
Bab 100. Kuil Atas Awan. Bentrok Fang Yin Vs Yin Meili.
Perjalanan menuju ke Kuil Atas Awan memakan waktu setengah hari, dan sesuai jadwal mereka akan tiba saat sore hari. Pada hari berikutnya, atau tepatnya pada hari ketiga, maka kompetisi dimulai.
Ling Dong dan Wang Lee tidak lagi seperti sebelumnya yang memusuhi Cao Tian Jun, karena sebelumnya telah diwanti-wanti oleh Guru Junior Wang Mei agar membuang segala permusuhan demi prestasi akademi. Selain itu, mereka tidak lagi berani kepada Cao Tian Jun yang kekuatannya naik pesat.
Dan, Cao Tian Jun lah satu-satunya orang yang menjadi pelindung, serta membantu untuk menduduki peringkat 10 besar.
Saat ini, mereka duduk bersama di dek kapal angkasa, termasuk pemimpin akademi dan para guru. Pemimpin akademi banyak menceritakan tentang terbunuhnya Raja Yan Ju Long yang membuat murka Yan Denglong dan juga Raja Kelelawar.
Cao Tian Jun yang menjadi pelaku pembunuh Raja Yan Ju Long, ikut tampak serius mendengarkan pembicaraan mereka. Tetapi di dalam hatinya selalu tertawa puas.
Kapal angkasa melewati Pegunungan Lima Jari. Berhubung terbang dengan ketinggian mencapai lebih dari 20.000 meter, maka tidak ada hambatan dari penghuni Pegunungan Lima Jari. Dikarenakan tidak adanya hambatan, kapal angkasa Akademi Merpati Putih tiba lebih cepat dari jadwal, dan telah dekat dengan wilayah di Kuil Atas Awan.
Cao Tian Jun dan semua orang berdiri di ujung kapal, mereka melihat ke arah Kuil Atas Awan. Cao Tian Jun pikir, Kuil Atas Awan melayang di awan, ternyata dibangun di atas puncak gunung yang dikelilingi awan, tampak seperti kuil yang dibangun di atas awan. Dan, gunung itu disebut dengan Gunung Berawan.
Kemudian, kedua mata Cao Tian Jun tertuju pada Pagoda Emas yang menjadi tempat bersemayamnya Batu Keabadian, yaitu Root Power Stone, target berikut yang harus dimilikinya. Lokasinya di bawah kaki Gunung Berawan.
Dengan Mata Surgawi, dia menyelidiki situasi di Pagoda Emas, dia ingin tahu kekuatan semua penjaganya. Setelah penyelidikan, Cao Tian Jun sedikit terkejut karena para penjaga Pagoda Emas bukan orang sembarangan.
Dia melihat banyak biksu yang memiliki kekuatan tingkat Heavenly God, jumlahnya ada sekitar 200 biksu. Mereka semua memiliki kekuatan fisik yang sangat mumpuni, terendah di tingkat Emas.
Kekuatan fisik terbagi menjadi 9 tingkat, setiap tingkat terbagi menjadi empat tahapan; rendah, menengah, atas dan puncak. Tingkat terendah hingga tertinggi sebagai berikut; Fisik Besi, Baja, Emas, Berlian, Suci, Dewa, Mahadewa, Ilahi dan terakhir adalah Abadi.
Meningkatkan kekuatan fisik membutuhkan banyak sumber daya alam yang tergolong sangat langka. Selain itu, latihan ekstrim juga dibutuhkan dan menjadi hal utama, seperti berendam di air panas, bertahan hidup di cuaca dingin, dan yang paling mengerikan berendam di dalam kawah gunung berapi yang terdapat cairan magma.
"Malam ini harus mendapatkannya!" batin Cao Tian Jun yang bertekad untuk mendapatkan Root Power Stone sebelum kompetisi dimulai.
Akhirnya, kapal angkasa memasuki wilayah pusat Gunung Berawan. Di bawah Kuil Atas Awan, banyak dibangun kuil-kuil dan juga infrastuktur penting. Bangunan-bangunan itu mengelilingi kuil utama di puncak gunung yang menjadi kebanggaan semua biksu.
Lalu terbang dua orang biksu berbaju kuning mencegat laju kapal angkasa. Dengan perlahan kapal angkasa berhenti dan melayang di udara.
Setelah kedua biksu mengucapkan salam sapaan, mereka mengawal kapal angkasa menuju tempat parkir yang telah disediakan. Namun, mereka harus mengantri karena banyak kapal angkasa dari tempat lain yang sedang mendarat.
Lalu banyak kapal angkasa yang berdatangan, ada yang berasal dari sekolah Surga Kesembilan, datang juga dari Perguruan Langit Kesembilan, ada juga yang berasal dari Kuil Sembilan Kematian.
Tapi yang menarik perhatian, datang kapal angkasa milik Akademi Merpati Putih pusat, kapal itu berhenti tepat di samping kanan kapal angkasa yang ditumpangi oleh Cao Tian Jun.
Pemimpin akademi Chu Xing-fu menyapa wakil pusat akademi, dia bersama dengan semua Guru Senior mendatangi mereka. Kecuali Cao Tian Jun dan Fang Yin, semua orang yang tidak ikut hanya memberikan sapaan dengan menangkupkan kedua tangannya.
"Orang-orang sombong datang!" Guru Junior Wang Mei yang tampak tidak senang dengan kehadiran akademi pusat.
"Tidak usah dihiraukan! Kita nikmati keindahan alam di sini saja," kata Guru Junior Chu Sying Chun.
__ADS_1
Di saat kembali melihat-lihat keindahan alam, datang kapal angkasa dari Perguruan Hitam Kelam.
Raut wajah Guru Junior Wang Mei kembali tidak bersahabat saat melihat Wang Yelu yang berdiri di ujung kapal, melipatkan kedua tangan di dadanya, dagu sedikit terangkat dan terkesan menyombongkan diri.
Wang Yelu tidak sendirian, dia bersama 9 rekannya yang juga menjadi peserta. Penampilan mereka tidak jauh beda, sama-sama terlihat sombong, bibir tampak mencibir dengan tatapan sinis melihat siapapun.
Dan tanpa perlu mengantri, kapal angkasa dari Perguruan Hitam Kelam segera menuju ke tempat parkir, mereka dikawal oleh dua biksu yang memiliki jabatan tinggi.
"Sungguh menyebalkan!" sungut Chu Sying yang tidak terima melihat ketidakadilan ini.
"Siapapun yang memiliki prestasi, sudah pasti akan dihormati!" timpal Xue Yue dengan nada ketus.
"Dan tidak peduli dengan aturan!" sahut Xiao Yu dengan nada kesal.
Belum mereda kekesalan Tim Phoenix, datang kapal angkasa berwarna bewarna merah muda, dan mereka berasal dari Sekte Yin. Sekte Yin juga mendapatkan perlakuan yang istimewa.
Akan tetapi, justru kapal angkasa Sekte Yin berhenti di sebelah kiri kapal yang ditumpangi oleh Tim Phoenix.
Matriark Yin An, beberapa ketua sekte dan murid wanita melihat Cao Tian Jun yang belum mereka lupakan. Seorang pria yang beberapa waktu lalu membuat onar di wilayah Sekte Yin. Terutama Yin Meili yang sudah berseteru dengan Cao Tian Jun, ia menatap tajam wajah tampan Cao Tian Jun yang selalu menghantui pikirannya setiap malam.
Cao Tian Jun berpura-pura terbatuk sambil memalingkan wajahnya. Fang Yin, Chu Sying memasang badan dengan berdiri di depan Cao Tian Jun, mereka berdua menatap Matriark Yin An dan anggotanya dengan tatapan permusuhan. Tim Phoenix, Guru Junior Chu Sying Chun dan Wang Mei juga berdiri di depan Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun pernah menceritakan pengalamannya saat ditangkap oleh Ketua Yin Jiali, dan juga telah ditampar oleh Yin Meili, dan kejadian itu menyebar luas di akademi. Oleh karena itu, Fang Yin, Tim Phoenix dan Guru Junior tidak menyukai Yin Meili dan kelompoknya.
"Kamu hebat memasuki wilayah Sekte Yin dan keluar dengan selamat!" pujian Wang Lee.
"Mereka cantik-cantik, pilih salah satu dari mereka yang kalian suka!" bisik Cao Tian Jun.
Walaupun dia berdiri di belakang wanitanya, karena tubuhnya yang tinggi masih bisa dilihat oleh Matriark Yin dan anggotanya.
"Yin Meili paling cantik, mengalahkan Chu Sying. Hajar saja dia sekalian!" bisik Wang Lee yang mendukung Cao Tian jika menjadikan Yin Meili sebagai kekasih baru.
"Aku belum membalas dendam karena ditamparnya waktu itu! Lihat saja nanti, aku pasti membuat pantatnya bengkak!" ucap Cao Tian Jun dengan nada kesal.
Wang Lee dan Ling Dong tertawa lirih karena sudah membayangkan kecantikan teraniaya. Tiba-tiba Guru Junior Wang Mei menjitak kepala Wang Lee karena mendengar obrolannya.
"Awas kamu kalau gagal! Bukannya fokus pada kompetisi, malah membicarakan hal yang tidak penting!" teguran Guru Junior Wang Mei kepada adiknya sendiri.
Wang Lee meringis kesakitan sambil mengusap kepalanya. Setelah kakaknya kembali melihat rivalnya, dia berbisik kepada Cao Tian Jun, "tampaknya kakak cemburu!"
Selama ini Wang Lee tidak pernah melihat kakaknya seperti ini, bahkan dia yang sering gonta-ganti pacar tidak pernah ditegur. Namun, saat mengenal Cao Tian Jun, sifat kakaknya banyak berubah.
"Itulah kehebatan naga sakti milik kita!" bisik Cao Tian Jun.
__ADS_1
Wang Lee dan Ling Dong tertawa keras dengan bangga sebagai pria yang berhasil menaklukkan hati wanita.
Perkataan Cao Tian Jun mudah dipahami oleh Wang Lee sebagai seorang adik, di mana semalaman menunggu berita dari kakaknya.
Semalaman tidak kembali, sudah bisa ditebak jika kakaknya bersama Cao Tian Jun. Dua orang beda jenis dalam satu kamar, mudah ditebak apa yang sudah dilakukan mereka.
Bagi Wang Lee, memiliki kakak ipar seperti Cao Tian Jun merupakan kebanggaan tersendiri karena memiliki kekuatan setingkat Guru Senior, dan akan mendongkrak popularitas ayahnya sebagai Patriark Wang.
"Junior Jun, bisakah kita mengobrol sebentar?" pinta Matriark Yin An yang berbicara kepada Cao Tian Jun.
"Tidak ada waktu!" sahutan serempak dari Tim Phoenix, Wang Mei dan Chu Sying Chun yang mewakili Cao Tian Jun.
Matriark Yin An sebagai wanita dewasa kecantikannya tidak perlu dipertanyakan lagi, kecantikan yang mampu menggoyahkan iman kaum pria. Oleh sebab itu, Tim Phoenix, Wang Mei dan Chu Sying Chun tidak ingin Matriark Yin An mempengaruhi kekasihnya.
Matriark Yin An tersenyum tipis, tampak jelas senyuman dipaksakan. Lalu ia berkata, "aku tidak berbicara kepada kalian...,"
Sebelum Tim Phoenix menyahut, Matriark Yin An segera berbicara kepada Cao Tian Jun, "pembicaraan kita mengenai hubungan antar akademi kita, terutama karena Junior Jun sebagai jembatan penghubung kita!"
"Anda bisa bicarakan hal ini dengan pimpinan!" sahut Wang Mei yang jelas tidak ingin Cao Tian Jun mendekati wanita lain.
Chu Xing-fu yang sedang mengobrol menjadi terhenti, dia tersenyum melihat Cao Tian Jun menjadi rebutan kaum wanita. Sebelum situasi makin memanas, dia segera berpamitan kepada wakil pusat akademi untuk menengahi perseteruan ini.
Chu Xing-fu segera terbang dan berdiri di depan Tim Phoenix, kedatangannya jelas diketahui oleh semua orang.
"Lama kita tidak berjumpa, Matriark Yin An! Bagaimana kabar Anda!" sapa Chu Xing-fu sambil menangkupkan kedua tinjunya sebagai bentuk penghormatan.
"Lama juga kita tidak bertemu! Saya baik-baik saja. Bolehkah saya mengajak murid Anda untuk berbicara sebentar?" sapa balik Matriark Yin An dengan nada lembut, suaranya membuat pria hanyut dalam samudera kasih.
Sedangkan Cao Tian Jun yang menjadi topik utama perseteruan, dia bersama dengan Ling Dong dan Wang Lee mengendap-endap masuk ke dalam kapal angkasa.
Sayangnya, Yin Meili yang matanya tidak melepaskan gerak-gerik Cao Tian Jun, segera melesat dengan kecepatan tinggi. Dia ingin mencegah Cao Tian Jun yang ingin kabur.
Fang Yin yang tahu dan memiliki keunikan pada matanya, segera terbang dan melesat menghadang Yin Meili. Tanpa basa-basi, Fang Yin melepaskan pukulan berenergi ke arah Yin Meili.
Semua orang melihat kedua wanita muda itu, termasuk tiga pimpinan, tetapi mereka tidak mencegahnya. Cao Tian Jun dan kedua temannya segera berhenti ketika merasakan aura kekuatan Yin Meili yang terfokus kepada mereka.
Boom...
Ledakan energi spiritual ketika Yin Meili dan Fang Yin beradu pukulan. Setelah itu, mereka berdua mundur setelah beradu pukulan. Fang Yin tersenyum sinis saat melihat Yin Meili mundur lebih jauh darinya.
"Mendekatinya, berarti melawan kita!" ucap Fang Yin sambil menunjuk Tim Phoenix, termasuk Guru Junior Chu Sying Chun dan Wang Mei.
Yin Meili membalas dengan senyuman yang tidak kalah sinis, dia tampak tidak kesakitan setelah beradu pukulan...
__ADS_1