8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Dukungan Untuk Cao Tian Jun.


__ADS_3

Bab 167. Dukungan Untuk Cao Tian Jun.


...****************...


Sebelum para penguasa tiba di perkemahan Kekaisaran Xia, Cao Tian Jun segera berpamitan kepada semua kekasihnya untuk menyiapkan pasukan saat tahu kedatangan mereka.


Tim Phoenix yang sudah tahu tentang Dunia Jiwanya, menduga bahwa pasukan itu adalah binatang mistik. Namun, mereka tidak tahu jika Cao Tian Jun pergi ke perkemahan Kekaisaran Shima untuk meminta bantuan kepada Suku Ular. Dia yakin adanya Suku Ular di Mystical Beast Mountain, pasti Ratu Ular Surgawi juga ada.


Dengan adanya Ratu Ular Surgawi, musuhnya akan berpikir ulang jika ingin merebut Stempel Giok Maharaja.


Akan tetapi, saat berada di perkemahan Kekaisaran Shima, dia dihalangi oleh para prajurit dan anggota Suku Ular, sebab dirinya penyebab perburuan ini tidak menguntungkan bagi Kekaisaran Shima dan Suku Ular.


Dia pikir, dengan datang tanpa menyamar, akan mudah menemui Ratu Ular Surgawi yang mengaku sebagai istrinya. Kenyataannya, tidak sesuai harapannya. Padahal telah mengatakan bahwa dirinya adalah pasangan Dao dari Ratu Ular Surgawi. Justru perkataannya memicu kemarahan Suku Ular dan para pejabat istana Kekaisaran Shima.


Karena Cao Tian Jun jengkel kepada sikap mereka, dia pun akan bersumpah jika tidak diperbolehkan untuk menemui Ratu Ular Surgawi. Dengan suara lantang dan keras dia berkata.


"Jika aku tidak bisa menemui Ratu Ular Surgawi hari ini, jangan harap aku mau menjadi suaminya. Ingat, wanita itu jutaan jumlahnya, dan aku tidak kekurangan wanita. Sampai hitungan ke-3 aku tidak bisa menemuinya atau dia menemuiku, sumpahku akan berlaku saat itu!"


"Satu!"


Setelah memberikan ancaman, Cao Tian Jun mulai menghitung. Akan tetapi, justru ancaman membuat pihak Kekaisaran Shima dan Suku Ular semakin marah, sebab belum pernah Ratu Ular Surgawi diperlakukan seperti ini oleh siapapun. Ucapannya, sama saja merendahkan harga diri dan wibawa Ratu penguasa Kekaisaran Shima dan Black Dessert.


Dengan serempak pasukan Kekaisaran Shima dan Suku Ular siap untuk menyerang Cao Tian Jun. Namun, mereka terhenti ketika Cao Tian Jun mengeluarkan tombak Artefak Bintang 7 tahap puncak yang membuat ketakutan.


"Aku adalah Dewa Binatang Yang Abadi, di masa laluku, siapapun akan tunduk kepadaku. Dua!" ucap Cao Tian Jun yang dengan sengaja menjadikan kisah masa lalunya untuk menyombongkan diri dihadapan mereka.


Pada hitungan kedua, tiba-tiba bermunculan binatang mistik di belakang Cao Tian Jun yang jumlahnya mencapai lebih dari dua juta ekor. Ukuran binatang mistik itu lebih besar dari penghuni Mystical Beast Mountain, tiga kali lipat ukuran tubuhnya.


Anehnya, ketika keluar dari dalam Dunia Jiwa, pasukan binatang mistik tidak ada satupun yang meraung-raung seperti biasanya, tetapi mengeluarkan aura kekuatan yang terfokus kepada pihak Ratu Ular Surgawi.


Pasukan Kekaisaran Shima dan Suku Ular mengigil ketakutan melihat jutaan binatang mistik. Walaupun lebih kuat dari Cao Tian Jun dan pasukan binatang, jelas mereka tidak mungkin mampu melawannya.


"Pasukanku lapar, mereka ingin memakan kalian. Mereka paling suka dengan daging manusia ular!" ucap Cao Tian Jun yang menakuti-nakuti pihak Ratu Ular Surgawi.


"Anak Muda, Yang Mulia Ratu tidak ikut dalam perburuan ini!" Kepala Suku She, wakil dari Ratu Ular Surgawi segera menenangkan hati Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun mengaktifkan Mata Surgawi untuk mencari keberadaan Ratu Ular Surgawi di perkemahan ini. Setelah beberapa saat mencari, ia tidak menemukannya.


"Aku tidak peduli. Panggil dia, atau nama kalian tinggal sejarah di Mystical Beast Mountain!" ancam Cao Tian Jun, dia yakin bahwa mereka pasti memiliki alat komunikasi jarak jauh untuk memanggil Ratu Ular Surgawi.


Pasukan binatang mistik bergerak maju saat diperintahkan oleh Cao Tian Jun dengan isyarat tangan kanannya.

__ADS_1


"Tunggu, tunggu! Saya akan berkomunikasi dengan Yang Mulia Ratu!" cegah Kepala Suku She dengan nada sangat panik, ia dan pasukannya melihat binatang mistik itu meneteskan air liur tanda kelaparan.


Kepala Suku She segera mengeluarkan Siput Komunikasi jarak jauh. Lalu dia mengirimkan pesan kepada Ratu Ular Surgawi terkait hal ini.


"Yang Mulia Ratu, anak muda yang bernama Cao Tian Jun bersikeras untuk menemui Yang Mulia....,"


Setelah memberikan pesan, Kepala Suku She dan pihaknya terlihat gelisah karena Ratu Ular Surgawi tidak memberikan balasan. Cao Tian Jun yang tidak sabaran, dia akan memerintahkan pasukannya untuk menyerang, seraya mengucapkan sumpah.


Sebelum berucap dan memerintahkan pasukannya, muncul lingkaran sihir teleportasi di tengah dua pasukan. Kemudian, muncul sosok wanita cantik di tengahnya, dia tidak lain adalah Ratu Ular Surgawi.


Ratu Ular Surgawi yang mendapatkan pesan dari bawahan jelas terkejut karena Cao Tian Jun masih hidup, padahal dirinya baru saja menguasai wilayah Kekuasaan Xia sebagai bentuk pelampiasan kemarahannya.


Permasuri Gu Jiang dan Pangeran Cheung yang mewakili Kaisar Xia terlanjur dieksekusi mati, bahkan semua keturunan keluarga kekaisaran tidak luput dari kemarahannya.


Sebelum meninggalkan Benua Timur untuk menemui Cao Tian Jun, dia memerintahkan kepada pasukan ular untuk menghadang Leluhur Xia dan rombongannya.


Setelah membuat pengaturan dengan terburu-buru, Ratu Ular Surgawi segera menggunakan sihir teleportasi...


Saat ini, Ratu Ular Surgawi menatap wajah Cao Tian Jun, kedua matanya memerah karena akan menangis. Dia melesat ke arah Cao Tian Jun dan memeluknya dengan erat.


Tindakan Ratu Ular Surgawi membuat Kepala Suku She dan pihaknya melongo, sebab belum pernah melihat ratunya memeluk seorang pria. Mereka pun menduga bahwa ratunya telah menemukan pasangan Dao yang selama ini dicari-cari.


Tiba-tiba Cao Tian Jun mencium bibir Ratu Ular Surgawi sebelum selesai berbicara. Kepala Suku She tersenyum dan membalikkan badan karena tidak pantas bawahan melihat apa yang dilakukan oleh ratunya. Semua pasukan Kekaisaran Shima dan Suku Ular juga membalikkan badan.


Cao Tian Jun menghentikan tindakannya, dan segera mengutarakan tujuannya yang sedang dalam masalah. Tanpa banyak bicara dan juga ikut marah, Ratu Ular Surgawi memerintahkan pasukan untuk melawan tiga penguasa itu.


Selama dalam perjalanan menuju ke base camp Kekaisaran Xia, Ratu Ular Surgawi jelas bertanya kepada Cao Tian Jun yang ternyata belum tewas. Cao Tian Jun mengatakan, bahwa dirinya menyembunyikan diri saat terluka akibat menjalani Kesengsaraan Petir.


Dia juga mengatakan bahwa telah berhasil mendapatkan Stempel Giok Maharaja. Ratu Ular Surgawi tersenyum bahagia karena sudah tahu jika suaminya pasti berhasil mendapatkannya, karena hanya seorang Dewa Binatang yang mampu melakukannya dengan mudah...


...****************...


Ketika Cao Tian Jun dan Ratu Ular Surgawi dekat dengan lokasi perkemahan Kekaisaran Xia, mereka mendengar perkataan para penguasa itu yang menginginkan Stempel Giok Maharaja.


"Aku lebih memilih untuk tidak menyerahkan Stempel Giok Maharaja! Ayo berperang!"


Tantangan Cao Tian Jun jelas mengejutkan semua orang di pihaknya dan juga musuhnya. Pasalnya, sama saja tantangan ini mendeklarasikan perang dunia.


Namun, melihat Cao Tian Jun didukung oleh Ratu Ular Surgawi, pasukan Kekaisaran Shima, Suku Ular, dan pasukan binatang mistik, jelas pihak lawan tidak mungkin menang melawannya. Alasannya sangat sederhana, para penguasa itu tidak membawa banyak pasukan dalam ekspedisi ini.


Tim Phoenix, Matriark Yin An yang tahu jika Cao Tian Jun memiliki banyak pasukan binatang mistik, semakin bangga saat mampu menggerakkan pasukan Ratu Ular Surgawi sebagai pendukung.

__ADS_1


Fang Yin terlihat cemburu melihat kekasihnya bergandengan tangan dengan Ratu Ular Surgawi. Namun, melihat Tim Phoenix menghampiri Cao Tian Jun, dia dan Xue Li Xia segera menyusulnya.


Bai Guan dan semua rombongannya bernafas lega karena kedatangan Cao Tian Jun yang membalikkan keadaan. Dengan kehadiran Cao Tian Jun dan Ratu Ular Surgawi, pihaknya jelas lebih diunggulkan jika bertarung dengan tiga penguasa serakah.


Semua murid dan guru dari Akademi Merpati Putih kelas dua bersorak-sorai karena kedatangan Cao Tian Jun membawa banyak pasukan. Xue Delun Hai dan Patriark Fang tersenyum saling berpandangan, mereka segera menyambut kedatangan Ratu Ular Surgawi, lalu diikuti oleh keluarga besar Tim Phoenix.


Pihak musuh segera menjaga jarak ketika Cao Tian Jun semakin dekat. Mereka tidak menyangka bahwa Ratu Shima di pihak Cao Tian Jun. Jika tahu seperti ini, mereka tidak akan bertindak gegabah untuk mendapatkan Stempel Giok Maharaja.


"Jika hari ini kita bertarung, kita jelas kalah jumlah. Kita mundur selangkah demi kemenangan dikemudian hari. Ayo, kita berdiskusi di tempat lain!" ujar Kaisar Cao yang belum siap untuk menghadapi lawan, dia segera memerintahkan armada kapal angkasanya dan pasukan untuk meninggalkan Mystical Beast Mountain.


Kaisar Yao menghela nafas panjang karena telah membuat musuh baru, dia pikir akan mudah menghadapi Cao Tian Jun. Akan tetapi, kehadiran Ratu Shima dan banyak pasukan yang mendukung Cao Tian Jun, dia telah salah memilih teman sekutu.


Namun, karena sudah terlanjur basah membuat masalah ini, Kaisar Yao segera menyusul Kaisar Cao. Demikian juga dengan Kaisar Dao yang buru-buru meninggalkan base camp Kekaisaran Xia.


"Mereka kabur!" sungut Chu Sying sambil melihat kepergian musuhnya.


Semua orang juga melihatnya. Murid akademi mencemooh lawan yang datang dengan arogan, tetapi seperti pengecut saat kedatangan Cao Tian Jun.


"Semoga tidak terjadi pertumpahan darah kemudian hari!" harapan Xue Delun Hai setelah kejadian hari ini.


"Seandainya hari itu terjadi, apakah Suku Es masih saja akan menutup diri?" tanya Ratu Ular Surgawi yang sebenarnya menyindir.


Sambil menatap ke arah Benua Timur, Xue Delun Hai berkata, "melihat generasi muda Suku Es yang kurang dalam pengalaman... Aku rasa sudah waktunya untuk membuka diri!"


Dia sebenarnya malu melihat keturunannya dikalahkan oleh Pangeran Zeming yang lebih lemah. Mengetahui hal ini, dan juga adanya sosok Cao Tian Jun yang mendapatkan Stempel Giok Maharaja, dia memutuskan untuk membuat aturan baru bagi Suku Es.


Xue Delun Hai mengetahui pandangan masa depan, dengan Cao Tian Jun mendapatkan Stempel Giok Maharaja, maka Benua Timur akan menjadi sasaran pihak lawan yang menginginkannya. Mau tidak mau, Suku Es sudah pasti akan terkena imbasnya.


"Langkah awal yang bijak! Stempel Giok Maharaja merupakan lambang kekuasaan akan berganti. Jauh hari, saya sudah meramalkan hal ini akan terjadi!" pujian Ratu Ular Surgawi kepada Xue Delun Hai yang tidak lagi memiliki pemikiran kuno.


"Lalu bagaimana dengan Anda?" tanyanya kepada Patriark Fang.


Karena keluarga besar Fang berada di wilayah Kekaisaran Yao, dan juga mendukung Cao Tian Jun, sudah pasti akan berseteru dengan Kekaisaran Yao. Apalagi telah memutuskan hubungan pernikahan sepihak, hal ini menambah keruh suasana.


"Generasi tua akan mendukung yang muda. Saya sudah terlalu lama hidup dalam kedamaian. Jika harus terjadi karena mendukung yang muda, kami siap untuk menghadapi apapun konsekuensinya!" tekad Patriark Fang yang akan mendukung putrinya, saat berbicara ia melihat Fang Yin dan Cao Tian Jun.


Ratu Ular Surgawi tersenyum dengan keputusan Patriark Fang, lalu ia melihat keluarga besar Tim Phoenix yang mengangguk sebagai jawaban atas dukungannya terhadap Cao Tian Jun.


"Kita diskusikan hal ini!" ajak Ratu Ular Surgawi untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.


Cao Tian Jun hanya mengikuti pengaturan Ratu Ular Surgawi karena kurangnya pengalaman dalam hal ini. Yang dia tahu, asal memiliki banyak pasukan sudah lebih dari cukup menguasai Continent Twins Moon. Dia tidak tahu apapun tentang skema dalam peperangan.

__ADS_1


__ADS_2