8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Kecurangan Dalam Kompetisi.


__ADS_3

Bab 106. Kecurangan Dalam Kompetisi.


Salah satu boneka wayang berdiri di depan pintu kota dengan menghadap peserta. Kemudian, boneka itu berbicara kepada semua peserta.


"Selamat pagi! Seperti yang sudah kalian ketahui, kemarin setelah siang hari, di Tanah Prestasi telah terjadi bencana, dua Kota Peristirahatan tertimbun tanah, demikian juga dengan Kota Pertukaran Harta. Penyebab kejadian itu terkait dengan rusaknya lorong waktu. Pihak-pihak yang berwenang telah penyelidikannya. Saat ini hanya ada dua kota tersisa, di sini dan di barat. Untuk pertukaran harta, bisa bertransaksi di dua kota yang tersisa. Yang perlu diperhatikan dan sangat penting, karena kejadian ini banyak binatang menjadi lebih agresif, Formasi Perlindungan yang menjadi penyelamat juga tidak berfungsi. Diharapkan kalian semua lebih berhati-hati, jangan terpisah dari kelompok...,"


Boneka wayang itu berbicara tanpa memberikan kesepakatan kepada semua peserta untuk menghela nafas. Banyak peserta yang tidak lagi mendengarkan boneka wayang berpidato, mereka membicarakan tentang bendera yang akan diperebutkan nanti.


Wang Yelu dan Lu Butong menghampiri Cao Tian Jun. Namun Wang Lee segera melihatnya dan menghalanginya dikarenakan sudah ada perseteruan diantara mereka.


Wang Yelu tersenyum sinis sambil berhadapan dengan Wang Lee, lalu berkata, "kompetisi kali ini tetap kita yang menjadi juaranya. Bersiap-siaplah untuk menjadi saudara iparku...,"


Wang Lee mengepalkan kedua tangannya sebagai bentuk kemarahan. Wang Yelu berhenti berbicara dan mendekati telinga dari Wang Lee untuk berbisik.


"Saat malam pertama nanti, kau boleh melihatnya. Kupastikan kakakmu Wang Mei akan berteriak kenikmatan!"


Setelah Wang Yelu berbisik, dia tertawa keras sambil berjalan menuju ke kelompoknya. Cao Tian Jun dan Tim Phoenix dengan jelas mengetahuinya. Cao Tian Jun mendekati Wang Lee.


Tiba-tiba Cao Tian Jun berbicara kepada Wang Yelu, "hanya dalam mimpimu, tidak seperti aku yang merasakannya secara nyata!"


Ucapan Cao Tian Jun mudah dimengerti oleh semua pria yang berada di sekitarnya. Wang Yelu membalikkan badan dan menatap tajam ke arah Cao Tian Jun, baginya ucapan itu adalah penghinaan, namun dia yakin ucapan Cao Tian Jun hanya bualan semata, sebab tidak mungkin Wang Mei yang terkenal keras terhadap semua pria mau berhubungan intim.


Wang Yelu membalas ucapan Cao Tian Jun tetapi ditujukan untuk Wang Lee, dia berkata, "apapun hasilnya nanti, ayahku yang menjadi pemimpin keluarga Wang berikutnya!"


"Beruntung jika kau masih bisa melihatnya ketika waktu itu tiba!" sambung Lu Butong, lalu tertawa bersama dengan Wang Yelu.


Mendengarkan pembicaraan antara Wang Lee dan Wang Yelu, sudah bisa ditebak jika ada perebutan kekuasaan antar keluarga, hal ini sudah umum terjadi di dunia ini.


Ucapan Lu Butong adalah bentuk dari ancaman, namun Wang Lee tidak sedikitpun takut terbunuh di Tanah Prestasi karena kehadiran Cao Tian Jun.


"... Batas waktu kalian hingga sore hari. Saya ingatkan sekali lagi, jaga diri kalian masing-masing! Semoga berhasil!"


Akhirnya boneka wayang selesai berpidato. Kemudian, pintu gerbang kota terbuka. Semua tim bergegas keluar, menuju ke hutan untuk mendapatkan bendera warna biru. Tidak ada satupun peserta yang melewati jalan yang menjadi pemisah hutan, sebab tidak mungkin ada bendera biru tersembunyi di jalan itu.


Demikian juga dengan Tim Phoenix. Xue Yue, Xiao Yu dan Zhou Qinglin yang memimpin jalan karena lebih berpengalaman. Tim Wang Yelu adalah yang paling akhir keluar dari Kota Peristirahatan, lalu membuntuti Tim Phoenix.


Xue Yue memilih sisi kanan dari jalan utama yang menghubungkan dua kota. Menurut pengalamannya, bendera biru lebih banyak disisi kanan jalan utama.


Tidak seperti sebelumnya setelah bencana, ketika semua peserta telah memasuki hutan, mereka mendengar raungan binatang yang menciutkan nyali. Suasana hutan juga lebih seram dari sebelumnya, yang mana semua peserta merasa seakan-akan sedang diintai. Karena itu, semua peserta segera waspada terhadap serangan binatang.


Xue Yue melihat didepannya ada rerumputan, ia segera memasuki rerumputan untuk menyembunyikan dirinya. Tim Phoenix mengikutinya.

__ADS_1


"Di mana biasanya bendera disembunyikan?" tanya Fang Yin kepada Zhou Qinglin, ia memeriksa sekeliling seperti rekan-rekannya.


"Jika kompetisi yang lalu, disembunyikan di dalam batang pohon tertentu, di dalam tanah, atau dengan sengaja diletakkan di dekat sarang binatang. Berhubungan baru terjadi bencana pergeseran tanah, untuk menemukan bendera mungkin lebih sulit!" jawab Zhou Qinglin.


Cao Tian Jun segera mengaktifkan Mata Surgawi untuk menemukan bendera biru, mencari disetiap pepohonan, tanah dan sesuai apa yang dikatakan oleh Zhou Qinglin.


Setelah pencarian dengan jeli, Cao Tian Jun hanya menemukan 320 bendera biru dan 20 bendera merah, yang utuh hanya bendera putih di puncak gunung.


"Aneh, dimana bendera biru dan merah yang lainnya?" gumam Cao Tian Jun setelah pencarian dengan Mata Surgawi-nya.


"Seperti yang kukatakan tadi, memang sulit untuk mendapatkannya, apalagi setelah terjadinya bencana!" sahut Zhou Qinglin yang tidak mengerti maksud perkataan Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun bingung harus menjelaskan seperti apa agar timnya mengerti. Di saat memikirkan bagaimana menjelaskan dengan tepat, dia teringat dengan 10 orang berjubah putih tempo hari yang sangat mencurigakan.


Karena penasaran, apakah kompetisi ada hubungannya dengan orang-orang berjubah putih itu, dia kembali mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat semua peserta.


"Agar lebih cepat mendapatkan bendera, bagaimana jika kita berpisah menjadi dua kelompok agar cepat mendapatkan hasil?" saran Wang Lee.


"Tidak perlu berpencar, apalagi kamu sedang diincar mereka!" cegah Cao Tian Jun sambil melihat ke belakang.


Semua tim melihat kebelakang sambil tetap berjongkok agar tidak diketahui peserta lain. Semua orang melihat Tim Wang Yelu yang juga bersembunyi di rerumputan tetap dibelakang, terpaut 100 meter jaraknya.


Setelah memeriksa seluruh peserta yang terpencar di hutan, Cao Tian Jun akhirnya mengetahui bahwa bendera biru dan merah telah dibawa oleh beberapa tim, salah satunya dibawa oleh Tim Wang Yelu.


Tim Ji Daotai dari Sekolah Surga Kesembilan, membawa 100 bendera biru dan 5 bendera merah. Tersisa 320 bendera biru dan 20 bendera merah yang tersebar di hutan dan lereng bukit.


Cao Tian Jun mengeluarkan kertas untuk menggambar lokasi bendera biru dan merah. Tim Phoenix melihatnya dan ingin tahu apa yang akan digambar.


"Titik-titik ini adalah lokasi bendera biru dan merah, tanda X tempat disembunyikannya bendera biru, tanda lingkaran untuk bendera merah!" jelas Cao Tian Jun.


Tim Phoenix jelas keheranan bagaimana Cao Tian Jun bisa mengetahui tempat bendera yang disembunyikan oleh pihak panitia.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" selidik Chu Sying yang curiga, apalagi jika Cao Tian Jun telah menghilang seharian.


"Sulit untuk menjelaskannya! Jika aku mengatakan memiliki keunikan di mataku, apakah kalian percaya?" jawab Cao Tian Jun sambil memberikan peta kepada Wang Lee.


Tim Phoenix melihat kedua bola matanya yang memang unik, bisa dikatakan tidak ada duanya. Ketika melihat matanya, mereka merasakan kedamaian dan rasanya ingin memejamkan mata. Tim Phoenix segera mengalihkan pandangannya karena khawatir terhipnotis.


"Apakah pengelihatanmu mampu menembus benda?" tanya Fang Yin.


"Tergantung ketebalannya dan juga jarak!" jawab Cao Tian Jun sambil melihat persembunyian dari Tim Wang Yelu.

__ADS_1


"Mereka menjadi urusanku dan tugas kalian untuk mengambil bendera. Ingat, jangan sampai terpisah!" imbuhnya sebelum Tim Phoenix kembali bertanya.


"Aku bersamamu!" pinta Fang Yin.


"Tidak, tim lebih membutuhkanmu!" tolak Cao Tian Jun yang lebih suka bertindak sendirian.


Karena Cao Tian Jun terus menolak dibantu untuk membereskan Tim Wang Yelu, akhirnya mereka mengikuti rencananya.


"Ingat, kita sendang diawasi!" pesan Xue Yue yang khawatir Cao Tian Jun bertindak berlebihan dan melanggar aturan kompetisi dengan membunuh sesama peserta.


Cao Tian Jun mengangguk sebagai jawaban. Kemudian, Tim Phoenix keluar dari persembunyiannya, mereka mengikuti peta yang dibuat oleh Cao Tian Jun.


Sebenarnya, Cao Tian Jun akan merebut bendera yang dibawa oleh beberapa tim. Dengan bergerak sendiri, maka dia akan lebih mudah dan cepat untuk mendapatkannya.


Ketika Tim Phoenix keluar dari persembunyiannya, Tim Wang Yelu segera mengikuti. Namun, Cao Tian Jun menghadang mereka.


"Berikan bendera yang telah kalian bawa!" pinta Cao Tian Jun.


Sontak perkataan Cao Tian Jun mengejutkan Wang Yelu dan Lu Butong, sebab kecurangan ini hanya diketahui oleh pimpinan yang terkait. Wang Yelu tertawa untuk menutupi keterkejutannya, demikian juga dengan Lu Butong yang ikut tertawa.


"Jangan memfitnah kita, aku bisa melaporkan ucapanmu yang tidak terbukti!" sanggah Wang Yelu setelah berhenti tertawa.


"Karena kau telah memfitnah kita, kita tidak akan lagi berbelas kasihan kepadamu! Ayo, kita hajar dia sampai sekarat!" Lu Butong segera menyerang Cao Tian Jun dan diikuti oleh Wang Yelu beserta timnya.


Dengan senjata tombak, Cao Tian Jun menangkis setiap serangan mereka yang menggunakan pedang. Suara dentangan pedang ketika saling beradu dengan tombak, membuat Tim Phoenix yang mendengarnya segera berhenti.


Melihat Cao Tian Jun yang dikeroyok oleh Tim Wang Yelu, dan dengan mudah menghindari setiap serangan mereka. Karena tahu hasil akhir pertarungan itu, Fang Yin segera mengajak timnya untuk mendapatkan bendera...


Cao Tian Jun dengan sengaja tidak membalas serangan lawannya, dia hanya menangkis seolah-olah tidak memiliki kesempatan untuk membalas. Dia mengiring lawannya agar dekat dengan sarang binatang.


Tidak jauh dari pertarungan itu, binatang mistik jenis Lipan keluar dari dalam tanah ketika merasakan getaran. Sekitar 20 ekor Lipan berukuran sebesar orang dewasa bergerak ke arah Cao Tian Jun.


"Kenapa hanya bisa menangkis saja, ayo, balasan serangan kita!" ejek Wang Yelu sambil mengayunkan pedangnya ke Cao Tian Jun, namun kembali ditangkis.


"Es Api Membekukan Angin!" teriakan Wang Yelu yang mengeluarkan jurus pertama dari Kitab Es Api Penggempur Langit, teknik andalan dari Kuil Hitam Kelam.


Kecepatan gerakan dari Wang Yelu meningkatkan dratis ketika mengeluarkan jurusnya. Cao Tian Jun sedikit terkejut karena kecepatan lawan yang meningkat, dia segera mengeluarkan Teknik Bayangan Merpati Putih untuk menghindar, lalu bermunculan enam bayangannya.


Tim Wang Yelu juga mengeluarkan jurus yang sama, namun Cao Tian Jun berhasil lolos dari serangan mereka, dimana keenam bayangannya menjadi sasaran serangan lawan.


Tim Wang Yelu panik bukan karena Cao Tian Jun yang menghilang, melainkan mereka telah dikepung oleh Lipan yang langsung menyerang.

__ADS_1


Di kejauhan, Cao Tian Jun tersenyum melihat musuhnya melarikan diri dari serangan 20 ekor Lipan besar. Kemudian, dia menargetkan Wang Yelu yang terpisah dari kelompok.


__ADS_2