8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Wang Mei.


__ADS_3

Bab 93. Keinginan Guru Junior Wang Mei.


Ucapan Xue Yue didukung oleh Tim Phoenix, mereka bertekad untuk membantu Cao Tian Jun melalui koneksi keluarganya. Tim Phoenix bukanlah dari keluarga biasa, keluarga mereka disegani banyak orang di Benua Timur.


Fang Yin juga masuk ke dalam kamar. Setelah masuk, ia memanggil pamannya. Setelah pamannya duduk, ia menceritakan apa yang menjadi permasalahan Cao Tian Jun. Awalnya Fang Guotin terkejut mendengar Cao Tian Jun telah berada di tingkat Golden God dalam waktu kurang dari 15 hari, hal mustahil dilampaui oleh jenius Keluarga Besar Fang.


"Anda mendapatkan jodoh yang diberkahi oleh Surga!" pujian Fang Guotin.


Fang Yin tersenyum bahagia dengan pujiannya, lalu ia bertanya "apakah ada cara untuk menyelesaikan masalahnya?"


"Tentang energi kabut hitam, ini memang baru pertama kalinya saya dengar. Tetapi, saya akan perintahkan anak buah kembali ke Fang untuk mencari informasi!" jawab Fang Guotin yang tidak bisa menjawab karena minimnya informasi.


"Ya sudah, cepat cari informasi!" pinta Fang Yin yang tidak sabar ingin menyelesaikan masalah Cao Tian Jun, ini juga sebagian dari rasa terima kasihnya yang telah dibantu selama berada di Pengunungan Lima Jari.


Fang Guotin segera lenyap dari hadapan Fang Yin...


Sedangkan Cao Tian Jun, dia sebenarnya tidak kecewa maupun frustasi dengan masalahnya, dia diam saja karena sedang berpikir hal lain. Dia segera masuk ke kamar karena ingin menyelesaikan misi dari gurunya Tian Long.


Saat ini, dia sedang membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit atap kamar. Cao Tian Jun akan mulai bergerak ketika hari menjelang malam, waktu yang tepat untuk mengeksekusi targetnya.


Lalu dia mengeluarkan semua gulungan bambu yang berisi pesan gurunya, pesan itu bisa berisi perintah. Setelah dikeluarkan dan diletakkan di atas kasur, dia menunggu salah satu gulungan bambu, berharap ada yang merespon sesuai dengan masalahnya.


Setelah beberapa waktu, tidak ada satupun gulungan bambu yang merespon. Segera dia memasukkan semuanya ke dalam Cincin Dimensi ketika pintu kamar diketuk.


Setelah pintu kamar dibuka, ternyata yang mengetuk pintu adalah Guru Junior Wang Mei, wanita yang pernah menyelinap di kamar ketika hari pagi buta, wanita cantik yang hampir terpengaruh aroma afrodisiak.


"Guru semakin cantik saja!" goda Cao Tian Jun yang masih teringat dengan guru ketus yang satu ini.


Guru Junior Wang Mei mendorong dada Cao Tian Jun sehingga mundur, lalu ia melihat sekitar agar tidak ada yang tahu dirinya memasuki kamar pria. Lalu ia menutup pintu dengan pelan dan menguncinya.


Cao Tian Jun keheranan dengan tindakan seorang guru seperti ini. Namun, muncul pikiran kotornya terhadap Wang Mei.


Setelah menutup pintu, Wang Mei membalikkan badan dan kaget ketika wajah Cao Tian Jun hampir menyentuh mukanya. Sebelum ia mundur, Cao Tian Jun terlebih dahulu memeluk pinggangnya.


"Jika bersuara ... diluar banyak orang!" peringatan Cao Tian Jun sebelum Wang Mei berteriak karena dipeluk.


Wang Mei mendorong tubuh Cao Tian Jun agar melepaskan pelukannya. Setelah lepas, ia berbicara dengan nada ketus, "jangan macam-macam! Aku ke sini ada suatu yang perlu kubicarakan!"

__ADS_1


Cao Tian Jun tersenyum dan duduk di kursi. "Duduk dulu lalu berbicaralah," katanya.


Wang Mei menahan amarahnya demi tujuannya, lalu ia duduk di kursi yang kosong. Sebelum dirinya berbicara, Cao Tian Jun terlebih dahulu menebak tujuannya yang secara diam-diam datang ke kamar pria.


"Apa ini terkait dengan kompetisi?"


"Iya benar. Aku dan semua orang yang tinggal di akademi tahu kamu memiliki kekuatan melebihi dua perwira muda itu. Aku harap kamu membantu adikku agar lolos 10 besar dalam kejuaraan ini. Ini demi menjaga nama baik Keluarga Besar Wang!" jawab Wang Mei dan mengungkapkan tujuannya tanpa berbelit-belit.


Dalam satu tahun ini, Keluarga Besar Wang dalam situasi yang tidak kondusif, di mana marga Wang terpecah belah karena saling berebut untuk menjadi Patriark. Patriark Wang saat ini adalah Wang Liang, ayah dari Wang Mei, Wang Qibo dan Wang Lee.


Patriark Wang Liang masih menginginkan jabatan sebagai pemimpin Keluarga Besar Wang, tetapi harus berkompetisi dengan keluarga yang lain. Masalahnya, rivalnya lebih berprestasi dalam bidang Smelting, di mana rivalnya memiliki putra yang berprestasi di Perguruan Hitam Kelam.


Sedangkan putra dan putri dari Patriark Wang Liang yang berada di Akademi Merpati Putih kelas dua, jelas kalah dengan rivalnya. Hal ini berdampak besar untuk mendapatkan banyak suara dukungan dari anggota Keluarga Besar Wang.


"Bisa atau tidaknya menduduki peringkat 10 besar itu tergantung upayanya. Apa yang bisa aku lakukan jika adikmu sendiri yang tidak mampu mengalahkan lawannya," kata Cao Tian Jun yang tidak tahu maksud perkataan Wang Mei.


Wang Mei terlihat tidak sabaran karena Cao Tian Jun yang kurang paham. Karena membutuhkan bantuannya, ia dengan sabar menjelaskan maksud perkataannya.


"Begini, kamu tadi telah mengikuti kelas... Sistem kompetisi kan berkelompok, dalam berkelompok dan selama hidup di alam bebas, kamu harus melindunginya agar tidak tereliminasi hingga waktu berakhir. Intinya, kamu bantu Wang Lee setiap kali berhadapan dengan lawan kuat."


Ya, kompetisi di Kuil Atas Awan hidup di alam bebas selama 3 hari paling cepat. Lokasinya telah ditentukan dan dilindungi oleh Formasi Array. Setiap kelompok akan saling bersaing untuk mempertahankan bendera selama kompetisi.


Cao Tian Jun tertawa mengetahui maksudnya. Wang Mei mengepalkan kedua tangannya karena marah, sebab tawanya seakan-akan mengejek.


"Apa untungnya bagiku? Aku harus melindungi tujuh orang dan ketambahan Wang Lee, dan pastinya Dong Jian juga akan menempel kepadaku!" ucap Cao Tian Jun setelah berhenti tertawa, dia sebenarnya malas melindungi Dong Jian dan Wang Lee yang selalu membencinya.


"Ayahku mau membayar mahal... 5 juta koin emas dan Armament Grade Human tahap menengah. Tolong, bantu kami!" harapan Wang Mei dengan nada memohon agar Cao Tian Jun mau membantu keluarganya.


Nada sedihnya membuat Cao Tian Jun bingung harus menjawab apa. 5 juta koin emas memang sangat besar nilainya. Tetapi untuk Armament Grade Human tahap menengah, tidak terlalu menarik baginya.


"Jadilah kekasihku, maka aku akan melindungimu beserta keluargamu!"


Perkataan Cao Tian Jun mengejutkan Wang Mei karena hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ia menatap wajah tampan Cao Tian Jun dengan tujuan menyelidiki, apakah ucapnya main-main atau serius.


Cao Tian Jun sendiri memiliki alasan kenapa meminta Wang Mei menjadi kekasihnya. Dengan Wang Mei menjadi kekasihnya, maka dia bisa membantu seperti layaknya keluarga sendiri. Selain itu, Kerajaan Bintang Laut membutuhkan pendukung dalam melawan Kekaisaran Xia, dan Keluarga Besar Wang bisa menjadi pendukung.


"Belum genap 18 tahun sudah mencapai tingkat Great Principle Golden Immortal. Sedangkan aku... Usiaku 27 tahun masih saja bertahan di tingkat Profound Immortal. Sangat berbakat dan ... Dia memang tampan. Ayah pasti menyukainya!" batin Wang Mei yang berpikir apakah harus menerima Cao Tian Jun menjadi kekasihnya.

__ADS_1


Sebenarnya, di hatinya telah tumbuh benih cinta ketika kejadian waktu itu. Semenjak itu, ia selalu memikirkan Cao Tian Jun, ingin melupakannya selalu saja gagal. Semakin berusaha dilupakan, wajah Cao Tian Jun selalu menghantuinya hingga tumbuh rasa cinta.


"Untuk... Aku... Ini terlalu mendadak! Bisakah aku memikirkannya?" perkataan Wang Mei terdengar kebingungan dan sulit langsung memutuskan hal ini. Saat berbicara, ia tidak berani menatap wajah Cao Tian Jun.


"Masih ada waktu 3 hari lagi. Dan... Aku juga tidak memaksa kehendak. Di luar, mereka adalah kekasihku semua... Kamu juga harus pikirkan itu!" jawab Cao Tian Jun agar Wang Mei merenung sebelum memutuskan untuk menjadi kekasihnya.


Wang Mei sudah tahu jika Tim Phoenix adalah kekasihnya karena mereka tinggal satu atap dan itupun direstui oleh semua pemimpin akademi. Perkataan Cao Tian Jun, sudah membenarkan desas-desus yang beredar di akademi.


"Beri aku waktu paling lama dua hari. Aku pergi dulu."


Tanpa menunggu respon dari Cao Tian Jun, Wang Mei segera keluar dari jendela karena ada seseorang yang mendekati pintu kamar.


Cao Tian Jun tersenyum melihat tingkah seorang guru seperti pencuri sopan, masuk dari pintu depan tetapi keluar melalui jendela. Setelah Wang Mei pergi, pintu kamar diketuk, dan mendengar suara Guru Junior Chu Sying Chun.


Cao Tian Jun mempersilakan Chu Sying Chun masuk dan menutup pintu. Lalu mereka duduk di kursi.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Chu Sying Chun dengan nada khawatir.


Cao Tian Jun mengembangkan senyuman, tanda semua baik-baik saja. Dia berkata, "untuk saat ini tidak perlu dipikirkan dulu. Apakah Guru datang hanya sekedar bertanya untuk menghibur, atau ada hal lain?"


Chu Sying Chun menjadi malu dengan menundukkan kepalanya. Sedangkan Cao Tian Jun berdiri dan berjalan ke jendela, melihat di luar akan gelap.


Chu Sying Chun berinisiatif mendekati Cao Tian Jun yang sedang menikmati keindahan hari menjelang malam, di mana matahari terbenam. Tiba-tiba tangan kiri Cao Tian Jun memeluk pinggangnya, dan jelas Chu Sying Chun tersentak kaget, namun ia tidak berusaha untuk menjauh.


Cao Tian Jun memiringkan badan ke Chu Sying Chun. Lalu dia mendekatkan bibirnya untuk mencium. Chu Sying Chun memejamkan mata karena siap untuk dicium.


Ketika bibir mereka menempel, matahari yang terbenam tidak terlihat lagi, hari telah malam. Kamar pun menjadi gelap karena lilin tidak dinyalakan. Keadaan itu makin membuat mereka berciuman makin mesra.


Cao Tian Jun memegang dada kiri Chu Sying Chun yang sudah keras dan pas dengan ukuran telapak tangannya. Chu Sying Chun melenguh tertahan karena berciuman. Hal ini baru pertama kali dilakukannya...


Secara naluri kewanitaannya, Chu Sying Chun memeluk pinggang Cao Tian Jun dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya melingkar di lehernya. Tubuh mereka saling menempel.


Cao Tian Jun melepaskan ciuman dan tangannya dari dada Chu Sying Chun, lalu dia memeluk erat tubuhnya dan berbisik, "aku menginginkannya!"


Chu Sying Chun lebih erat memeluk Cao Tian Jun, kepalanya diletakkan di dada bidang. Tanpa terasa air mata bahagia menetes membasahi pipinya.


"Aku akan berikan apapun asal kamu bertanggung jawab!" jawab Chu Sying Chun yang ingin dinikahi oleh Cao Tian Jun.

__ADS_1


"Tentu. Semua wanitaku pasti kunikahi!" ucap Cao Tian Jun yang berjanji.


Lalu dia memegang dagu Chu Sying Chun dan kembali menciumnya. Ciuman mereka lebih intens dari sebelumnya. Secara perlahan Cao Tian Jun melepaskan pakaian Chu Sying Chun, demikian juga dengan Chu Sying Chun yang melepaskan pakaian Cao Tian Jun...


__ADS_2