8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Wujud Asli Dari Cao Tian Jun.


__ADS_3

Bab 55. Wujud Asli Cao Tian Jun.


Ternyata, kejadian lingkaran pusaran air di wilayah Sekte Yin dilihat sampai kejauhan, banyak kultivator dari luar Sekte Yin melihatnya. Mereka terkejut ketika pusaran air menghilang, dan tiba-tiba sudah muncul di Pegunungan Lima Jari.


Awalnya, semua orang berpikir jika wilayah Sekte Yin akan mendapatkan musibah. Namun, pemikiran mereka segera berubah saat pusaran air berpindah tempat. Mereka berpikir jika fenomena ini terkait dengan kelahiran Buah Suci tingkat tinggi atau artefak alami, entah pada tingkat apa. Banyak orang yang segera bergegas ke Pegunungan Lima Jari.


Fang Yin dan Tim Phoenix yang akan kembali ke Akademi Merpati Putih menjadi tertunda, mereka penasaran apa yang sedang terjadi di puncak gunung tertinggi.


"Apakah fenomena ini lahirnya Buah Suci?" tanya Mu Bingyun.


"Tidak tahu. Tapi bisa jadi!" sahut Xiao Yu.


Fang Yin tidak menghiraukan perkataan rekan-rekan yang membicarakan fenomena pusaran air yang terbalut petir, dia justru khawatir jika Cao Tian Jun melakukan hal sesuatu yang menyebabkan alam murka.


"Paman, apa kejadian ini karena dia?" tanya Fang Yin kepada Fang Guotin melalui komunikasi telepati.


Fang Guotin tidak segera menjawab, saat ini posisinya bersama dengan bawahannya yang sedang bersembunyi di balik bayang-bayang pepohonan. Dia mengeluarkan cakram berwarna keemasan yang merupakan alat pelacak. Dari dalam cakram itu muncul lokasi puncak gunung tertinggi di Pegunungan Lima Jari.


Terlihat sosok orang yang mengenakan zirah perang unik, unik karena bentuknya seperti sisik Naga berwarna hitam dan putih. Dia tidak mengetahui jika itu adalah Cao Tian Jun.


"Bukan dia, tapi orang lain yang memicu fenomena pusaran air di langit. Nona Muda bisa melihat dengan Cakram Mata Dewa?" jawab Fang Guotin setelah mengetahui.


Akan tetapi, Fang Yin tidak mengeluarkan Cakram Mata Dewa karena ada timnya. Cakram Mata Dewa adalah ciptaan dari leluhur Fang, salah satu ciri khas Klan Fang.


"Apa yang orang itu lakukan?" selidik Fang Yin yang ingin tahu, ia sedikit lega jika fenomena itu bukan disebabkan oleh kekasihnya.


"Tidak tahu. Kurasa dia sedang menggunakan teknik kultivasi terlarang yang dibenci oleh alam semesta. Fenomena ini menandakan kebencian alam semesta terhadap teknik tabu itu!" jelas Fang Guotin yang menduga-duga penyebab fenomena pusaran air.


Fang Yin, Tim Phoenix dan banyak orang sedang melihat ke arah puncak gunung tertinggi di Pegunungan Lima Jari. Walaupun jaraknya sangat jauh, karena lingkaran pusaran air yang disertai petir di langit, bisa dilihat dengan mata telanjang.


"Ayo, kita kembali. Aku menduga fenomena itu berasal dari seseorang yang dibenci oleh alam semesta!" ajak Fang Yin dengan sedikit memberikan penjelasan, ia ingin bertemu dengan Cao Tian Jun.


"Mungkin saja. Ya sudah, ayo kita kembali. Aku kira kekasih kita sudah di akademi!" sahut Chu Sying yang juga tidak sabar ingin menemui Cao Tian Jun.


Segera Fang Yin dan Tim Phoenix naik ke punggung binatang Griffin sebagai sarana transportasi. Namun, sebagian murid akademi justru bergerak menuju ke Pegunungan Lima Jari, mereka melupakan hal yang hampir mengancam jiwa, melupakan kemarahan Raja Kera dan Raja Gale yang membawa banyak binatang mistik.


"Kalian berdua, musnahkan orang tersebut jika benar menggunakan teknik terlarang!" perintah Fang Guotin kepada bawahannya, dia tidak ingin seseorang menggunakan teknik terlarang untuk mencelakakan orang lain.


"Akhirnya bisa sedikit berolahraga," kata salah satu pengawal yang ingin bertarung, dia dan rekannya segera melesat ke arah puncak gunung tertinggi. Sedangkan Fang Guotin dalam sekejap mata menghilang, dan sudah menyusul Fang Yin.


Karena Pengunungan Lima Jari berdekatan dengan wilayah Kuil Atas Awan, Kerajaan Lentera dan Sekte Yin, banyak orang yang memiliki kekuatan mendatangi fenomena pusaran air, kecuali dari pihak Sekte Yin...

__ADS_1


Kembali ke Cao Tian Jun, dia sudah siap untuk menerima Kesengsaraan Petir Air Danau. Butiran air yang membeku memutari tubuhnya dengan mengeluarkan serat-serat petir. Dari dalam pusaran air terus berjatuhan butiran air yang mengandung energi petir.


Boom boom boom boom...


Rentetan ledakan ketika banyak butiran air itu menghujani tubuh Cao Tian Jun. Akan tetapi, zirah perangnya mengeluarkan cahaya yang melindungi diri serangan petir. Namun, tetap saja dia masih merasakan sengatan petir.


Imbas rentetan ledakan itu membuat puncak gunung tertinggi porak-poranda. Raja Kera dan Raja Gale sampai tidak berani mendekat karena terkena percikan ledakan energi petir.


Petir kali ini lebih kuat dari Kesengsaraan Petir yang mereka blokir ketika melindungi Buah Suci Leaping Toadstool. Kekuatan sambaran petir yang mereka rasakan saat ini, lebih kuat lima kali lipat.


Mengetahui sosok orang yang mengenakan zirah perang Naga tidak terluka sama sekali, membuat kedua penguasa itu muncul keserakahan. Mereka menginginkan zirah pernah milik Cao Tian Jun.


"Ini adalah fenomena Kesengsaraan Petir. Berbeda dari biasanya karena dia pasti menggunakan teknik terlarang," ucap Raja Gale sambil memperhatikan zirah perang Naga.


"Aku harus mendapatkan zirah perangnya, aku tidak peduli dia menggunakan teknik terlarang!" sahut Raja Kera yang terang-terangan mengungkap keinginannya.


"Aku juga menginginkannya!" Raja Gale juga tidak mau kalah dari sekutunya.


Raja Kera mengorek telinganya yang tidak gatal, dia tersenyum sinis terhadap keinginan Raja Gale.


"Yang terkuat sebagai pemenangnya. Setelah kita kalahkan dia bersama-sama, baru kita bicarakan siapa yang layak memiliki zirah itu!" tantang Raja Kera.


Raja Kera tertawa keras karena sekutunya menerima tantangannya, dia sebagai penguasa sudah seharusnya membuktikan diri yang terkuat di Pegunungan Lima Jari.


Sedangkan Cao Tian Jun, jelas tidak tahu sudah menjadi incaran penguasa Pengunungan Lima Jari. Saat ini, dia terus-menerus menerima Kesengsaraan Petir Air Danau, setiap kali mendapatkan serangan dari butiran air yang mengandung petir, dia makin merasakan rasa sakit.


"Sampai kapan ini terus berlangsung?" tanya Cao Tian Jun sambil menahan rasa sakit.


"6 batang dupa!" Crown Stone sekali lagi menjawab dengan singkat.


"Roarrr...!!" Cao Tian Jun meraung-raung untuk memicu semangatnya.


Sontak raungan Naga membuat kedua penguasa Pegunungan Lima Jari ketakutan, tapi mereka berusaha keras untuk tidak terlihat ketakutan dihadapan sekutunya.


"Dia humanoid dari Ras Naga! Ini tidak seperti raungan Naga yang kita ketahui. Menurutmu, dia termasuk humanoid dari Ras Naga jenis apa?" tanya Raja Gale yang ingin tahu.


"Itu karena dia menggunakan teknik terlarang sehingga raungannya lebih kuat dan keras dari jenis Naga yang kita ketahui!" jawab Raja Kera secara asal, padahal dia juga tidak tahu jenis humanoid apa pemilik zirah perang itu.


Teknik terlarang memang ada, tapi oleh para penguasa di Benua Timur dilarang dipergunakan. Hal ini sudah disepakati bersama para penguasa di mana pun berada. Teknik terlarang seperti halnya racun, racun juga tidak boleh dipergunakan oleh siapapun.


Aturan itu dibuat oleh tujuh utusan dari Alam Suci, dan dipatuhi oleh para penguasa Benua Timur. Namun, tidak semua orang mengikuti aturan tujuh utusan, masih banyak kultivator yang menginginkan kekuatan secara instan, tetap menggunakannya tapi secara diam-diam.

__ADS_1


Boom boom boom boom...


Kembali suara rentetan ledakan di atas puncak gunung tertinggi. Kali ini, tubuh Cao Tian Jun terhempas ke bawah hingga membuat lubang seukuran tubuhnya. Namun, Cao Tian Jun segera bangkit karena tidak sedikit pun mendapatkan luka.


Dia segera terbang ke langit untuk menantang Kesengsaraan Petir Air Danau. Melihat Cao Tian Jun masih bisa bangkit setelah terkena butiran air mengandung petir, membuat kedua penguasa itu kecewa.


Sebelum mendapatkan Kesengsaraan Petir lagi, Cao Tian Jun melirik dua penguasa Pegunungan Lima Jari. Di balik pelindung wajahnya, dia menyeringai.


Seakan-akan ketakutan dengan butiran air mengandung petir, Cao Tian Jun terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah dua penguasa Pegunungan Lima Jari.


Sontak membuat kedua penguasa itu kaget dan mereka terlambat menghindar karena telah terkurung lingkaran pusaran air. Banyak anak buahnya juga ikut terkurung.


"Sialan kau!?" bentak Raja Kera kepada Cao Tian Jun yang melayang di atasnya, dia segera menjauhinya bersama dengan Raja Gale. Para binatang Kera dan burung Elang Emas juga mengikuti pemimpinnya.


Boom boom boom boom... Boom...


Kembali suara rentetan ledakan memekakkan telinga ketika Cao Tian Jun dihujani butiran air mengandung petir. Kembali tubuhnya menghantam tanah karena tersambar ribuan petir. Kali ini lubangnya sangat dalam.


Cao Tian Jun terbatuk-batuk, lalu keluar darah dari sudut bibirnya. Kemudian, dia segera bangkit, lalu memeriksa tubuhnya yang masih tidak terluka karena terlindungi.


"Tanpa zirah ini, kemungkinan besar aku sudah terluka parah, atau saat ini hanya tinggal nama!" gumam Cao Tian Jun yang bersyukur memiliki zirah perang Naga, dia mengelus-elus dadanya sendiri sebagai bentuk rasa syukurnya.


Cao Tian Jun menjadi teringat pernah bertanya kepada gurunya tentang zirah perang Naga.


"Zirah perang Naga sudah kamu miliki semenjak lahir, itu anugerah yang diberikan oleh Alam Semesta. Suatu hari nanti, kamu akan menemukan sesuatu yang berharga yang bisa menyatu dengan zirah-mu."


"Guru, muridmu telah menyatu dengan salah satu Batu Keabadian. Apakah ini yang guru maksudkan?" gumam Cao Tian Jun yang bertanya kepada gurunya, walaupun tahu gurunya telah meninggal dunia dan tidak mungkin menjawab.


Cao Tian Jun mendongak menatap pusaran air yang kembali mengeluarkan butiran air mengandung petir. Dia segera terbang untuk menyambut Kesengsaraan Petir Air Danau.


Saat keluar dari lubang akibat tubuhnya menghantam tanah, dia terkejut melihat dua penguasa Pegunungan Lima Jari baik-baik saja, bahkan tidak ada satupun binatang mistik yang mati terkena sambaran petir.


"Bagaimana mungkin mereka bisa bertahan hidup setelah terkena percikan petir?" ucap Cao Tian Jun dengan suara lirih, rencananya di luar ekspektasi.


"Penguasa, Kesengsaraan Petir Air Danau dikhususkan untuk Anda, dan juga tidak akan menyakiti kehidupan lain. Kekuatan Jiwa itu bersifat kasih sayang kepada seluruh kehidupan. Karena itu, mereka baik-baik saja!" penjelasan Crown Stone yang terdengar di benak Cao Tian Jun.


"Itu artinya, mereka bisa mencelakakan diriku setelah tersambar petir, bukankah itu membahayakan diriku!" sungut Cao Tian Jun yang khawatir mendapatkan serangan mendadak dari Raja Kera dan Raja Gale.


"Jika mereka intervensi, mereka harus menanggung resikonya!" jelas Crown Stone agar Cao Tian Jun tidak khawatir.


Cao Tian Jun bernapas lega karena perlindungan dari Kesengsaraan Petir Air Danau. Ini sama saja dengan Kesengsaraan Petir pada umumnya, siapapun yang memasuki lingkaran Kesengsaraan Petir, maka mereka akan mendapatkan sambaran petir yang lebih kuat darinya.

__ADS_1


__ADS_2