
Tumben penampilan Mas Ega santai banget mau kemana dia apa jangan-jangan dia marah denganku. Ah, tidak dia juga yang mengizinkan mereka tadi pikir Asha.
"Sha, suami kamu malam-malam kemana itu?" tanya Naila.
"Keluar bentar cari angin, dia kan baik hati memberi ruang untuk kita bersenang-senang," jelas Asha. "Oya kamu jadi kerja dimana, Din? Ngak disini saja?" tanyanya lagi.
"Surat dinasku di luar kota, mungkin itu juga cuma satu sampai dua tahun saja. Kalian enak, punya koneksi bisa saja memilih yang kalian suka. Sedangkan aku hanya butiran debu pasrah saja," lesu Diana.
"Kita itu sama, sudah kamu enak Din. Kamu bisa memanfaatkan ijasah kamu kalau aku hanya bisa berdiam diri nunggu perintah papa yang kapan menentukan hari pernikahanku."
"La, kamu jadi nikah dengan Rizki?" tanya Asha.
Naila terdiam.
"La, kenapa kamu diam? Kamu ngak suka sama Rizki?"
Naila mengangkat kedua bahunya kini ia bimbang dengan perasaannya.
"La, Rizki orangnya baik. Walaupun aku hanya mengenal sekilas tapi aku tahu pasti dia bukan orang play boy seperti yang di gosipkan selama ini. Mas Ega pasti paham akan itu," terang Asha.
"Sudahlah aku juga mulai jatuh cinta sama dia," tawa Naila.
"Kita nongkrong di balkon yuk, lebih asyik sambil curhat-curhat," ajak Asha.
Di balkon mereka menikmati makanan yang di bawa Naila dan Diana sesekali mereka bergurau bercanda dan saling mengejek.
"Kapan kita bisa double date ya?" tanya Naila.
"Aku juga ingin kita kencan bareng atau berlibur bersama tapi sahabat kita satu inikan jomblo aja dari dulu. Harusnya kamu itu cepat cari pacar biar kalau jalan asyik bersama pasangan kita," sahut Asha.
"Kalian kalau mau kencan jangan ajak-ajak aku, aku masih menikmati hidup sendiri dulu bebas tanpa tekanan batin. La, jika kamu benaran nikah jangan lupa kabarin aku ya, nanti kamu lupa sama aku," ucap Diana.
"Gampang itu, kamu itu sahabat yang ngak bisa di lupakan. Oya aku kira pas dipesta itu cowok kamu. Kalau benar dia cowok kamu kita ini memang sahabatan sejati jodoh aja juga sahabatan," terang Naila.
Saat di pesta ulang tahun Asha, Diana sangat dekat dengan Rian siapapun pasti mengira jika mereka sepasang kekasih.
__ADS_1
"Aku juga mengira begitu, La. Tapi ternyata hanya salah paham. Kita berdoa saja ya agar mereka berjodoh," sahut Asha.
"Berjodoh! Aku, akui jika Rian cowok yang sempurna tapi apa aku pantas bersanding dengannya? Sudah jangan bahas dia lagi, doakan aku saja semoga aku dapat jodoh di Kediri nanti seengaknya yang sepadan denganku."
Diana dari keluarga yang biasa tidak seperti Asha juga Naila yang dari kalangan menengah keatas. Ia hanya berkehidupan biasa tapi ia juga tidak pernah kekurangan materi.
****
Sedangkan Ega yang berada di cafe yang tidak jauh dari apartemennya segera menyalakan ponselnya lalu melihat cctv yang terhubung dengan apartemennya hingga ia bisa melihat jelas gerak-gerik atau topik pembicaraan istrinya dengan sahabat-sahabatnya.
"Serius amat lihat apa?" sapa Rian dengan menepuk pundak bosnya.
"Elo, bikin gue jantungan aja," ucap Ega mematikan ponselnya.
"Tumben bos gue ngajak ngopi, biasanya juga di rumah aja mementingkan istri dari pada teman," ledek Rian.
"Gue merasa serba salah dech sama elo, gue ajak ngopi salah. Ngak apa lagi. Sudah pesan sana gue traktir elo, bentar lagi Rizki sama Kevin datang, sekalian elo pesankan!" perintah Ega.
Ada angin apa ini Ega ngajak kumpul? Apa ada masalah dengan perusahaan atau jangan-jangan dunia mafia pikir Rian.
"Silahkan Tuan," ucap pelayan.
"Terimakasih," jawab Ega. "Ini tips buat kamu," ucap Ega dengan memberi satu lembar uang lima puluh ribuan.
"Sebenarnya ada masalah apa sih kok sampai-sampai elo menyuruh kita kumpul disini. Ini itu sudah di atas dari sikap wajar elo?" tanya Rian menyelidik.
Di luar jam kantor Rian selalu bicara santai layaknya sahabat berbeda jika mereka saat kerja Rian, Rizki selalu bicara formal walaupun terkadang meminta biasanya namun mereka menghargai Ega sebagai atasnya.
Kevin dan Rizki yang baru saja tiba segera menarik kursi untuk duduk bergabung tidak lupa mereka berjabat tangan dengan ciri khas mereka dengan akhiran tangan mengepal lalu tos.
"Ada angin apa ini elo ngajak kita nongkrong? Apa elo lagi marahan sama istri elo?" tanya Rizki.
"Ini gara-gara elo tau."
"Kok gara-gara gue, gue aja ngak pernah ketemu istri elo. Terakhir kali juga di acara pesta rumah sakit," ketusnya tidak terima disalahkan.
__ADS_1
"Sudah jangan pada debat, emang benar Ga, elo lagi ribut sama bini elo?" tanya Kevin menengahi perdebatan di antara kedua sahabatnya.
"Ngak kok, gue bercanda," jawab Ega. "Elo kenapa bilang sama pacarmu kalau aku di luar kota? Memang perlu membeberkan hal tidak penting begitu," tegas Ega.
"Pacar siapa lagi ini?" ledek Kevin yang tidak tahu karena ia baru saja kembali dari luar kota.
"Naila calon istri Rizki, ceweknya itu sahabat sama istri gue."
"Ga, gue juga kenalin dong sama temen bini elo siapa tahu jodoh," ucap Kevin.
"Ada sich satu sahabat istri gue yang masih jomblo tapi gue masih ragu kalau ngenalin sama elo," ucap Ega.
Ega sengaja bicara seperti itu pada Kevin berharap Rian merespon apa yang ia katakan.
"Kok elo ragu?! Emang kenapa? Cantik ngak? Sudah cepat beri nomernya ke gue, biar gue pepet terus. Ini nyokap gue nyuruh gue kawin aja, sudah tahu kalau anaknya ini belum punya gebetan suruh kawin sama siapa?" cerocos Kevin.
"Kawin sono ama anak ayam," ledek Rizki.
"Kalau anak ayam mau sama gue, siapa Ga, namanya biar gue samperin dia? Gue yakin kalau temen bini elo pasti dia cewek baik-baik."
Rian terdiam. Apa jangan-jangan yang Ega masuk teman istrinya itu si Diana batinnya.
"Diana namanya! Sepertinya dia jomblo dech," jawab Ega.
"Ega itu kan pacar Rian kok elo bilang jomblo jangan ngawur!" tegas Rizki.
Ega tidak menjawab hanya memberi kode dengan melirik Rian.
Kini semua mata tertuju pada Rian. Rian berbeda dengan mereka, ia lebih tertutup soal pribadinya apalagi masalah cinta.
Rian yang mendapatkan tatapan dari ketiga sahabatnya bisa merinding bulu kudhuknya. Ia bagaikan tersangka yang terciduk dalam kasus penggelapan dana saja. Seperti akan di interogasi habis-habisan lalu di aniaya.
"Rian!" ucap mereka bersamaan dengan sorot mata membunuh.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa beri like juga krisar..😘😘😘