Wedding Agreement

Wedding Agreement
2 Season 2


__ADS_3

"Bang, papa dan mama itu sayang dengan kamu. Kami itu ingin kamu segera menikah, agar tidak berbuat dosa. Kami tahu kehidupan abang di New York, pergaulan bebas. Banyak beredar gosip jika abang sering bergonta-ganti pasangan setelah mengencani wanitamu lalu abang campakkan begitu saja," imbuh Adelia. Ya Adelia sering mendengar berita miring dari kembarannya dari sahabatnya.


"Mbak," tegas Arsen. Ya, ia tidak terima jika kembarannya itu bicara asal tanpa tahu fakta aslinya. "Sudah aku ke kamar, mam. Selera makanku hilang," pamit Arsen kepada Asha.


Di dalam kamar ia memilih duduk di balkon kamarnya, menatap langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang menyala dengan terang mengelilingi bulan purnama.


Ia mengambil satu bungkus rokok dalam saku celana boxer yang ia kenakan. Mengambil satu batang, menyalakannya untuk ia hisap. Sejak hidup di luar negeri barang yang mengandung nikotin itu telah menjadi temannya di kala ia suntuk dengan kenyataan hidup.


"Mereka hanya melihat satu sisi tanpa melihat sisi lainnya," lirih Arsen.


Tok ... Tok ...

__ADS_1


"Nak, mama boleh masuk ngak?" ucap Asha di balik pintu kamar putranya.


"Masuk aja, Mah. Ngak di kunci," sahut Arsen mematikan ****** rokok ditangannya dengan menginjak dengan sandal yang ia pakai.


Asha duduk disebelah Arsen, lalu tersenyum menatap putranya.


"Nak, mama tahu kamu anak yang baik. Mama dan papa selalu membekali pondasi ilmu agama yang kuat. Semua yang dikatakan Adelia hanya sekedar bercanda agar kamu terbuka pada kita untuk bercerita masalah kamu, jangan kamu simpan sendiri luka kamu," ucap Asha mengusap punggung belakang putranya.


Maaf, mah. Aku belum siap bercerita, mungkin jika dunia telah berpihak denganku aku akan bercerita dengan kalian semua batin Arsen.


"Nak, apa tidak sebaiknya kamu tinggal disini saja. Jika kamu disana pasti kamu akan menderita, kamu kesepian juga," saran Asha.

__ADS_1


Jika aku kembali lagi disini maka luka lamaku yang kini sedikit terobati akan kembali lagi. Aku masih belum mampu untuk kembali seperti Adelio yang dulu aku akan tetap jadi Arsen batinnya.


"Nak, tinggallah disini untuk dua bulan saja. Yayasan kita butuh pengajar profesional untuk jadi dosen, kamu kan cerdas bahkan kamu lulusan profesor dengan lulusan termuda. Di Malang sangat butuh tenaga yang mampu membimbing anak muda menjadi berbakat dalam segala aspek," jelas Asha.


"Mah, aku ngak bisa. Perusahaanku gimana? Aku ngak suka jadi dosen," tolak Arsen.


"Cuma dua bulan saja," ucap Asha. Semoga dengan kamu jadi dosen kamu luka lama kamu akan terobati, mama yakin jika kamu akan mendapatkan yang lebih baik lagi dari pada dia.


Arsen memilih berdiri berjalan menuju pinggiran balkon dengan menatap langit. Tujuh tahun sudah ia terpuruk dalam kesedihan, memendam segala deritanya tanpa ada orang yang tahu. Ingin ia kembali bersama ditengah-tengah keluarga yang sangat ia sayangi tapi jika ia tetap disini ia selalu ingat kenyataan pahit yang membuat ia terluka hingga sulit untuk bangkit lagi.


Bersambung

__ADS_1


Kasih komen dong suka ngak dengan bonus partnya


__ADS_2