8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Fire Beetle (Kumbang Api).


__ADS_3

Bab 37. Fire Beetle.


Saat akan masuk ke wilayah perbatasan Pegunungan Lima Jari, Fang Yin mengeluarkan peta, ia mencari tujuan pertama untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Cao Tian Jun dan tim memutari tubuh Fang Yin untuk ikut melihat petanya.


"Kita menuju ke wilayah dalam, jaraknya dari tempat kita 445 meter," kata Fang Yin sambil menunjuk lokasi pada peta.


Fang Yin membutuhkan tanaman roh jenis Mandrake, jenis ini seperti ginseng. Ada tiga bagian yang bisa dimanfaatkan pada jenis tanaman roh ini, yaitu Mandrake, Mandrake Berry dan Mandrake Flower.


Kecuali Cao Tian Jun, semua tim juga mengeluarkan petanya, di mana mereka telah menandai setiap tempat yang kemungkinan terdapat tanaman roh yang tergolong langka.


"Petamu lebih lengkap dari milik kita," ucap Chu Sying yang mencocokkan petanya dengan milik Fang Yin yang berbeda.


Xue Yue dan timnya mengangguk karena peta milik Fang Yin lebih detail pemetaan wilayah Pegunungan Lima Jari, bahkan ada gambar tentang tanaman langka dan juga binatang mistik jenis apa yang menjaganya.


"Tempat itu dijaga binatang mistik jenis Hou Bulu Emas... Tugas pertama yang cukup menyulitkan kita," kata Xue Yue setelah melihat peta milik Fang Yin.


Hou Bulu Emas jenis binatang anjing yang terkenal lincah dan ganas, ekornya bercabang tiga yang mengeluarkan api. Yang akan menyulitkan Tim Phoenix, Hou Bulu Emas selalu berkelompok, mereka sangat menjaga ketat wilayahnya dari siapapun.


Belum lagi tanaman roh Mandrake yang berusia lebih dari 100 tahun yang memiliki kecerdasan, biasanya mampu menghindari manusia untuk bersembunyi. Tapi jika usianya di atas 250 tahun, maka tanaman roh Mandrake bisa mengendalikan akar-akarnya untuk menyerang orang yang berniat mengambilnya.


"Kita lihat dulu situasinya disana, baru kita buat rencana," kata Fang Yin tetap tenang meskipun yang akan dihadapi berbahaya.


Karena adanya Cao Tian Jun dan Fang Yin, Tim Phoenix tidak khawatir. Mereka segera menuju ke lokasi pertama. Xue Yue dan Fang Yin memimpin jalan, dan Cao Tian Jun berada di belakang untuk melindungi timnya.


Sebelum berjalan, Cao Tian Jun melihat ke belakang, dia merasakan ada yang mengikuti.


"Ada apa?" tanya Li Jiancheng.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Cao Tian Jun dan berjalan mengikuti timnya.


Setelah berjalan bersama Chu Sying Cao Tian Jun membatin, "kalian masih ingin mencari masalah di luar lingkup akademi, itu artinya kalian mencari mati!"


Cao Tian Jun yang memiliki Mata Surgawi melihat persembunyian Ling Dong bersama kelompoknya, mereka tidak bisa bersembunyi dari Mata Surgawi. Cao Tian Jun sengaja tidak memberitahukan timnya jika sedang dibuntuti oleh Ling Dong, dia berpikir akan membereskan mereka seorang diri.

__ADS_1


Ling Dong dan timnya juga mengikuti, tetapi mereka menjaga jarak agar tidak diketahui.


"Kalian berjalan dulu, aku ingin buang air kecil!" alasan Cao Tian Jun yang ingin membereskan Ling Dong dan timnya sesegera mungkin.


"Kamu ini aneh... Kultivator bisa menahan untuk tidak membuang air kecil berhari-hari!" sahut Chu Sying dan tertawa setelahnya.


"Ya sudah, kami akan berjalan lambat. Kamu sudah tahu arahnya jika tertinggal jauh," kata Xue Yue yang tidak merasa curiga.


"Baik." Cao Tian Jun segera masuk ke rimbunan pepohonan yang lebat setelah berpamitan.


Fang Yin dan timnya kembali melanjutkan perjalanan tanpa menunggu, mereka pikir Cao Tian Jun tidak butuh waktu lama. Setelah jarak pandang mereka cukup jauh, Cao Tian Jun merubah penampilannya menjadi seorang pria muda berkulit coklat, penyamaran yang sama ketika membunuh Tan Wong.


"Hati-hati! Pegunungan Lima Jari banyak mata-mata dari Kerajaan Kelelawar!" peringatan Yan Yan agar Cao Tian Jun tidak ceroboh.


Pegunungan Lima Jari memang bukan wilayah milik Kerajaan Kelelawar, tapi masih berdekatan. Dan, apa yang dikatakan oleh Yan Yan memang benar, bahwa Pegunungan Lima Jari banyak sekali kelelawar yang menjadi mata-mata.


"Jangan khawatir!" jawab Cao Tian Jun dan segera menuju ke arah Ling Dong untuk menghadang mereka sebelum mendekati Tim Phoenix.


Cao Tian Jun melompat ke batang pohon, lalu menunggu Ling Dong lewat. Kemudian, dia mengeluarkan buah yang seperti Buah Naga, namun warnanya masih hijau. Buah Naga dibelah menjadi dua bagian, dan mencampurnya dengan aroma feromon afrodisiak yang disukai oleh binatang.


Tidak berselang lama, Ling Dong dan timnya akhirnya terlihat, mereka belum menyadari jika telah terkontaminasi oleh aroma afrodisiak khusus binatang. Aroma itu menempel pada pakaian mereka.


"Berhenti!"


Suara keras menghentikan langkah Ling Dong dan timnya ketika mendengar suara seorang pria. Mereka segera waspada dengan mencari sumber suara itu, namun tidak menemukan siapa orangnya. Suara itu milik Cao Tian Jun yang ingin mengulur waktu sampai binatang mistik mencium aroma afrodisiak.


Tidak berselang lama disaat mereka berhenti berjalan, terdengar raungan binatang. Suara raungan binatang semakin dekat dan membuat Ling Dong dan timnya semakin waspada dengan mengeluarkan senjata.


"Siapa kamu? Keluar!" teriak Ling Dong agar orang yang yang menghentikan mereka menunjukkan diri.


Para pengawal Ling Dong, Wang Lee dan Tang Wei segera melingkari tuannya. Namun Cao Tian Jun sengaja tidak menampakkan dirinya.


"Mungkin hanya suara orang dari kejauhan, dan bukan ditujukan kepada kita," kata Wang Lee.

__ADS_1


"Mungkin saja. Tapi, apa kalian tidak mendengar suara dengungan yang terdengar bergerak ke arah kita?" sahut Ling Dong.


Semua orang mendengar suara sesuatu yang terbang, seperti suara binatang lebah. Mereka melihat sekelilingnya dan menunggu suara tersebut.


Akhirnya terlihat banyak sekali Kumbang Api (Fire Beetle); warnanya merah seperti api, memiliki tiga pasang kaki, sepasang sayap, dan uniknya memiliki sepasang capit, ukurannya sebesar bayi usia satu tahun.


"Sialan! Itu Fire Beetle. Kenapa mereka bisa keluar dari sarangnya!" seruan Ling Dong yang ketakutan setengah mati karena Kumbang Api berdatangan dari arah dalam hutan Lima Jari.


Kumbang Api memiliki sarang, biasanya menempati gua maupun lubang di pepohonan. Tapi, jika memiliki koloni yang banyak, biasanya gua menjadi sarang utama.


Di gua, umumnya tersimpan madu Kumbang Api yang sangat besar manfaatnya, khususnya bagi para Alkemis dan tabib. Selain itu, madu Kumbang Api bisa juga digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan proses penyembuhan.


Cao Tian Jun juga terkejut mengetahui jika yang datang adalah Kumbang Api. Rencananya dia memanggil binatang mistik jenis Babi Hutan, Macan Kumbang dan burung Elang. Namun kenyataannya, yang datang justru Kumbang Api yang sangat berbahaya.


Kumbang Api mampu mencabik-cabik korbannya dengan capitnya, bahkan zirah yang terbuat dari besi bisa tertembus, apalagi hanya daging. Selain itu, sesuai dengan namanya Kumbang Api, tahan terhadap api, bahkan api adalah nutrisi bagi mereka untuk mendapatkan nektar yang menghasilkan madu setelah mereka minum.


Kumbang Api juga sangat menyulitkan kultivator karena mampu terbang dengan cepat, sambil terbang memburu mangsanya.


Para pengawal segera melepaskan serangan energi spiritual untuk membunuh Kumbang Api. Ling Dong dan timnya juga tidak tinggal diam, mereka mengerahkan seluruh kekuatannya.


Sedangkan Cao Tian Jun segera kabur sebelum dirinya terendus penciuman Kumbang Api. Dia menyusul Tim Phoenix yang jaraknya sudah jauh.


Saat Cao Tian Jun melompat dari batang pohon ke batang pohon lainnya, dia mendengar suara ledakan energi spiritual. Dia berhenti sejenak, niatnya untuk berkumpul dengan timnya diurungkan, lalu dia merubah arah yang menuju ke sarang Kumbang Api.


Ya, Cao Tian Jun jelas tidak akan membuang kesempatan untuk mendapatkan madu Kumbang Api yang terkenal mahal, serta komoditas tinggi di Benua Timur. Selain itu, dia juga seorang ahli Alkemis yang membutuhkan madu Kumbang Api untuk dipadukan dengan berbagai jenis pil.


Dengan Mata Surgawi, Cao Tian Jun menemukan sarang Kumbang Api yang terletak di tengah bukit. Bukit tersebut tidak jauh dari lokasi yang akan dituju oleh Fang Yin, hanya lokasinya lebih tinggi.


"Kamu mau mengambil madu Kumbang Api? Itu berbahaya, biasanya ada ratunya yang selalu dijaga ketat oleh prajurit Kumbang Api!" sekali lagi Yan Yan memberikan peringatan, dia paham betul wilayah Pegunungan Lima Jari.


"Tenang, kan ada Teknik Perubahan Wujud milikmu!" jawab Cao Tian Jun yang segera berubah wujud menjadi Kumbang Api.


Yan Yan menghela napas berat, ia pun merubah wujudnya menjadi Kumbang Api. Mereka berdua segera terbang ke arah sarang Kumbang Api. Saat melihat Kumbang Api jenis pemburu, Cao Tian Jun dan Yan Yan segera bersembunyi, sebab mereka tidak ingin diketahui karena akan kesulitan saat berkomunikasi...

__ADS_1


Sedangkan Fang Yin dan timnya tidak segera ke sarang Hou Bulu Emas, mereka menunggu Cao Tian Jun. Karena lama tidak segera datang, Fang Yin memutuskan untuk masuk ke wilayah Hou Bulu Emas bersama timnya.


Sebelum itu, Fang Yin dan Xue Yue membuat strategi untuk mengalihkan perhatian kelompok Hou Bulu Emas. Dan yang lainnya akan memasuki sarang untuk mengambil tanaman roh Mandrake.


__ADS_2