarkan tangannya ke lengan kekar Ega dengan mengusap dada suaminya pelan. Sambil berjalan mengimbangi langkah suaminya menuju ke dalam butik.
Para pelayan menyambut ramah kepada kami sambil mengulas senyum hingga akhirnya salah satu pelayan menyapa kami untuk melayani apa yang kita inginkan.
Ega segera mengutarkan apa yang ia inginkan agar membuat penampilanku menjadi lebih formal namum tetap kelihatan cantik dan anggun. Hampir setengah jam aku masuk bersama beberapa pelayan untuk merubah semua apa yang aku kenakan.
Asha segera bercermin yang ada didepannya menatap dirinya seperti seseorang wanita yang bekerja dikantoran. Ia segera keluar memperlihatkan perubahan dirinya.
"Mas, sudah!" sapa Asha duduk disamping suaminya yang sedang fokus membaca majalah bisnis itu.
Ega segera meletakkan majalahnya menatap istrinya dengan penampilan yang begitu sempurna.
"Perfect," puji Ega lalu berdiri mengulurkan untuk istrinya agar ikut berdiri. "Ayo, sekretaris baruku," katanya lagi.
Apa aku tidak salah dengar dia bilang aku sekretarisnya. Apa dia akan membawa aku bertemu dengan kliennya dengan memperkenalkan aku sebagai sekretaris bukan istrinya. Lebih baik aku pulang saja sendiri naik taxi biar dia sendiri buat apa aku menemani dia jika hanya sebagai sekretaris pikirnya.
__ADS_1
Bersambung..
maaf sdkt ya, mkin bsk juga telat up lagi