
Setelah Tuan Alex dan istrinya berpamitan, Asha dan Ega pun segera pergi meninggalkan restoran untuk segera mencari tempat ibadah karena jam sudah menunjukan satu siang.
Ega segera memarkirkan mobilnya di masjid yang tidak jauh dari restoran, yang terlihatan tidak terlalu ramai dengan jamaahnya karena ini sudah lewat waktu dzuhur.
"Sayang, kita salat disini dulu ya, kita berjamaah. Mas ambilkan mukena dulu di bagasi sama hijab pasmina buat kamu. Kamu tunggu di mobil ya," ujar Ega.
Mas Ega memang suami siap siaga aku saja sampai lupa tidak menyiapkan semua kebutuhanku padahal itu kewajibanku sendiri tapi dia selalu menyediakan apa yang aku butuhkan. Tapi apa dia lupa aku ini kan sedang datang bulan. Batin Asha segera turun dari mobil menghampiri suaminya.
"Mas Ega, aku sedang datang bulan kamu lupa ya," ucap Asha cekikian menahan tawa.
"Kenapa tidak bilang dari tadi?"
"Habis kamu buru-buru keluar padahal aku belum jawab ucapan kamu. Aku tunggu di mobil saja ya, kamu cepat salat sana!" perintah Asha.
Ega segera pergi meninggalkan istrinya untuk menyucikan dirinya mendekatkan diri pada sang pencipta.
Ega segera memakai kopiah berwarna hitam serta sarung yang senada dengan kopiahnya. Ia segera mengulung kemeja putihnya sampai ke sikut. Setelah berwudhu ia segera mencari tempat untuk bersujud menjalankan kewajibannya sebagai umat islam.
Ega segera salat secara khusuk setelah mengucapkan salam ia segera bershalawat untuk para nabi, ia juga mengkhususkan almarhum ayah serta kakek dan nenek dari sang ayah yang telah tiada. Selesai membaca tahlil ia segera berdoa untuk kebaikan dirinya juga istrinya.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمت
“Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa ” (QS. Al Furqon: 74).
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya."
****
Sedangkan Asha yang menatap punggung suaminya semakin jauh dari pandangan matanya segera memejamkan matanya sambil berdoa di dalam hatinya.
__ADS_1
Ya Allah, berkahilah rezeki yang diperoleh suami hambamu agar membawa kebaikan kepada kami sekeluarga di dunia dan di akhirat.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.
Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri.
Ya Allah, mudahkanlah dan lancarkanlah rezeki suamiku hari ini, jika rezeki itu jauh dekatkanlah, jika dekat, rapatkanlah, jika masih tergantung di langit, turunkanlah, jika tersembunyi dalam perut bumi, keluarkanlah, jika sedikit, banyakkanlah, jika caranya susah untuk sampai kepada kami maka mudahkanlah.
Sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha Memberi Rezeki, Maha Mengetahui dan Maha Sayang pada hamba-hambaNya. Ya Allah Tuhanku Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji, Tuhan Yang Menakdirkan dan Yang Mengembalikan, Yang Maha kasih dan Maha Kasih Sayang. Berilah aku kekayaan harta yang Engkau halalkan bukan yang Engkau haramkan, berilah aku kelebihan dari yang lain dengan berkah karunia-Mu.
Ega yang baru masuk ke dalam mobil melihat istrinya memejamkan mata segera memasangkan sabuk pengaman, lalu mengecup kening sang istri.
"Mas, kamu membuatku terkejut saja," lirih Asha.
"Sayang, kenapa kamu bangun? Sudah cepat tidur lagi sana! Nanti sampai kantor aku bangunin. Apa kamu sudah lelah? Jika iya, aku antar pulang dulu. Soalnya Mas harus ke kantor dulu ada beberapa yang harus aku selesaikan," jelas Ega.
Kalau aku pulang pasti sekretaris genitnya itu akan cari-cari kesempatan untuk menggoda suamiku, tidak akan aku biarkan pelakor menggangu rumah tanggaku. Aku tidak akan memberikan cela sedikitpun pada mereka yang ingin memiliki suamiku dia hanya milikku selamanya.
"Sayang gimana?" tanya Ega saat tidak mendapat jawaban dari istrinya.
Ega yang melihat tatapan kosong istrinya segera menggoyangkan lengan sang istri untuk membuyarkan lamunannya karena sudah tiga kali tidak ada jawaban.
"Apa sich? Pasti kamu mengantar aku pulang biar memberi kesempatan itu kan wanita genit, sekretaris kamu itu siapa namanya?" Asha mulai mengingat-ingat nama sekretaris suaminya.
"Wulan maksud kamu?! Dia sudah aku pindahkan kebagian lagi dan itu pun aku tempatkan diluar kota agar istriku ini tidak berpikir tidak-tidak lagi," ucap Ega dengan menyentuh dagu Asha agar menatap dirinya.
Asha yang mendapatkan tatapan suaminya itu pun merasakan detak jantungnya memompa dengan cepat. Kamu makin lama makin tampan saja mas batin Asha menatap bola mata Ega yang begitu sempurna dengan alis yang tebal bulu mata lentik membuat kesempurnaan wajahnya makin menggoda tanpa cacat sedikit pun.
"Mas cemburu itu tanda sayang, kalau aku tidak cemburu berarti aku tidak cinta dong sama kamu," ketus Asha.
"Aku paham hal itu sayang, dalam islam pun cemburu itu sebenarnya ada dua hal yang dibenci Allah sama yang tidak."
__ADS_1
"Maksudnya?! tanya Asha menyelidik.
Ega sebelum berbicara segera menatap istrinya lalu meraih kedua tangannya untuk ia genggam kemudian menjelaskannya dengan panjang lebar.
Dalam ajaran Islam, cemburu dipandang sebagai sesuatu yang penting. Sebuah riwayat dari ‘Amar bin Yasir menegaskan pentingnya keberadaan rasa cemburu dari seorang istri. Bahkan, mereka yang tidak memiliki rasa cemburu sama sekali terhadap apa pun yang berlaku atas suaminya diancam tak akan masuk surga.
Riwayat ‘Amar itu juga menyebutkan dua golongan lain yang diancam tak akan masuk surga, yaitu para peneguk khamar dan mereka yang menyerupai lawan jenis (mutasyabbihah). Tidak ada sanksi atas seorang istri yang cemburu. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan tentang kejadian ketika seorang istri Nabi Muhammad SAW merasa cemburu, sampai-sampai sang ummul mu`minin itu memecahkan piring hantaran yang dibawakan madunya kepada Nabi SAW.
Beliau pun tidak berkata apa-apa kecuali mengumpulkan pecahan piring itu dan mengumpulkan makanan yang berserakan, seraya berkata kepada Muslimin para tamunya, "Ibu kalian cemburu."
Rasul SAW lantas membawakan piring baru sebagai ganti piring yang dipecahkan istrinya itu.
Asha yang mendengar penjelasan suaminya segera melontarkan pertanyaan, "Cemburu berlebihan itu apa salah? Aku cemburukan karena tidak ingin kehilangan kamu, Mas. Apa lagi dia wanita genit yang mengincar kamu."
"Kamu tidak perlu takut, aku suami yang selalu setia dengan satu wanita yang halal di hadapan Allah. Dengarkan aku, dalam buku Tuhfah al-Arusain karya Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri dijelaskan, cemburu merupakan salah satu sifat alamiah dari seorang perempuan (istri). Oleh karena itu, lelaki atau suami pun mesti memahami pasangannya kala dilanda cemburu. Bagaimanapun, cemburu yang berlebihan pun termasuk perbuatan tercela. Bagaimana mengukur cemburu yang sewajarnya dan eksesif, dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin 'Atik al-Anshari secara marfu' sebagai berikut. Kecemburuan itu ada yang disukai, dan ada yang dibenci Allah. Di antara sikap membanggakan, ada yang disukai dan ada yang dibenci Allah.
Adapun kecemburuan yang disukai Allah ialah cemburu dalam perkara yang mencurigakan, sedangkan cemburu yang dibenci Allah ialah cemburu dalam perkara yang tidak mencurigakan.
Sikap membanggakan yang disukai Allah ialah seseorang yang membanggakan dirinya ketika berperang dan bersedekah, sedangkan sikap membanggakan yang dibenci Allah ialah sikap membanggakan dalam kebatilan."
"Oh, gitu ya," sahut Asha.
"Pahamkan?!"
"Paham Pak Guru Ega," ledek Asha.
Ega segera mencubit hidung istrinya itu. Lalu memeluknya dengan erat.
"Mas, aku sangat mencintaimu. Jangan sampai kamu berpaling dariku apa pun yang terjadi nanti, jagalah hatimu dan perasaan itu untukku, jaga mata kamu dari wanita penggoda," mohon Asha.
Asha semakinmempererat pelukkannya rasanya engan untuk melepaskan tempat bersandar yang paling nyaman itu, ia semakin menyembunyikan kepalanya di dada bidang Ega.
__ADS_1
Ega pun segera membalas pelukkan istrinya dengan mengusap punggung belakang tubuh Asha kemudian mengusap kepalanya. Ia segera melepaskan pelukan yang di akhiri dengan sebuah kecupan serta lum*tan di bibir mereka yang makin lama makin saling bertautan dan engan untuk saling melepaskannya satu sama lain.
Bersambung..